Radio Solopos, BOYOLALI — Keberadaan tujuh gerbang tol (GT) di Ruas Solo-Ngawi dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung kelancaran mobilitas masyarakat sekaligus mendorong konektivitas antarwilayah, termasuk kawasan destinasi unggulan.
PT Jasamarga Solo Ngawi (JSN) mencatat adanya peningkatan volume lalu lintas kendaraan yang melintas di Ruas Tol Solo-Ngawi selama periode arus mudik dan balik Idulfitri 1447H, yaitu pada H-10 hingga H+5 (11 Maret–26 Maret 2026)
Secara keseluruhan, volume kendaraan yang melintas melalui tujuh GT yang dikelola oleh PT JSN, yaitu GT Bandara Adi Soemarmo, GT Ngemplak, GT Gondangrejo, GT Karanganyar, GT Sragen, GT Sragen Timur, dan GT Ngawi pada perode tersebut tercatat sebanyak 1.077.335 kendaraan atau rata-rata 67.333 kendaraan per hari.
Peningkatan volume lalu lintas ini menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat selama periode Lebaran, baik untuk keperluan mudik maupun arus balik, dengan dominasi kendaraan pribadi.
“Gerbang tol tidak hanya berfungsi sebagai akses keluar-masuk kendaraan, tetapi juga menjadi titik krusial dalam mendukung kelancaran mobilitas masyarakat serta distribusi logistik, khususnya pada momen dengan tingkat pergerakan tinggi seperti Lebaran. Selain itu, keberadaan ruas tol Solo-Ngawi juga berkontribusi dalam membuka akses menuju berbagai destinasi pariwisata unggulan di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya,” ujar Direktur Utama PT Jasamarga Solo Ngawi, Mery Natacha Panjaitan dalam rilisnya kepada radio.solopos.com, Minggu (29/3/2026).
Adapun peningkatan volume lalu lintas masing – masing (GT) pada periode H-10 hingga H+5 Idul Fitri 1447 H (11 Maret–26 Maret 2026) baik yang masuk maupun keluar melalui GT jika dibandingkan dengan periode normal yakni sebagai berikut:
1. GT Bandara Adi Soemarmo mengalami peningkatan sejumlah 24.096 kendaraan, naik sebesar 40,4% atau rata-rata 1.506 kendaraan per hari.
2. GT Ngemplak mengalami peningkatan sejumlah 59.301 kendaraan, naik sebesar 33,5% atau rata-rata 3.706 kendaraan per hari.
3. GT Gondangrejo mengalami peningkatan sejumlah 38.067 kendaraan, naik sebesar 40,9% atau rata-rata 2.379 kendaraan per hari.
4. GT Karanganyar mengalami peningkatan sejumlah 72.155 kendaraan, naik sebesar 47,1% atau rata-rata 4.510 kendaraan per hari.
5. GT Sragen mengalami peningkatan sejumlah 53.237 kendaraan, naik sebesar 58,9% atau rata-rata 3.327 kendaraan per hari.
6. GT Sragen Timur mengalami peningkatan sejumlah 37.431 kendaraan, naik sebesar 79,0% atau rata-rata 2.339 kendaraan per hari.
7. GT Ngawi mengalami peningkatan sejumlah 85.287 kendaraan, naik sebesar 97,6% atau rata-rata 5.330 kendaraan per hari.
Lebih lanjut, Mery juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengguna jalan atas kepercayaan dan kedisiplinannya selama periode Lebaran.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengguna jalan yang telah menggunakan Jalan Tol Solo–Ngawi selama periode Idul Fitri 1447H. Kepercayaan serta kedisiplinan pengguna jalan dalam mematuhi peraturan lalu lintas menjadi faktor penting dalam terciptanya perjalanan yang aman, lancar, dan nyaman,” tambahnya.
PT JSN mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar selalu memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima, saldo uang elektronik cukup dan mengisi bahan bakar sebelum memulai perjalanan.
Jika lelah berkendara, istirahat di tempat yang telah disediakan. Tetap berhati-hati dan menaati peraturan yang berlaku di jalan tol.
Informasi lalu lintas jalan tol Jasa Marga Group dapat diakses melalui One Call Center 24 jam di nomor 133 dan aplikasi Travoy 4.1 untuk pengguna iOS dan Android.
