Radio Solopos, SURAKARTA — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Lawu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, masih meluas hingga Senin (19/10/2026) malam. Seluruh jalur pendakian tetap ditutup untuk mengantisipasi risiko kebakaran dan menjaga keselamatan masyarakat.
Diberitakan Solopos, Senin (19/10/2026), kebakaran yang melanda kawasan lereng Gunung Lawu masih menjadi perhatian petugas. Penutupan jalur pendakian diberlakukan agar masyarakat tidak memasuki kawasan hutan yang terdampak kebakaran.
Sebelumnya, kebakaran di lereng Gunung Lawu juga terjadi di wilayah Magetan, Jawa Timur. Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Lawu Ds menutup jalur pendakian melalui Cemoro Sewu sejak 14 September 2026 setelah kebakaran meluas hingga wilayah Kabupaten Ngawi.
Diberitakan ANTARA, Rabu (16/9/2026), penutupan dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap risiko keselamatan pendaki. Saat itu, meskipun titik api di wilayah Magetan telah padam, kebakaran dilaporkan meluas ke kawasan hutan di Ngawi.
Penanganan kebakaran membutuhkan koordinasi petugas dari berbagai unsur, termasuk Perhutani, BPBD, TNI-Polri, relawan, dan masyarakat. Upaya pemadaman serta pemantauan dilakukan untuk mengendalikan api dan mencegah kebakaran meluas ke area lain.
Penutupan jalur pendakian juga menjadi langkah penting untuk menghindari pendaki terjebak di kawasan terdampak. Masyarakat dan calon pendaki diimbau mematuhi ketentuan yang berlaku serta menunggu pengumuman resmi sebelum melakukan pendakian.
Hingga Senin (19/10/2026) malam, jalur pendakian Gunung Lawu masih ditutup seiring perkembangan kebakaran yang belum terkendali sepenuhnya.














