Radio Solopos, SOLO — UMKM CamilanQ mengembangkan pastel abon yang selama ini identik sebagai sajian Lebaran menjadi camilan harian yang menyasar berbagai kalangan, khususnya generasi muda.
Strategi tersebut membuat usaha yang dirintis pada masa pandemi Covid-19 tahun 2019 itu mampu bertahan hingga enam tahun.
Owner CamilanQ, Chandra, mengatakan usaha tersebut lahir ketika pandemi Covid-19 melanda dan mendorong dirinya mencari peluang usaha baru.
Dari situ, ia mulai mengembangkan produk pastel abon yang kini menjadi produk unggulan CamilanQ.
“CamilanQ dimulai pada 2019 saat pandemi Covid-19. Saat itu kami harus putar otak dan akhirnya muncul produk pastel abon yang kemudian menjadi ikon usaha kami hingga sekarang,” ujar Chandra dalam Talkshow Selasar UMKM di Studio Radio Solopos, Selasa (9/6/2026).
Pada awal perjalanannya, CamilanQ memproduksi tiga jenis camilan, yakni pastel abon, balung ketek, dan stik cumi.
Namun, pastel abon menjadi produk yang paling diterima pasar sehingga terus dikembangkan sebagai produk unggulan.
Identitas Utama
Produk tersebut kemudian menjadi identitas utama usaha yang telah berjalan selama enam tahun tersebut.
Chandra menjelaskan CamilanQ mengusung tagline Snack Solution for a New Generation sebagai upaya memperkenalkan camilan tradisional kepada generasi muda.
Resep pastel abon yang digunakan berasal dari resep keluarga dan dikembangkan agar sesuai dengan selera konsumen masa kini.
“Pastel abon biasanya identik dengan sajian Lebaran. Kami ingin menghadirkannya sebagai camilan sehari-hari yang bisa dinikmati semua kalangan, termasuk anak muda,” katanya.

Menurutnya, sebagian besar konsumen produk kemasan CamilanQ berasal dari kalangan muda yang mengonsumsi camilan tersebut sebagai teman minum kopi.
Sementara itu, pembelian dalam jumlah besar umumnya dilakukan konsumen dewasa yang telah mengenal pastel abon sejak lama.
Kondisi tersebut menunjukkan produk tradisional masih memiliki pasar di berbagai kelompok usia.
Untuk mempertahankan usaha di tengah persaingan industri makanan ringan, CamilanQ terus melakukan pembenahan produk dan kemasan.
Manfaatkan Media Sosial
Chandra mengatakan berbagai pelatihan dan pendampingan yang diselenggarakan pemerintah maupun badan usaha milik negara (BUMN) membantu usahanya meningkatkan kualitas produk, memperbaiki kemasan, dan memperkuat pemasaran.
Selain memanfaatkan media sosial seperti Instagram, WhatsApp, dan Facebook, CamilanQ juga memasarkan produknya melalui sejumlah swalayan.
Saat ini usaha tersebut masih berfokus menjaga keberlangsungan produksi sembari memperluas peluang pasar secara bertahap.
Ke depan, CamilanQ berencana mengembangkan wisata edukasi UMKM dengan membuka kunjungan ke rumah produksi.
Melalui program tersebut, pengunjung dapat mempelajari proses produksi, pemasaran, hingga pengurusan legalitas usaha yang diperlukan untuk mengembangkan UMKM.
Chandra berharap pengalaman yang diperoleh selama merintis usaha dapat menjadi pembelajaran bagi pelaku UMKM lain yang sedang memulai bisnis.
Menurut dia, keberanian untuk memulai dan konsistensi dalam menjalankan usaha menjadi modal penting untuk bertahan di tengah berbagai tantangan.
