• About Us
    • Copyright
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
  • Accor Hotels Solo helat Appreciation Night
  • Besok, Choir Competition 2018 digelar
  • Contact Us
  • Crew
    • Abu Nadzib
    • Ardi Sardjono
    • Avrilia Wahyuana
    • Damar Sri Prakosa
    • Fira Maghfirani
    • Ika Wibowo
    • Indra Saputra
    • Iwan Buwono
    • Noer Atmaja
    • Rachmad Agunanto
    • Senja Kurnia
    • Suwarmin
    • Wahyu Panji
  • Index
  • Jadwal Acara
Radio Solopos FM
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
Radio Solopos FM
No Result
View All Result
Home Program

Waspada Paparan Racun Pestisida Pada Anak

Mita Kusuma by Mita Kusuma
7 June 2022
in Program
0
Waspada Paparan Racun Pestisida Pada Anak

Talkshow Dinamika 103 yang mengangkat tema, "Lindungi Hak Anak, Tolak Racun Pestisida!", bersama Gita Pertiwi dan Forum Anak Surakarta, Senin (6/6/2022).

SoloposFM – Setiap anak berhak atas lingkungan yang aman dan sehat. Salah satunya dari paparan pestisida. Paparan pestisida yang terus-menerus pada anak-anak sangat merusak kesehatan mereka.

Untuk itu, pada moment peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh setiap tanggal 5 Juni, PAN Asia Pasifik (PANAP) dan Gita Pertiwi  serta mitranya di Asia Pasific  telah memulai kampanye tahunan “Lindungi Anak Kita dari Pestisida Beracun”. Tujuannya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, terutama orang tua, anak-anak, pendidik dan pembuat  kebijakan tentang dampak pestisida berbahaya pada anak-anak.

Dalam Dinamika 103, Senin (6/6), Dir Badan Usaha Gita Pertiwi Rossana Dewi R, mengatakan bahwa racun pestisida yang berasal dari rumah tangga bisa mengganggu sistem syaraf yang dampaknya akan dirasakan dalam beberapa tahun kemudian. Ia menyebut salah satunya adalah penggunaaan obat nyamuk.

Selain itu, masih banyak produksi pangan seperti buah dan sayur yang juga menggunakan pupuk kimia atau pestisida. Celakanya penggunaan pestisida pada tanaman buah atau sayur tersebut dapat menimbulkan resiko kesehatan bagi manusia dan lingkungan.

“Penyebab masih masifnya penggunaan pestisida, terutama di Indonesia, karena meskipun meracuni tapi produk-produk tersebut diizinkan atau dilegalkan. Oleh karena itu, kita sebagai konsumen harus cerdas memilih produk, apakah ini bisa meracuni atau tidak,” kata Rossana Dewi.

Selain cermat dalam memilih produk, salah satu upaya untuk mengurangi resiko paparan pestisida dari buah dan sayur adalah dengan menanam sendiri dengan cara sehat, menggunakan pupuk organik.

Terkait hal itu, Alexander Jason Lee dari Forum Anak Surakarta mengaku sudah mulai mencoba menanam sayur dan buah di rumahnya. Ia pun berusaha mencari informasi cara menanam tanaman pangan dengan cara sehat melalui youtube.

Baca juga: Cek Sob! Sayuran Ini Bisa Menurunkan Kolesterol

Meminimalisir Penggunaan Pesitisida di Rumah

Beragam komentar disampaikan Sobat Solopos terkait upaya melindung anak dari paparan pestisida beracun. Salah satunya disampaikan Sri Teguh dari LSM Mapela (Masyarakat Peduli Lingkungan) Karanganyar.

“Sudah saatnya masyarakat kembali pada hidup sehat dengan Go Organik. Mengurangi / menghindari mengkonsumsi yang mengandung  kimia. Menolak Pestisida harus menjadi gerakan serentak di masyarakat dan Pemerintah harus mengatur pembatasan peredaran obat, pupuk maupun makanan yang mengandung unsur kimia,” pungkasnya.

Sementara menurut Sriyatmo, ”Sampai hari ini kami tidak pakai pestisida di rumah, baik obat nyamuk, dll. Kalau pas banyak nyamuk, kalau mau tidur kaki dioleh minyak kayu putih.”

“Jika ingin mengusir nyamuk atau serangga, tikus dan kawan-kawan, taburkan kopi bubuk yang ada disekitar kita,” kata Sutarto.

Tags: Gita Pertiwiracun pestisidaHari Lingkungan Hidup

Studio Streaming

Radio Streaming

Recent Posts

  • Dorong UMKM Naik Kelas, Pemkot Pekalongan Fasilitasi Sertifikasi Halal
  • Samsat Sukoharjo Perkuat Sinergi Layanan dan Genjot Kepatuhan, Targetkan 80% Warga Taat Pajak 
  • Wakil Wali Kota Pekalongan Ajak ASN Terapkan Gaya Hidup Hemat Energi
  • LCCM 2026 Solo Hadir dengan Sistem Baru, Tekankan Uji Mental dan Kecepatan Siswa
  • 49 CPNS Resmi Jadi PNS, Wali Kota Pekalongan: Kinerja Harus Bagus!

Category

  • Lifestyle
  • Opini
  • News
  • Program
  • Event
  • Podcast
  • Galery Foto

Site Links

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org
  • Copyright
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.