Radio Solopos, SOLO — Komunitas hidup sehat, Vegan Squad Indonesia bakal menggelar kegiatan Gathering Komunitas Vegan di Griya Solopos, Jl. Adisucipto No 190 Solo, Sabtu (31/1/2026) mendatang.
Kegiatan tersebut bakal diikuti 150 peserta yang telah terseleksi melalui pendaftaran secara online sejak beberapa hari terakhir.
Berdasarkan data, para peserta berasal dari berbagai wilayah di Soloraya, Semarang dan D.I. Yogyakarta.
Para peserta yang berasal dari berbagai kalangan masyarakat akan mengikuti sejumlah kegiatan antara lain seminar dan talkshow hidup sehat ala vegan, mencicipi makanan vegan, aneka gim dan lain-lain.
“Peserta ada yang pelajar, mahasiswa, wiraswasta, pekerja swasta dan lain-lain. Mereka akan mendapatkan pengetahuan tentang hidup sehat ala vegan, makan siang dan uang pengganti transportasi. Yang beruntung juga bisa mendapatkan doorprize. Karena kuota terbatas, jadi pendaftaran sudah kami tutup sejak kemarin,” ujar salah satu panitia, Mayfida Alya seperti dikutip radio.solopos.com, Rabu (28/1/2026).
Di antara peserta yang sudah terdaftar, terdapat cukup banyak dari kalangan usaha mikro kecil menengah (UMKM).
Alya mengatakan, para UMKM itu juga berpeluang besar membuka usaha makanan vegan mengingat saat ini ketersediaan makanan sehat tersebut belum banyak di Solo dan sekitarnya.
Seminar akan diisi oleh Yogen Marshel Wijaya. Enterpreneur yang menjabat Ketua Vegan Squad Indonesia itu akan memaparkan tema “Vegan, Cara Efektif Menghentikan Pemanasan Global”.
Pembicara kedua adalah publik figur yang juga seorang atlet, Surya Lee.
Di sesi kedua yang akan tayang secara on air di Radio Solopos dan video streaming di www.radio.solopos.com, Surya Lee yang seorang triathlete akan bercerita tentang gaya hidup vegan.
Menjelang akhir acara, akan diadakan gim cepat bertema vegan dan lingkungan. Peserta yang beruntung bakal mendapatkan doorprize menarik dari panitia.
“Dan nanti di akhir acara ada vegan food testing. Peserta akan mencicipi menu-menu vegan serta edukasi singkat tentang bahan dan manfaatnya,” tutur salah satu perwakilan Squad Vegan Indonesia, Endah Kunthi.
Gaya Hidup Vegan
Sebagai informasi, gaya hidup vegan adalah pola hidup yang menghindari konsumsi dan penggunaan segala bentuk produk hewani, baik makanan, pakaian, maupun kosmetik demi alasan etika, lingkungan, dan kesehatan.
Veganisme menerapkan diet nabati ketat (tanpa daging, susu, telur, madu) dan menolak eksploitasi hewan dalam aspek kehidupan sehari-hari, seperti menghindari produk kulit atau yang diuji pada hewan.
Beberapa poin utama mengenai gaya hidup vegan:
– Pola makan nabati (Vegan Diet): hanya mengonsumsi makanan berbahan dasar tumbuhan seperti sayuran, buah-buahan, biji-bijian, kacang-kacangan, dan polong-polongan.
– Menghindari produk hewani: tidak mengonsumsi daging, ikan, unggas, susu, keju, telur, madu, dan gelatin.
– Gaya hidup etis (Veganism): Tidak hanya soal makanan, tetapi juga menolak menggunakan produk turunan hewan seperti pakaian (wol, sutra, kulit) dan kosmetik yang diuji pada hewan.
– Alasan utama: kepedulian terhadap kesejahteraan hewan (menolak eksploitasi), dampak lingkungan (mengurangi jejak karbon), dan manfaat kesehatan.
– Manfaat kesehatan: Pola makan vegan yang terencana dengan baik kaya akan serat dan nutrisi, membantu menurunkan risiko penyakit kronis.
Perbedaan utama dengan vegetarian adalah vegan menghindari semua turunan hewan, sementara beberapa vegetarian mungkin masih mengonsumsi telur atau susu.
“Dengan mengonsumsi daging, kita turut bertanggung jawab atas perubahan iklim, perusakan hutan, dan pencemaran udara serta air. Tindakan sederhana menjadi vegetarian akan membuat perbedaan bagi kesehatan planet kita,” ujar Thích Nhat Hạnh, pendiri Zen Meditation.
Berdasarkan data, sejumlah tokoh vegetarian terkenal antara lain R.A. Kartini, Pythagoras (filsuf), Leonardo Da Vinci (pelukis dunia), Mahatma Gandhi (negarawan India), Franz Kafka (penulis), dan St Anthony (pemimpin Kristen abad 3),
“R.A. Kartini berkata ‘Vegetarian itu doa tanpa kata kepada Yang Maha Tinggi’,” ujar Yogen Marshel Wijaya.

