Radio Solopos, SOLO — UIN Walisongo Semarang terus memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi Islam yang mengintegrasikan ilmu umum dan ilmu agama.
Konsep ini menjadi pembeda sekaligus daya tarik utama kampus dalam mencetak lulusan unggul dan berkarakter.
Hal tersebut disampaikan oleh Ely Faozatun Ni’mah dan Astri Amanati Budiningtyas selaku perwakilan bagian Kerjasama, Kelembagaan dan Humas dari UIN Walisongo, dalam Talkshow Selasar pada siaran Radio Solopos, Rabu, (22/7/26).
Dalam kesempatan tersebut, Astri menekankan pentingnya keberanian melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Menurutnya, memilih UIN Walisongo merupakan langkah berani untuk meraih masa depan yang lebih baik.
“Keberanian bukan berarti tanpa rasa takut, melainkan berani mengambil keputusan terbaik untuk masa depan, UIN Walisongo melalui kualitas kurikulumnya memadukan konsep kesatuan ilmu pengetahuan dan ilmu agama.“ ujar Astri.
Akreditasi Unggul
Senada dengan hal tersebut, Ely menjelaskan bahwa UIN Walisongo menerapkan paradigma kesatuan ilmu pengetahuan dan agama pada seluruh proses pembelajaran.
Sebagai contoh, Program Studi Teknik Lingkungan memadukan ilmu lingkungan dengan konsep eko-teologi.
Sementara itu, Akuntansi dipadukan dengan Akuntansi Syariah, dan Hukum Syariah dalam mengkaji hukum berdasarkan nilai-nilai Islam.
Integrasi ini bertujuan membentuk lulusan yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga bermoral.
“Kita hidup bukan hanya untuk memenuhi prasyarat mencari kerja, melainkan menjadi generasi unggul dan manusia yang utuh,“ tegas Ely.
Komitmen kualitas tersebut dibuktikan dengan reputasi akademik kampus.
Saat ini, sekitar 67 % dari 56 program studi di UIN Walisongo telah meraih akreditasi Unggul.
Bahkan, kampus ini tengah mengikuti proses akreditasi internasional The Institute for Accreditation, Certification and Quality Assurance (ACQUIN) yang berpusat di Jerman untuk 38 program studinya.
Ekosistem Pendukung
Kualitas tersebut mendorong tingginya animo calon mahasiswa, termasuk dari wilayah Soloraya seperti Klaten, Boyolali, Sragen, Wonogiri, hingga Karanganyar.
Salah satu program studi yang paling diminati adalah Kedokteran, dengan jumlah pendaftar mencapai 700 hingga 800 orang untuk kuota sekitar 50 mahasiswa.
Selain Kedokteran, prodi favorit lainnya meliputi Manajemen Haji dan Umrah, Pendidikan Agama Islam, Akuntansi Syariah, Ilmu Hukum, serta Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI).
Untuk mendukung kegiatan belajar, UIN Walisongo dilengkapi laboratorium terpadu, laboratorium anatomi, laboratorium psikoterapi, mini bank, Bursa Efek, hingga Planetarium yang menjadi salah satu yang terbesar di Asia Tenggara.
Kampus ini juga merancang pembangunan rumah sakit pendidikan yang ditargetkan mulai dibangun pada 2027.
Guna membantu pendanaan studi, UIN Walisongo menyediakan berbagai skema beasiswa, seperti KIP-Kuliah, Beasiswa Indonesia Pintar (BIP), beasiswa prestasi, hingga bantuan dari mitra seperti Bank Indonesia, BSI, BRI, Djarum, dan pemerintah daerah.
“Beberapa beasiswa tidak hanya membiayai UKT, tetapi juga memberikan bantuan biaya hidup.“ pungkas Ely.
