Radio Solopos, SOLO –Murni, keponakan owner Shi Jack, memperluas usaha bisnis kuliner di luar usaha utama Susu Shi Jack yang sudah populer bagi masyarakat Solo.
Sebagai informasi, Susu Shi Jack memilih tidak membuka sistem waralaba (franchise) meski banyak tawaran masuk dari berbagai kalangan.
Keputusan tersebut diambil untuk menjaga usaha tetap dikelola oleh keluarga sekaligus mempertahankan kualitas produk yang telah dibangun sejak 1980-an.
Murni mengatakan seluruh cabang Susu Shi Jack dikelola oleh anggota keluarga. Hingga kini, usaha tersebut telah memiliki 14 cabang yang seluruhnya berada di Kota Solo.
“Banyak yang menawarkan franchise, tetapi keputusan dari Pak Lek tidak membuka waralaba. Tujuannya agar usaha ini tetap menjadi milik dan dikelola keluarga,” ujar Murni dalam Talkshow Selasar UMKM Radio Solopos, Kamis (2/7/2026).
Menurutnya, setiap cabang memang dikelola oleh anggota keluarga yang berbeda.
Meski menggunakan nama yang sama, masing-masing pengelola tetap dituntut memberikan pelayanan terbaik dan menjaga kualitas produk agar kepercayaan pelanggan tetap terjaga.
Usaha Lain
Selain mempertahankan identitas usaha keluarga, Murni juga mengembangkan merek You2Me sejak 2017 sebagai wadah untuk menghadirkan berbagai kreasi menu baru.
Berbeda dengan Susu Shi Jack yang dikelola berdasarkan kesepakatan keluarga, melalui You2Me, ia memiliki keleluasaan untuk berinovasi dan menyesuaikan produk dengan tren kuliner yang berkembang.
Meski dihadapkan pada maraknya minuman kekinian, Mbak Murni menegaskan kualitas tetap menjadi prioritas utama.
Menurutnya, penggunaan susu segar serta inovasi menu menjadi strategi tetap diminati berbagai kalangan.
“Di tengah banyaknya minuman kekinian, kami tetap mengedepankan kualitas susu segar dan terus mengikuti perkembangan selera konsumen agar tidak tertinggal,” katanya.
Dari banyaknya usaha yang Murni buka, Shi Jack, You2Me, dan masih meluas ke usaha rawon di CFD serta catering.
Usaha untuk mempertahankan bisnis-bisnis tersebut adalah hal yang pantas dicontoh.
Murni menyampaikan dalam berusaha seseorang tidak perlu terlalu banyak memikirkan ke depannya.
“Namun harus berani mencoba terlebih dahulu mendahulukan niat dan tindakan,” ujarnya.
Murni menginspirasi orang-orang untuk berani mencoba seperti kisahnya dengan dunia bisnis kuliner.
“Jangan takut gagal dan harus berani mencoba,” tutupnya.
