Radio Solopos, SOLO — Politeknik Assalaam Surakarta menargetkan bertransformasi menjadi Universitas Assalaam Surakarta pada tahun akademik 2027/2028.
Transformasi tersebut dilakukan melalui penambahan enam program studi baru, perluasan fasilitas kampus, serta penguatan jejaring kerja sama nasional dan internasional.
Direktur Politeknik Assalaam Surakarta, Agusti Tamrin, mengatakan transformasi menjadi universitas merupakan bagian dari pengembangan institusi pendidikan berbasis technopreneurship dan nilai keislaman.
“Politeknik Assalaam Surakarta nanti akan bertransformasi menjadi Universitas Assalaam Surakarta. Targetnya tahun akademik 2027-2028 kami sudah menerima mahasiswa baru,” ujarnya dalam Talkshow Selasar di Radio Solopos, Rabu (20/5/2026).
Ia menjelaskan Politeknik Assalaam saat ini baru memasuki tahun kedua sejak dikelola Yayasan Majelis Pengajian Islam Surakarta (MPIS).
Kampus tersebut merupakan pengembangan dari Politeknik Harapan Bangsa yang kini berada di bawah naungan Assalaam.
Saat ini Politeknik Assalaam memiliki empat program studi, yakni Sarjana Terapan Manajemen Informasi Kesehatan, Sarjana Terapan Pengelolaan Perhotelan, Diploma III Bahasa Inggris Bisnis, dan Diploma III Manajemen Informatika.
Menurut Agusti, program studi Manajemen Informasi Kesehatan menjadi jurusan dengan jumlah peminat terbanyak, disusul Manajemen Informatika dan Pengelolaan Perhotelan.
“Kami juga membuka kelas reguler, kelas kerja sama, kelas transfer, hingga kelas karyawan dengan sistem hybrid untuk mengakomodasi mahasiswa yang sudah bekerja,” katanya.
Tambah Fakultas
Dalam proses transformasi menjadi universitas, Politeknik Assalaam berencana membuka dua fakultas baru dengan enam program studi tambahan.
Fakultas Sains dan Teknologi akan menaungi program studi Informatika, Sistem Informasi, dan Sains Data. Sementara Fakultas Ekonomi, Sosial, dan Humaniora akan membuka program studi Manajemen, Hukum, serta Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan.
Agusti menyebut program studi Sains Data menjadi salah satu fokus pengembangan karena dinilai memiliki prospek besar dan belum banyak tersedia di Solo Raya.
Selain penambahan program studi, kampus juga menyiapkan perluasan sarana dan prasarana untuk mendukung operasional universitas.
“Kami sudah menyiapkan lahan, desain induk, dan pengembangan gedung. Prosesnya sudah berjalan dan tinggal menunggu site visit,” ujarnya.
Politeknik Assalaam juga memperkuat konsep teaching factory melalui kolaborasi dengan sejumlah unit usaha di bawah Yayasan MPIS, seperti Assalaam Syariah Hotel, Assalaam Medicare, hingga Assalaam Travel.
Mahasiswa pengelolaan perhotelan, misalnya, menjalani praktik langsung di hotel dan restoran milik yayasan. Sementara mahasiswa program lain dilibatkan dalam pengembangan unit bisnis berbasis teknologi dan kewirausahaan.
Kerja Sama
Untuk memperluas jejaring pendidikan, Politeknik Assalaam juga menjalin kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi dan industri, baik di dalam maupun luar negeri.
Beberapa kerja sama internasional telah dilakukan dengan INTI International University, Malaysia dan Universiti Islam Sultan Sharif Ali, Brunei Darussalam melalui program lecture exchange dan pengembangan sumber daya manusia.
“Kami ingin menjadi perguruan tinggi technopreneurship berkelas dunia yang memberikan maslahat berdasarkan nilai-nilai keislaman,” kata Agusti.
Selain program akademik, Politeknik Assalaam juga membuka program pelatihan singkat atau short course di bidang perhotelan, bahasa Inggris, informatika, hingga make up artist (MUA).
Program tersebut berlangsung satu hingga tiga bulan dan ditujukan bagi masyarakat yang ingin meningkatkan keterampilan kerja secara cepat.
Di sisi lain, kampus juga menyediakan berbagai skema beasiswa, mulai dari beasiswa prestasi akademik dan nonakademik, beasiswa hafiz, yatim piatu, hingga Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.
Menurut Agusti, konsep pendidikan di Assalaam tidak hanya menyiapkan lulusan pencari kerja, tetapi juga calon wirausaha berbasis teknologi.
“Kami ingin mencetak lulusan yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan, bukan hanya mencari pekerjaan,” ujarnya.
Melalui transformasi tersebut, Politeknik Assalaam berharap dapat menjadi salah satu pusat pendidikan tinggi berbasis vokasi dan technopreneurship yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional sekaligus memberikan dampak ekonomi dan pendidikan bagi masyarakat sekitar.
