Radio Solopos, KARANGANYAR – Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, Sumanto, mengajak masyarakat menjaga fungsi ekologis kawasan hulu melalui gerakan “Jogo Kali Merawat Bumi” di Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar.
Gerakan ini diwujudkan melalui aksi penanaman pohon di sekitar aliran sungai guna menjaga kelestarian sumber air dan mencegah bencana ekologis.
Kegiatan tersebut diikuti oleh ratusan warga yang terdiri atas relawan dan petani.
Sumanto turut menanam pohon bersama Anggota DPRD Kabupaten Karanganyar, Suyono, dan Kepala Desa Berjo, Dwi Haryanto, di kawasan yang menjadi penyangga sumber air bagi masyarakat.
“Alam telah memberikan begitu banyak manfaat kepada kita. Sudah menjadi tanggung jawab bersama untuk merawatnya. Menjaga sungai berarti menjaga sumber kehidupan,” kata Sumanto, belum lama ini.
Kelestarian
Menurut Sumanto, gerakan “Jogo Kali Merawat Bumi” rutin digelar di Kabupaten Karanganyar sebagai upaya berkesinambungan menjaga kelestarian kawasan hulu.
Kawasan Desa Berjo dikenal memiliki sumber air melimpah yang tidak hanya mendukung sektor pertanian setempat, tetapi juga menjadi penyuplai air bagi sejumlah wilayah di dataran rendah.
Oleh karena itu, kelestarian vegetasi di sekitar aliran sungai dinilai menjadi faktor krusial.
Pohon yang ditanam diharapkan mampu memperkuat daya serap tanah terhadap air hujan, menjaga cadangan air tanah, sekaligus mengurangi risiko erosi dan longsor.
Terkait hal tersebut, Sumanto menyebut sebagian pohon sengaja ditanam di lahan kritis.
“Tadi penanaman juga kita lakukan di tanah yang mulai terkikis dan terancam longsor. Ancaman longsor ini menjadi salah satu masalah di wilayah perbukitan,” ujarnya.

Perawatan
Anggota DPRD Kabupaten Karanganyar, Suyono, mengapresiasi gerakan yang dipelopori oleh Sumanto tersebut.
Menurutnya, ketersediaan air yang terjaga akan mendukung produktivitas pertanian, terutama komoditas sayuran yang menjadi andalan ekonomi masyarakat setempat.
Ia menegaskan bahwa penanaman pohon harus selalu diikuti dengan perawatan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Setelah penanaman, yang tak kalah penting adalah merawat pohon-pohon ini agar bisa tumbuh besar. Saya juga meminta agar pohon yang sudah besar tidak ditebang, biar terus lestari dan memberikan manfaat,” katanya.
Sebagai penutup, Sumanto berharap gerakan penanaman pohon ini dapat membudaya di tengah masyarakat.
Semakin banyak pohon yang ditanam dan dirawat, semakin besar pula peluang untuk menjaga keseimbangan alam serta memastikan ketersediaan sumber air bagi generasi mendatang.
