Radio Solopoa, PEKALONGAN — Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan memperkuat upaya perlindungan perempuan dan anak melalui Pelatihan Manajemen Kasus Perempuan dan Anak yang digelar di Aula PKK Kota Pekalongan, Selasa (12/05/2026).
Kegiatan tersebut menjadi langkah peningkatan kapasitas pendamping dan pihak terkait dalam menangani kasus kekerasan secara cepat dan terpadu.
Pelatihan dibuka Wakil Wali Kota Pekalongan, Balgis Diab, dan diikuti perwakilan masyarakat serta unsur pendamping layanan perempuan dan anak di Kota Pekalongan.
Balgis mengatakan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak masih menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Karena itu, penguatan kemampuan pendamping dan masyarakat dinilai penting agar korban dapat memperoleh perlindungan dan pendampingan secara optimal.
“Permasalahan ini sangat memprihatinkan, sehingga Pemkot Pekalongan menyelenggarakan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi masyarakat dalam menangani kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak,” ujarnya.
Menurutnya, pelatihan tersebut diharapkan mampu memperkuat koordinasi penanganan kasus mulai dari tingkat kelurahan hingga pemerintah daerah. Dengan begitu, laporan yang masuk dapat ditindaklanjuti lebih cepat dan tepat.
Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya perempuan dan anak, agar tidak takut melapor apabila mengalami maupun mengetahui adanya tindak kekerasan.
Pemkot Pekalongan, lanjut dia, telah menyediakan layanan pengaduan melalui Kecamatan Berdaya dan layanan di masing-masing kelurahan.
“Identitas pelapor maupun korban tentu akan kami rahasiakan dan korban akan diberikan perlindungan maksimal sampai kasus ini terselesaikan serta mendapatkan solusi terbaik,” katanya.
Melalui pelatihan tersebut, Pemkot Pekalongan berharap sistem perlindungan perempuan dan anak di daerah semakin kuat serta mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat.
