Radio Solopos, SOLO — Pelaku UMKM kuliner Ladzata, Hayu Diyah Setyaningrum, mengembangkan usaha kue sehat berbahan pengganti terigu dari dapur rumahan di Kadipiro, Surakarta.
Berawal dari usaha yang dijalankan secara otodidak sejak masa pandemi.
Ladzata kini dikenal lewat produk bebas gluten, snack box, dan aneka kue yang kerap dipesan untuk kebutuhan harian hingga acara besar.
Hayu mengatakan permintaan terhadap makanan sehat terus meningkat karena konsumen kini semakin memperhatikan komposisi bahan, bukan hanya rasa dan tampilan.
Menurutnya, kue sehat tidak lagi dianggap sekadar tren, melainkan sudah menjadi bagian dari gaya hidup.
“Untuk kue-kue sehat itu memang pada awalnya menghilangkan si gluten itu ya. Karena gluten itu ada di tepung terigu. Penggantinya dengan tepung beras bisa, tepung ketan bisa, tepung almond, ada tepung mokaf sekarang, atau bahan lain yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen. Atau kalau mau yang natural itu bisa langsung dari singkongnya,” jelas Hayu dalam talkshow selasar UMKM di Radio Solopos, Rabu (20/5/2026).
Ia menambahkan, sejumlah konsumennya memiliki kebutuhan khusus, termasuk riwayat diabetes, sehingga bahan baku harus dipilih secara cermat.
Untuk kebutuhan tertentu, ia juga menggunakan pengganti gula seperti stevia, eritritol, dan diabetasol.
Karena itu, Ladzata menerapkan konsultasi langsung dengan konsumen sebelum produksi agar hasil akhir sesuai dengan kebutuhan dan pantangan masing-masing pembeli.

Hayu menuturkan, usahanya tidak dimulai dari latar belakang kuliner. Sebelum menekuni bisnis kue, ia pernah menjalankan usaha salon.
Saat pandemi, ia dan suaminya sempat berjualan telur keliling sebelum akhirnya mencoba membuat kue dari stok telur yang tersedia.
Dari percobaan sederhana itu, ia mulai membeli buku resep, lalu mencoba membuat bread pudding sebagai produk pertama karena dianggap paling aman untuk uji coba.
Produk tersebut kemudian diunggah ke media sosial dan mendapat respons positif dari konsumen.
Jadi Produsen
Seiring waktu, Ladzata berkembang menjadi produsen berbagai jenis kue, di antaranya marmer cake, brownies, chiffon cake, pastel, sus buah, dan kue kering.
Dari sejumlah produk itu, pastel dan sus buah menjadi menu yang paling sering dipesan.
Hayu mengaku seluruh proses produksi dipelajari secara mandiri. Ia mengatakan kerap mengandalkan masukan konsumen, percobaan berulang, dan referensi dari video tutorial untuk menyempurnakan rasa serta tekstur produk.
Dalam praktiknya, Ladzata juga menerima pesanan mendadak dalam jumlah besar.
Hayu menyebut pernah mengerjakan pesanan 2.000 sus buah pada masa awal usaha, serta pesanan puluhan hingga ratusan potong kue dalam waktu singkat.
Untuk menjaga kepercayaan pelanggan, ia berupaya menyesuaikan kapasitas produksi dengan jadwal pemesanan.
Ia menegaskan bahwa ketepatan waktu dan keterbukaan kepada konsumen menjadi prinsip utama dalam menjalankan usaha.
Di tengah kenaikan harga bahan baku dan kemasan, Hayu mengatakan tetap berusaha menjaga harga produk agar tetap terjangkau.
Marmer cake reguler dijual mulai Rp30.000, sedangkan varian full butter ukuran 16 dapat mencapai Rp80.000.
Adapun snack box dibanderol mulai Rp10.000 agar komposisi isinya tetap layak dan menarik.
Saat ini, pesanan Ladzata dapat dilakukan melalui Instagram @ladzata.id dan WhatsApp 0856-4313-7020.
Dapur produksi sementara berada di Jalan Kalingga Utara, Jetis RT 04/RW 05, Kadipiro, Surakarta.
