Radio Solopos, PEKALONGAN — Kota Pekalongan memperingati hari jadinya yang ke-120 dengan menekankan semangat bertahan, berbenah, dan berkelanjutan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi daerah.
Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid, menyampaikan peringatan tahun ini digelar secara sederhana tanpa karnaval atau pesta besar.
Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk empati terhadap kondisi sebagian wilayah yang masih terdampak banjir.
Rangkaian kegiatan peringatan diisi dengan khataman Al-Qur’an, istigosah, serta ziarah ke makam para pemimpin terdahulu sebagai wujud rasa syukur sekaligus penghormatan terhadap sejarah panjang Kota Pekalongan.
Di tengah keterbatasan anggaran akibat penurunan dana transfer dari pemerintah pusat, Pemerintah Kota Pekalongan tetap memprioritaskan pelayanan kepada masyarakat.
Program Universal Health Coverage (UHC) terus dijalankan untuk menjamin akses layanan kesehatan, diikuti dengan penyaluran bantuan sosial serta penguatan sektor pendidikan, termasuk melalui Sanggar Kegiatan Belajar (SKB).
Selain itu, pemerintah juga terus melakukan pembenahan di berbagai sektor sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pembangunan daerah.
Pada sektor ekonomi, industri batik tetap menjadi tulang punggung Kota Pekalongan.
Sebagai warisan budaya yang telah diakui dunia, batik tidak hanya memiliki nilai historis, tetapi juga menjadi penggerak utama perekonomian masyarakat.
Penguatan sektor ini dilakukan melalui pengembangan UMKM serta inovasi motif dan produk.
Di sisi lain, inovasi berbasis teknologi terus dikembangkan guna meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Digitalisasi layanan, termasuk perizinan online, menjadi salah satu langkah strategis untuk memberikan kemudahan akses bagi masyarakat sekaligus meningkatkan efisiensi birokrasi.
Memasuki usia ke-120 tahun, Kota Pekalongan terus berupaya beradaptasi dengan berbagai dinamika yang ada.
Pemerintah menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat agar pembangunan dapat berjalan berkelanjutan serta mampu meningkatkan kesejahteraan warga.
Semangat bertahan, berbenah, dan berkelanjutan diharapkan menjadi pijakan bagi Kota Pekalongan untuk terus tumbuh dan berkembang di masa mendatang.
