Radio Solopos, SOLO – Politeknik Indonusa Surakarta (Polinus) terus mempercepat pengembangan kelembagaan dengan menambah program studi (prodi), memperluas jejaring internasional, serta menargetkan transformasi menjadi universitas dalam waktu dekat.
Direktur Polinus, Suci Purwandari, mengungkapkan saat ini kampusnya telah memiliki sembilan prodi dan dalam waktu dekat akan bertambah menjadi 18 prodi.
“Dalam satu hingga tiga bulan ke depan, insyaAllah akan bertambah menjadi 18 program studi. Ini bagian dari pengembangan yang sudah kami siapkan melalui studi kelayakan jangka panjang,” ujarnya saat mengisi acara Selasar di Radio Solopos, belum lama ini.
Menurutnya, pengembangan prodi tidak hanya berfokus pada kuantitas tetapi juga kualitas lulusan yang sesuai kebutuhan industri.
Polinus menekankan outcome lulusan agar siap kerja, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Sejumlah bidang yang dikembangkan meliputi kesehatan, teknologi, bisnis, hingga industri kreatif seperti produksi media.
Lulusan banyak telah terserap di dunia kerja bahkan sebelum lulus terutama melalui program praktik industri intensif.
“Mahasiswa kami saat praktik industri sudah banyak yang dipesan oleh perusahaan. Itu karena mereka sudah siap kerja dan memahami kebutuhan industri,” jelasnya.
Internasionalisasi
Polinus juga memperkuat orientasi global melalui program internasionalisasi. Mahasiswa dari berbagai prodi secara rutin mengikuti praktik kerja di luar negeri seperti Jepang, Taiwan, Malaysia, hingga Singapura.
Dalam waktu dekat, tujuh mahasiswa dijadwalkan berangkat ke Jepang dan Taiwan setelah melalui seleksi ketat.
Selain itu, kampus juga menjajaki kerja sama ke Korea Selatan dan negara lainnya.
“Visi kami pada 2027 adalah go global. Tidak hanya mahasiswa, tetapi juga dosen dan tenaga kependidikan akan didorong memiliki pengalaman internasional,” kata Suci.
Seiring ekspansi tersebut, Polinus tengah mempersiapkan transformasi kelembagaan menjadi universitas dengan nama Indonusa University.
Proses ini meliputi penyiapan sarana prasarana, sumber daya manusia, hingga penguatan sistem akademik.
“Kami sedang menyiapkan semuanya secara matang. Ini bukan sekadar perubahan bentuk tapi transformasi menyeluruh,” tegasnya.
Polinus menargetkan sekitar 940 mahasiswa pada penerimaan mahasiswa baru tahun 2026/2027. Hingga saat ini, jumlah pendaftar telah melampaui 50 persen dari target.
Kampus juga membuka sistem pendaftaran inden bagi siswa kelas 10 dan 11, serta menyediakan berbagai jalur beasiswa, mulai dari prestasi akademik, seni, olahraga, hingga program Kartu Indonesia Pintar (KIP).
Pendidikan Vokasi
Sementara itu, perwakilan Humas Polinus, Eni Lestari, menambahkan bahwa tren saat ini menunjukkan minat tinggi terhadap pendidikan vokasi yang lebih aplikatif dan relevan dengan dunia kerja.
“Sekarang siswa cenderung memilih prodi yang prospeknya jelas. Vokasi menjadi pilihan karena lebih cepat terserap industri,” ujarnya.
Polinus juga membuka akses pendidikan seluas-luasnya tanpa batas usia, termasuk bagi pekerja melalui kelas karyawan berbasis hybrid (daring dan luring).
Selain itu, tersedia skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) yang memungkinkan mahasiswa dengan pengalaman kerja mendapatkan pengakuan akademik sehingga masa studi lebih singkat.
“Belajar tidak mengenal usia. Bahkan ada mahasiswa kami yang usianya hampir 60 tahun,” ungkap Suci.
Di bidang akademik, Polinus mencatat capaian riset dengan 19 proposal yang lolos pendanaan pemerintah pada 2025, menjadi salah satu yang tertinggi di kalangan politeknik swasta.
Kampus juga mendorong hilirisasi riset melalui Unit Inovasi dan Entrepreneurship agar hasil penelitian berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya di wilayah Solo Raya.
“Kami ingin riset tidak berhenti di laporan, tapi bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya.
