• About Us
    • Copyright
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
  • Accor Hotels Solo helat Appreciation Night
  • Besok, Choir Competition 2018 digelar
  • Contact Us
  • Crew
    • Abu Nadzib
    • Ardi Sardjono
    • Avrilia Wahyuana
    • Damar Sri Prakosa
    • Fira Maghfirani
    • Ika Wibowo
    • Indra Saputra
    • Iwan Buwono
    • Noer Atmaja
    • Rachmad Agunanto
    • Senja Kurnia
    • Suwarmin
    • Wahyu Panji
  • Index
  • Jadwal Acara
Radio Solopos FM
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
Radio Solopos FM
No Result
View All Result
Home News

Perumda Air Minum Toya Wening Kota Solo Siapkan Langkah Antisipasi Kekeringan

Fitriana Afifaturahmah

Abu Nadzib by Abu Nadzib
3 July 2026
in News
0
Perumda Air Minum Toya Wening Kota Solo Siapkan Langkah Antisipasi Kekeringan

Direktur Teknik Perumda Air Minum Toya Wening Kota Solo, Sarwoko Priyo Saptono (kiri), memaparkan strategi mitigasi kekeringan dan upaya menjaga layanan air bersih menjelang musim kemarau dalam Talkshow Selasar UMKM di Radio Solopos, Senin (29/6/2026). (Radio Solopos)

Radio Solopos, SOLO — Perumda Air Minum Toya Wening Kota Solo menyiapkan sejumlah langkah mitigasi untuk menghadapi musim kemarau dan potensi kekeringan pada tahun ini.

Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan penyediaan air bersih bagi masyarakat tetap terjaga.

Direktur Teknik Perumda Air MinumToya Wening Kota Solo, Sarwoko Priyo Saptono, mengatakan bahwa mereka telah menyiapkan berbagai strategi, terutama pada tiga instalasi pengolahan air yang berada di Semanggi, Jurug, dan Jebres.

“Dalam menghadapi mitigasi risiko kekeringan, kami memanfaatkan sistem pengolahan yang ada di Semanggi serta dukungan dari SPAM Regional Wosusokas yang sumber airnya berasal dari Waduk Gajah Mungkur,” ujar Sarwoko dalam talkshow Selasar Radio Solopos pada Senin, (29/6/26).

Selain itu, Perumda Air Minum Toya Wening juga berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terkait pemetaan area yang beresiko terjadi kekeringan.

Pihaknya menyiapkan titik-titik pengambilan air yang dapat dimanfaatkan jika terjadi kondisi darurat.

Kualitas Air

Di sisi lain, perusahaan tetap menjaga kualitas air baku yang dipengaruhi oleh meningkatnya limbah saat musim kemarau.

Sarwoko menjelaskan pihaknya menggunakan bak pengolahan lumpur untuk mengendapkan partikel dan polutan sebelum air masuk ke tahap pengolahan utama.

“Ketika musim kemarau panjang, limbah biasanya meningkat sehingga kami melakukan pencampuran dan pengendapan menggunakan lumpur untuk mengurangi polutan sebelum air diolah,” jelasnya.

Untuk menjaga kelancaran distribusi air, Perumda Air Minum Toya Wening tengah mengembangkan sistem District Meter Area (DMA) yang memungkinkan pengelolaan distribusi dilakukan lebih terukur dari instalasi pengolahan hingga ke pelanggan.

Sarwoko menyebutkan wilayah utara Solo menjadi prioritas pengembangan layanan karena memiliki tantangan geografis berupa kontur tanah yang naik turun sehingga membutuhkan tekanan air lebih besar.

Seiring beroperasinya proyek SPAM Regional Wosusokas tahap pertama sejak Juni 2025, sebanyak delapan dari 14 sumur dalam di wilayah utara telah dihentikan operasinya.

Pada tahap kedua yang ditargetkan mulai berjalan pada triwulan ketiga 2026, seluruh 14 sumur dalam tersebut direncanakan tidak lagi digunakan.

Kapasitas Suplai

“Kapasitas suplai dari Wosusokas mencapai 130 liter per detik pada tahap pertama dan akan meningkat menjadi 250 liter per detik bertahan hingga 2028 atau 2029. Kapasitas tersebut diharapkan mampu memenuhi kebutuhan pelanggan di wilayah utara Solo,” katanya.

Wilayah yang akan merasakan manfaat peningkatan layanan tersebut antara lain Mojosongo, Joglo, Banjarsari, serta nantinya diperluas hingga Kadipiro dan Nusukan.

Meski demikian, Sarwoko mengakui tantangan pelayanan masih cukup besar, khususnya di Solo Utara yang selama ini kerap mengalami keluhan air tidak mengalir akibat keterbatasan debit dan kondisi geografis.

Sementara itu, untuk wilayah tengah dan selatan Kota Solo, distribusi air masih mengandalkan sumber Mata Air Cokro Tulung serta instalasi pengolahan air di Jurug, Jebres, dan Semanggi.

Perumda Air Minum Toya Wening juga tengah mengevaluasi rencana penambahan pompa distribusi guna meningkatkan tekanan air, terutama untuk wilayah Solo Tengah dan Solo Selatan yang masih mengalami tekanan air rendah.

Selain peningkatan infrastruktur, perusahaan kini telah menerapkan sistem pengaduan pelanggan secara daring guna mempercepat penanganan keluhan masyarakat terkait layanan air bersih.

Tags: air bersih solopdam soloperumda air minumtoya weningSelasar Radio Solopos

Studio Streaming

Radio Streaming

Recent Posts

  • Asia Hotel Solo Tawarkan Paket Pernikahan Mulai Rp19 Juta
  • Perumda Air Minum Toya Wening Kota Solo Siapkan Langkah Antisipasi Kekeringan
  • Peserta JKN Capai 282,7 Juta Jiwa, Hampir Sentuh Jumlah Penduduk Indonesia
  • Gandeng Pemerintah Belanda, Pekalongan Upayakan Pengurangan Penggunaan Air Tanah
  • éL Hotel Yogyakarta–Malioboro Kembali Raih Tripadvisor Travelers’ Choice Award 2026

Category

  • Lifestyle
  • Opini
  • News
  • Program
  • Event
  • Podcast
  • Galery Foto

Site Links

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org
  • Copyright
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.