Radio Solopos, SOLO — Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surakarta memprediksi jumlah pemudik dan wisatawan yang masuk ke Kota Solo pada periode Lebaran 2026 mencapai sekitar 8,5 juta orang.
Angka tersebut meningkat sekitar 5% dibandingkan realisasi tahun 2025 yang mencapai 8,1 juta pemudik pada periode H-7 hingga H+7.
Kepala Dishub Kota Surakarta, Taufiq Muhammad, mengatakan peningkatan jumlah pemudik dipengaruhi panjangnya masa libur Lebaran tahun ini yang berdekatan dengan cuti bersama Hari Raya Nyepi.
Kondisi tersebut membuat arus pergerakan masyarakat menjadi lebih panjang dan tersebar.
“Libur tahun ini cukup panjang, sehingga potensi pergerakan pemudik maupun wisatawan ke Kota Solo meningkat. Kami perkirakan totalnya mencapai 8,5 juta orang,” ujar Taufiq dalam Talkshow Selasar di Radio Solopos, Senin (16/3/2026).
Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, Dishub bersama Polresta Surakarta dan instansi terkait telah menyiapkan berbagai langkah strategis, mulai dari pemetaan titik rawan hingga pengawasan lalu lintas berbasis teknologi selama 24 jam.
Dishub memanfaatkan area traffic control system (ATCS) yang terintegrasi di 68 simpang di Kota Solo.
Melalui sistem tersebut, kondisi lalu lintas dapat dipantau secara real time dari control room sehingga petugas dapat segera melakukan intervensi apabila terjadi kepadatan.
TItik Rawan Macet
Sejumlah titik rawan kemacetan telah dipetakan, di antaranya Simpang Gilingan, Ngapeman, Gendengan, Nonongan, Tugu Wisnu, Simpang Keleco, serta kawasan wisata seperti Masjid Raya Sheikh Zayed.
Selain itu, titik perlintasan sebidang seperti Pasar Nongko, Ledoksari, dan sejumlah pusat kuliner juga menjadi perhatian karena kerap menjadi lokasi penumpukan kendaraan saat musim mudik.
Adapun lokasi rawan kecelakaan teridentifikasi di beberapa ruas jalan utama, seperti Jl. Mangunsarkoro, Jl. Adi Sucipto, Jl. Adi Sumarmo, Jl. Juanda, serta Simpang UTP di Jl. Ahmad Yani.
Sebagai langkah preventif, Dishub telah melakukan ramp check terhadap armada angkutan umum guna memastikan kelayakan teknis kendaraan.
Pemeriksaan juga mencakup kondisi kesehatan pengemudi untuk meminimalkan risiko kecelakaan yang disebabkan faktor manusia.
Selain itu, posko gabungan telah didirikan sejak pertengahan Maret 2026 di lima titik strategis, antara lain Benteng Vastenburg, Gilingan, Faroka, Terminal Tirtonadi, serta kawasan Masjid Raya Sheikh Zayed.
Posko tersebut melibatkan Dishub, kepolisian, Satpol PP, dan sejumlah instansi terkait untuk memberikan pelayanan dan penanganan cepat di lapangan.
Dishub juga menyiagakan layanan darurat bagi pemudik, termasuk layanan derek gratis untuk kendaraan mogok atau mengalami kendala di jalan, serta call center pengaduan lalu lintas yang dapat diakses masyarakat selama 24 jam.
Terkait manajemen lalu lintas, Taufiq menjelaskan rekayasa lalu lintas akan diterapkan secara kondisional menyesuaikan situasi di lapangan. Intervensi dapat berupa pengaturan durasi lampu lalu lintas, pemasangan water barrier, hingga pengalihan arus di titik tertentu.
Salah satu contoh penerapan rekayasa lalu lintas dilakukan di kawasan Solo Square, di mana kendaraan dari arah barat diarahkan untuk memutar terlebih dahulu guna mengurangi kepadatan akibat kendaraan yang langsung berbelok masuk ke pusat perbelanjaan.
Dishub memperkirakan puncak arus mudik akan terjadi pada Selasa sore hingga Rabu pagi, seiring dimulainya cuti bersama bagi pekerja.
Sementara itu, puncak arus balik diprediksi berlangsung pada Senin dan Selasa setelah Lebaran, menjelang aktivitas perkantoran kembali normal.
Pusat Perbelanjaan
Di sisi lain, kepadatan lalu lintas juga berpotensi terjadi di pusat perbelanjaan dan destinasi wisata, terutama setelah pencairan tunjangan hari raya (THR). Beberapa lokasi seperti Solo Square dan Solo Paragon Mall telah terpantau mengalami peningkatan volume kendaraan pada periode awal libur.
Taufiq menegaskan bahwa keberhasilan kelancaran arus mudik tidak hanya bergantung pada kesiapan infrastruktur, tetapi juga perilaku pengguna jalan.
Berdasarkan data, sekitar 80% kecelakaan lalu lintas disebabkan oleh faktor human error.
Ia mengimbau masyarakat untuk memastikan kondisi fisik dan kendaraan sebelum bepergian, serta mematuhi rambu lalu lintas selama perjalanan.
“Keselamatan adalah yang utama. Tertib berlalu lintas merupakan cerminan budaya masyarakat. Kami mengajak seluruh pengguna jalan untuk disiplin dan saling menghargai,” katanya.
Selain fokus pada kelancaran lalu lintas, Dishub Kota Surakarta juga berharap meningkatnya jumlah pemudik dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah, khususnya sektor UMKM, pariwisata, dan kuliner.
