• About Us
    • Copyright
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
  • Accor Hotels Solo helat Appreciation Night
  • Besok, Choir Competition 2018 digelar
  • Contact Us
  • Crew
    • Abu Nadzib
    • Ardi Sardjono
    • Avrilia Wahyuana
    • Damar Sri Prakosa
    • Fira Maghfirani
    • Ika Wibowo
    • Indra Saputra
    • Iwan Buwono
    • Noer Atmaja
    • Rachmad Agunanto
    • Senja Kurnia
    • Suwarmin
    • Wahyu Panji
  • Index
  • Jadwal Acara
Radio Solopos FM
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
Radio Solopos FM
No Result
View All Result
Home News

GOOGLE DOODLE: Selamat Ulang Tahun, Pram

Redaksi by Redaksi
7 February 2017
in News
0
GOOGLE DOODLE: Selamat Ulang Tahun, Pram

SoloposFM–Nama Pramoedya Ananta Toer atau yang akrab disapa Pram sudah tidak asing di kalangan pecinta sastra. Karya-karyanya selalu penuh dengan filosofi dan sejarah serta telah memenangkan berbagai penghargaan sastra di luar negeri.

Penulis kelahiran Blora 6 Februari 1925 ini diperingati hari ini lewat Google  doodle yang menyajikan gambar Pram yang tengah mengetik.

Gambar Pram itu awalnya statis alias tidak bergerak. Namun begitu tombol play ditekan, maka karakter Pram akan terlihat bergerak mengetik di mesin ketik. Tekan lagi, maka tampillah beragam informasi mengenai Pram.

Pram yang meninggal pada 30 April 2006, telah melahirkan banyak karya besar seperti tetralogi Buru, yang merupakan novel yang terdiri dari empat judul, yaitu Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah, dan Rumah Kaca.

Bukan hanya berhasil meraih banyak penghargaan internasional, Pram bahkan disebut-sebut pantas menjadi kandidat Nobel Sastra.

Dikutip dari detikcom, semasa hidupnya, Pram kerap mengkritik pemerintah dengan berbagai tulisannya, sehingga kerap bermasalah dengan penguasa. Maka sejak muda, Pram pun akrab dengan penjara.

Tercatat dia pernah ditahan pada tahun 1947-1949. Tahun 1965 hingga 1979, dia pun kembali ditahan di beberapa tempat seperti di penjara Jakarta, Tangerang, Nusakambangan, Magelang, Semarang dan Pulau Buru.

Meskipuan pada jaman dulu karya-karya Pram sempat dilarang, namun kini buku-bukunya dicetak ulang dan diburu kalangan pecinta sastra. Namanya juga telah diabadikan menjadi nama jalan di kota kelahirannya, Blora, Jawa Tengah.

[Dita Primera]

Tags: googlepramoedya ananta toersastradoodle

Studio Streaming

Radio Streaming

Recent Posts

  • Sumanto Dukung Warga Desa Paseban Kembangkan Pertanian dan Pariwisata
  • Chinalink Education Dukung Pelajar Solo Rebut Beasiswa Kuliah di Tiongkok Lewat Bahasa Mandarin
  • Daerah Mulai Krisis Air, Ketua DPRD Jateng Minta Pemerintah Antisipasi Dampak Kemarau
  • Bunda PAUD Pekalongan: Kecamatan dan Kelurahan Harus Mendukung Wajib Belajar 13 Tahun
  • DPRD Jateng: Literasi Digital Jadi Kunci Melindungi Anak

Category

  • Lifestyle
  • Opini
  • News
  • Program
  • Event
  • Podcast
  • Galery Foto

Site Links

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org
  • Copyright
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.