Radio Solopos, Solo — Fenomena overthinking atau OVT semakin marak dialami generasi muda, terutama Gen Z, yang kini hidup dalam tekanan akademik, ekonomi, dan media digital.
Hal itu disampaikan psikolog Yustinus Joko Dwi Nugroho, M.Psi, dalam program Bincang Psikologi Radio Solopos, Senin (24/11/2025) malam.
Menurut Joko, meski bukan fenomena baru, istilah OVT menjadi semakin populer di kalangan anak muda karena dekat dengan keseharian mereka.
“Istilah ini muncul dari generasi Z yang memang sudah akrab dengan isu kesehatan mental. Mereka sering membicarakan dan bahkan melakukan self-diagnose,” ujarnya.
Joko menilai media sosial menjadi salah satu pemicu utama meningkatnya kecenderungan overthinking.
Ia mencontohkan banyak anak muda yang menghapus unggahan Instagram hanya karena jumlah “like” tidak sesuai standar pribadi.
“Mereka punya target sendiri. Kalau tidak tercapai, mereka merasa gagal. Itu tuntutan yang irasional,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa overthinking yang dibiarkan dapat berdampak serius. Mulai dari insomnia, kelelahan emosional, penurunan fokus, hingga terganggunya hubungan sosial.
“Amigdala mereka seperti alarm yang nyala terus. Itu membuat tubuh lelah dan pikiran tidak stabil,” katanya.
Joko menyebut sejumlah penyebab OVT, antara lain pengalaman masa lalu yang traumatis, sifat perfeksionis, kebiasaan menilai sesuatu secara ekstrem (sukses atau gagal), hingga rendahnya toleransi terhadap ketidakpastian.
“Termasuk literasi yang lemah. Banyak yang salah paham informasi lalu panik sendiri,” tambahnya.
Untuk meredakan OVT, Joko menyarankan teknik relaksasi, pernapasan, grounding 5-4-3-2-1, serta membangun kebiasaan tidur yang baik. Ia juga menekankan pentingnya memisahkan antara ketakutan dan kenyataan.
“Overthinking jangan dibiarkan menjadi kecemasan yang menghambat tindakan. Tenangkan dulu, baru ambil langkah kecil,” pesannya.
Program yang dipandu Penyiar Radio Solopos Indra Saputra ini mengajak pendengar lebih memahami isu kesehatan mental yang kini semakin relevan. Pendengar juga dapat berinteraksi melalui WhatsApp selama siaran berlangsung.
