• About Us
    • Copyright
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
  • Accor Hotels Solo helat Appreciation Night
  • Besok, Choir Competition 2018 digelar
  • Contact Us
  • Crew
    • Abu Nadzib
    • Ardi Sardjono
    • Avrilia Wahyuana
    • Damar Sri Prakosa
    • Fira Maghfirani
    • Ika Wibowo
    • Indra Saputra
    • Iwan Buwono
    • Noer Atmaja
    • Rachmad Agunanto
    • Senja Kurnia
    • Suwarmin
    • Wahyu Panji
  • Index
  • Jadwal Acara
Radio Solopos FM
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
Radio Solopos FM
No Result
View All Result
Home News

Linkin Park Somasi Donald Trump Perihal Lagunya

Redaksi by Redaksi
21 July 2020
in News
0
Linkin Park Somasi Donald Trump Perihal Lagunya

SoloposFM, Linkin Park mengirimkan surat somasi pada Donald Trump perihal lagu In The End yang digunakan untuk video kampanye Presiden AS itu. Lagu itu digunakan tanpa seizin band tersebut.

Dikutip dari Detikcom, melalui akun Twitter-nya, Linkin Park menegaskan bahwa mereka tidak pernah memberi dukungan pada Donald Trump dan mengaku telah mengirimkan surat somasi.

“Linkin Park tidak pernah dan tidak mendukung Trump atau mengizinkan organisasinya menggunakan musik kami. Surat somasi telah dikirimkan,” tulis mereka.

Sebelumnya, Direktur Media Sosial Gedung Putih, Dan Scavino, mengunggah video kampanye dari Donald Trump dengan menggunakan lagu In The End.

Karena dianggap melanggar hak cipta, Twitter langsung menghapus video tersebut setela menerima pemberitahuan Digital Millennium Copyright Act dari Machine Shop Entertainment yang merupakan perusahaan milik Linkin Park.

“Media ini telah dinonaktifkan sebagai tanggapan terhadap laporan oleh pemilik hak cipta,” demikian bunyi pemberitahuan yang ditulis Twitter, dilansir dari Reuters, Minggu (19/7/2020).

Chester Benington

Pada 2017 silam, mendiang pentolan grup musik Linkin Park, Chester Bennington, pernah mengungkapkan ketidaksukaannya pada Donald Trump melalui kicauan di akun Twitter-nya.

“Saya ulangi… Trump adalah ancaman yang lebih berbahaya bagi AS ketimbang terorisme! Kita harus mengambil kembali suara kita dan berdiri pada apa yang kita percaya,” tulis Chester saat itu.

Ini bukan kali pertama Donald Trump dilarang untuk menggunakan karya musisi. Sebelumnya, presiden kontroversial itu telah dilarang oleh Neil Young, Dexys Midnight Runners, Panic! At the Disco dan Rolling Stones untuk tidak menggunakan karya mereka.

Ini bukan kali pertama pula bagi Twitter untuk menghapus konten dan menonaktifkan kicauan Donald Trump.

Twitter baru-baru menghapus gambar yang tweet Trump pada 30 Juni 2020 karena protes dari fotografer New York Times sebagai pengambil gambar. Sebab Donald Trump menggunakan hasil jepretan fotografer (yang di dalamnya terdapat foto dirinya) tanpa izin.

[Diunggah oleh Avrilia Wahyuana]

Tags: musicLinkin Park

Studio Streaming

Radio Streaming

Recent Posts

  • Politeknik Assalaam Siap Bertransformasi Menjadi Universitas pada Tahun 2027
  • Pemkot Solo Siapkan Pembatasan Sampah ke Putri Cempo, Pengolahan Dimulai dari Rumah Tangga
  • Mitra10 Solo Baru Tawarkan Solusi Bangun Rumah Tanpa Ribet
  • Kokola Luncurkan Kukis Black, Perkuat Diferensiasi Produk di Tengah Persaingan Pasar
  • Fokus Kualitas Layanan, BPJS Kesehatan Bersama Fasilitas Kesehatan Dukung JKN Berkelanjutan

Category

  • Lifestyle
  • Opini
  • News
  • Program
  • Event
  • Podcast
  • Galery Foto

Site Links

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org
  • Copyright
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.