Radio Solopos, Solo – Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) Eank Solo berhasil membuktikan limbah pipa PVC dapat diolah menjadi produk kerajinan bernilai ekonomi tinggi hingga menembus ekspor di kawasan Asia.
Melalui kreativitas dan inovasi, Eank Solo memproduksi sangkar burung berbahan limbah yang kini telah dipasarkan ke sejumlah negara seperti Singapura, Malaysia, Brunei, dan Taiwan.
Owner dari Eank Solo, Eko Sri Muryanto, mengatakan usaha tersebut sudah dirintis sejak 2014.
Nama Eank sendiri merupakan gabungan inisial namanya dan kedua anaknya.
Sebelum mengembangkan usaha kerajinan, ia berprofesi sebagai pedagang sparepart mobil.
Ide memanfaatkan limbah PVC muncul ketika Eko sering mengunjungi tempat penampungan barang bekas dan melihat banyak potongan pipa yang terbuang.
Sangkar Burung
Ia melihat peluang untuk mengolah limbah tersebut menjadi sangkar burung yang jauh lebih awet dibandingkan sangkar berbahan bambu atau kayu.
“Sangkar berbahan PVC memiliki keunggulan karena tahan air, tidak mudah berjamur, tidak mudah patah, serta tahan terhadap gigitan tikus,” ujarnya dalam Talkshow Selasar UMKM Radio Solopos, Selasa (7/7/26).
Menurut Eko, pemasaran awal dilakukan melalui media sosial Facebook setelah produk digunakan untuk kebutuhan pribadi.
Respons pasar yang positif membuat usahanya terus berkembang hingga berhasil memperoleh pembeli dari luar negeri pada 2016.
Ia mengungkapkan, Singapura menjadi pasar ekspor terbesar produknya. Bahkan, Eank Solo pernah menerima pesanan sebanyak 218 sangkar dari negara tersebut.
Selain Singapura, produk Eank Solo juga diminati konsumen di Taiwan yang tertarik dengan bahan bakunya yang berasal dari limbah.
“Di luar negeri, justru konsep produk berbahan limbah menjadi nilai tambah. Mereka melihatnya sebagai produk yang unik dan ramah lingkungan,” kata Eko.
Ekspor
Dalam mengembangkan pasar ekspor, Eko mengaku sempat menghadapi tantangan terkait prosedur ekspor dan regulasi kepabeanan.
Namun, melalui berbagai pelatihan yang difasilitasi pemerintah serta pemanfaatan Nomor Induk Berusaha (NIB), proses ekspor tetap dapat dijalankan sesuai ketentuan.
Ia juga menyampaikan pemerintah telah memberikan berbagai pendampingan kepada pelaku UMKM, mulai dari pelatihan ekspor, pemasaran digital, hingga sosialisasi regulasi perdagangan internasional.
Ke depannya, Eank Solo berkomitmen terus mengembangkan produk berbahan limbah sekaligus memperluas pasar ekspor sebagai upaya meningkatkan nilai tambah produk lokal Indonesia.
