Radio Solopos, SOLO — Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta menargetkan penyelenggaraan event secara rutin setiap pekan sepanjang 2026 guna meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kota Solo.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Surakarta, Maretha Dinar Cahyono, mengatakan strategi tersebut dilakukan dengan menata kalender event kota agar wisatawan memiliki banyak pilihan kegiatan saat berkunjung.
“Ke depan kami mencoba membangun agar setiap minggu di Solo ada kegiatan atau event, baik yang diselenggarakan pemerintah kota, swasta, maupun kelurahan,” ujar Maretha dalam Talkshow Selasar di Radio Solopos, Jumat (6/3/2026) lalu.
Menurut dia, pola tersebut diharapkan membuat wisatawan tidak hanya datang untuk berburu kuliner, tetapi juga menikmati berbagai agenda budaya dan pertunjukan yang digelar secara berkala.
Dengan adanya agenda rutin tersebut, wisatawan yang datang ke Solo dapat merencanakan kunjungan berdasarkan event yang berlangsung pada minggu tertentu.
“Misalnya minggu pertama ada event apa, minggu kedua apa, minggu ketiga apa, sampai akhir tahun. Jadi orang datang ke Solo tidak hanya untuk kuliner, tetapi juga mencari event yang bisa dinikmati,” ujarnya.
Saat ini sejumlah event di Solo telah masuk dalam agenda nasional, seperti Grebeg Sudiro, Solo International Performing Arts (SIPA), International Mask Festival, Solo Menari, serta Festival Payung Indonesia.
Selain menguatkan event yang sudah ada, Pemkot Surakarta juga mendorong munculnya kegiatan baru di tingkat kelurahan agar semakin banyak agenda yang bisa menarik wisatawan.
Maretha menilai peran media sosial juga menjadi faktor penting dalam mempromosikan event agar dikenal luas, tidak hanya oleh masyarakat lokal, tetapi juga wisatawan dari luar daerah.
“Media sosial sangat membantu pemasaran event. Kalau tidak dipromosikan dengan baik, orang tidak akan tahu ada kegiatan di Solo,” katanya.
Wisata Terpadu
Di sisi lain, Pemkot Surakarta juga berupaya mengembangkan paket wisata terpadu yang menggabungkan pertunjukan seni, wisata budaya, serta kuliner. Konsep tersebut diharapkan mampu memperpanjang lama tinggal wisatawan di Kota Solo.
Selain event, pemerintah juga tengah menyiapkan pengembangan kawasan wisata baru melalui konsep K3 yang meliputi Keprabon, Kauman, dan Kemlayan.
Kawasan tersebut akan ditata sebagai koridor wisata yang menggabungkan kuliner, kerajinan, serta pertunjukan seni budaya.
“Kami ingin kawasan itu terintegrasi. Wisatawan bisa menikmati kuliner, membeli oleh-oleh, sekaligus menyaksikan pertunjukan budaya dalam satu kawasan,” jelasnya.
Pemkot Surakarta juga mendorong masyarakat setempat untuk terlibat aktif dalam pengembangan kawasan wisata agar dapat merasakan langsung dampak ekonomi dari sektor pariwisata.
Melalui berbagai strategi tersebut, Pemkot menargetkan Surakarta semakin dikenal sebagai kota budaya dan destinasi wisata yang memiliki agenda kegiatan sepanjang tahun.
