Radio Solopos, SEMARANG – Dompet Dhuafa Jawa Tengah bersama Mitra Pengelola Zakat (MPZ) se-Jawa Tengah menggelar kegiatan Silaturahmi dan Sharing Session di Hotel Mahima, Semarang, Rabu (25/6/2026).
Kegiatan bertujuan memperkuat sumber daya manusia dan tata kelola lembaga zakat melalui penguatan nilai (value) organisasi. Tahun ini mereka mengusung tema “Apa Pentingnya Value Lembaga Nirlaba?”.
Kegiatan ini menghadirkan Pelopor Filantropi Modern Indonesia, Erie Sudewo, sebagai narasumber utama. Acara diikuti para pengelola zakat dari berbagai daerah di Jawa Tengah.
Diskusi tersebut membahas persoalan pengalaman pengelolaan lembaga nirlaba.
Pimpinan Dompet Dhuafa Jawa Tengah, Zaini Tafrikhan, mengatakan keberhasilan lembaga tidak hanya diukur dari besarnya penghimpunan dana, tapi dari manfaat program yang dijalankan.
“Pondasi utama sebuah lembaga adalah value yang menjadi pegangan bersama. Fokus kita bukan hanya besarnya penghimpunan, tetapi bagaimana program yang dijalankan mampu memberikan manfaat nyata dan mencerminkan nilai-nilai yang dipegang lembaga,” ujar Zaininya, Kamis (25/6/2026)
Kepercayaan Publik

Zaini menambahkan kepercayaan publik adalah aset utama yang harus dijaga.
Menurutnya, masyarakat menilai lembaga secara keseluruhan hingga nilai organisasi harus diterapkan dalam sikap, perilaku, dan pelayanan sehari-hari.
“Value lembaga menjadi arah yang jelas bagi organisasi. Amanah dari donatur adalah kepercayaan yang harus dijaga sebaik-baiknya. Dana harus diwujudkan dalam program yang berkualitas bagi masyarakat,” kata Zaini.
Dalam sesi materi, Erie Sudewo menegaskan bahwa lembaga zakat harus berpihak untuk upaya mengentaskan kemiskinan.
Menurut Erie, zakat adalah instrumen strategis untuk membangun kesejahteraan masyarakat.
“Lembaga zakat harus berpihak pada kaum dhuafa dan persoalan kemiskinan,” ujar Erie.
Melalui kegiatan tersebut, Dompet Dhuafa Jawa Tengah berharap seluruh MPZ di Jawa Tengah dapat meningkatkan profesionalisme dalam pengelolaan zakat dan menghadirkan program yang berdampak nyata bagi masyarakat dan penerima manfaat.
