• About Us
    • Copyright
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
  • Accor Hotels Solo helat Appreciation Night
  • Besok, Choir Competition 2018 digelar
  • Contact Us
  • Crew
    • Abu Nadzib
    • Ardi Sardjono
    • Avrilia Wahyuana
    • Damar Sri Prakosa
    • Fira Maghfirani
    • Ika Wibowo
    • Indra Saputra
    • Iwan Buwono
    • Noer Atmaja
    • Rachmad Agunanto
    • Senja Kurnia
    • Suwarmin
    • Wahyu Panji
  • Index
  • Jadwal Acara
Radio Solopos FM
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
Radio Solopos FM
No Result
View All Result
Home News

Selasar UMKM: Pempek Cek Neni Andalkan Bahan Asli Palembang untuk Jaga Cita Rasa Premium

Resna Salsabila

Abu Nadzib by Abu Nadzib
12 May 2026
in News
0
Selasar UMKM: Pempek Cek Neni Andalkan Bahan Asli Palembang untuk Jaga Cita Rasa Premium

Owner Pempek Cek Neni, Serni Saputri (kiri), berbincang dengan penyiar Radio Solopos, Senja Kurnia (kanan), saat talkshow Selasar UMKM di Studio Radio Solopos, Rabu (6/5/2026).

Radio Solopos, SOLO — Usaha kuliner khas Palembang, Pempek Cek Neni, terus mempertahankan cita rasa autentik melalui penggunaan bahan baku pilihan yang didatangkan langsung dari Palembang.

 Strategi tersebut menjadi salah satu kunci usaha yang dirintis sejak 2019 itu mampu berkembang hingga memiliki outlet sendiri di Kartasura, Sukoharjo.

Owner Pempek Cek Neni, Serni Saputri, mengatakan usaha tersebut berawal dari hobinya memasak sejak masih tinggal di Palembang. Ketertarikannya membuat pempek mendorong dirinya mengikuti kursus khusus pembuatan pempek pada 2009.

“Awalnya saya ikut kursus pempek di Palembang hanya untuk konsumsi keluarga. Tidak menyangka akhirnya keterampilan itu justru menjadi usaha yang berkembang sampai sekarang,” ujar Serni dalam Talkshow Selasar UMKM di Radio Solopos, Rabu (6/5/2026).

Perempuan asli Palembang tersebut kemudian menetap di Solo setelah menikah dengan orang Jawa. Ia mulai merintis usaha secara online melalui layanan pesan antar seperti GoFood, GrabFood, dan ShopeeFood sebelum akhirnya membuka outlet.

Menurutnya, kualitas bahan menjadi perhatian utama dalam menjaga rasa autentik pempek khas Palembang. Pempek Cek Neni menggunakan ikan tenggiri segar pilihan yang digiling sendiri agar kualitas dan rasa tetap terjaga.

“Kalau ikannya tidak segar pasti berpengaruh ke rasa. Jadi kami benar-benar pilih kualitas terbaik,” katanya.

Selain ikan tenggiri, bahan utama lain seperti gula batok untuk cuko juga didatangkan langsung dari Palembang. Serni menyebut penggunaan gula lokal sempat dicoba, tetapi menghasilkan rasa dan tekstur yang berbeda dibanding gula khas Palembang.

“Cuko pempek itu sangat dipengaruhi kualitas gula batoknya. Kami ambil langsung dari daerah Curup supaya rasa dan warnanya tetap khas,” ujarnya.

Tidak hanya menjual pempek, outlet tersebut juga menyediakan berbagai makanan khas Palembang lain seperti tekwan, model, lenggang goreng, martabak har, hingga rujak mi. Untuk varian pempek, tersedia beberapa jenis seperti lenjer, kapal selam, adaan, dan pempek kulit.

Serni mengaku sejak awal sengaja membangun citra produk premium dengan menyasar segmen pasar menengah ke atas. Strategi tersebut dilakukan dengan mempertahankan kualitas bahan sekaligus memperluas relasi pelanggan. Menurut dia, salah satu pengalaman penting selama menjalankan usaha adalah memahami karakter pasar sebelum mengikuti bazar atau membuka stan penjualan.

“Kita harus tahu target pasar. Pernah ikut bazar yang ternyata tidak sesuai segmennya sehingga penjualannya kurang maksimal. Dari situ saya belajar memilih pasar yang cocok dengan produk premium,” katanya.

Seiring meningkatnya permintaan, proses produksi yang awalnya dilakukan manual kini mulai menggunakan mesin penggiling ikan untuk meningkatkan efisiensi.

Meski demikian, proses pengolahan tetap dilakukan sendiri agar kualitas produk tetap konsisten.

Selain melayani konsumsi langsung di outlet, Pempek Cek Neni juga menyediakan produk beku (frozen food) yang dapat dikirim ke berbagai daerah menggunakan kemasan vakum.

Produk tersebut disebut sudah pernah dikirim ke sejumlah kota di Indonesia hingga luar Pulau Jawa.

Saat ini, Pempek Cek Neni melayani pemesanan untuk kebutuhan pribadi maupun acara dalam jumlah besar seperti arisan, gathering, hingga acara instansi.

Harga produk dibanderol mulai Rp5.500 untuk pempek kecil hingga Rp25.000 untuk kapal selam besar.

Outlet Pempek Cek Neni berada di kawasan Kartasura, dekat Rumah Sakit Karima Utama, dan dapat dipesan melalui layanan online maupun WhatsApp.

Dengan mempertahankan kualitas bahan baku dan cita rasa autentik khas Palembang, Pempek Cek Neni membuktikan usaha kuliner tradisional tetap memiliki peluang berkembang di tengah persaingan pasar makanan modern.

Tags: Selasar UMKMUMKM Kuliner SoloPempek Cek NeniPempek Palembang

Studio Streaming

Radio Streaming

Recent Posts

  • Berawal Dititipkan di Warung, Kroket Mbak Lis Bertahan Hampir 10 Tahun di Solo
  • Selasar UMKM: Pempek Cek Neni Andalkan Bahan Asli Palembang untuk Jaga Cita Rasa Premium
  • UMKM Grande 2026 Jadi Ajang Promosi Batik Metaflora Pekalongan ke Pasar Global
  • Pemkot Pekalongan Perkuat Penanganan Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak
  • BERUNI 2026 Diikuti 1.748 Pelari, Antusiasme Masyarakat Membeludak

Category

  • Lifestyle
  • Opini
  • News
  • Program
  • Event
  • Podcast
  • Galery Foto

Site Links

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org
  • Copyright
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.