• About Us
    • Copyright
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
  • Accor Hotels Solo helat Appreciation Night
  • Besok, Choir Competition 2018 digelar
  • Contact Us
  • Crew
    • Abu Nadzib
    • Ardi Sardjono
    • Avrilia Wahyuana
    • Damar Sri Prakosa
    • Fira Maghfirani
    • Ika Wibowo
    • Indra Saputra
    • Iwan Buwono
    • Noer Atmaja
    • Rachmad Agunanto
    • Senja Kurnia
    • Suwarmin
    • Wahyu Panji
  • Index
  • Jadwal Acara
Radio Solopos FM
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
Radio Solopos FM
No Result
View All Result
Home News

Ancaman Omicron Dan Gelombang Ketiga, Epidemiolog UNS : Tak Perlu Panik! Waspada Dan Tetap 5M!

Redaksi by Redaksi
3 December 2021
in News
0
waspada omicron

sumber foto : freepik.com

SoloposFM, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengeluarkan peringatan kepada masyarakat untuk waspada terhadap varian baru Covid-19 yaitu Omicron. Omicron adalah varian terbaru dari virus corona penyebab Covid-19 yang baru saja diumumkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO.

Pertama kali ditemukan di Afrika Selatan, varian tersebut lebih mempengaruhi orang yang berusia 40 tahun atau lebih muda. Hampir setengah dari pasien dengan gejala Omicron yang dirawatnya juga belum divaksinasi. Keluhan klinis yang paling dominan adalah kelelahan yang parah selama satu atau dua hari, sakit kepala dan tubuh pegal-pegal.

Tonang Dwi Ardyanto dr. SpPK, PhD, Epidemiolog dari UNS dalam program Dinamika, Kamis (02/12/2021), mengungkapkan virus memang cenderung bermutasi. Namun mutasi tersebut tidak selalu menjadi varian yang lebih ganas.

Baca juga : Pemusnahan Ribuan Barang Milik Negara Oleh Bea Cukai Surakarta

 

“Harapannya mutasi menjadi tidak berbahaya. Meskipun mungkin penyebarannya akan lebih cepat daripaad Delta. Namun tingkat kematiannya semoga tidak tinggi,” ungkap Tonang.

 

Jangan Panik Tapi Waspada

 

Meskipun pemerintah belum mengonfirmasi kasus varian Omicron di Indonesia, menurutnya bukan berarti masyarakat bisa tenang dan abai dengan Protokol Kesehatan (Prokes). Justru dengan informasi penyebaran varian Omicron, masyarakat harus berhati-hati dan disiplin menerapkan Prokes supaya kasus merebaknya varian Delta pada Juli-Agustus lalu tidak terulang di libur Natal-Tahun Baru.

Ia meminta agar masyarakat tidak terlalu memikirkan tingkat keganasan varian Omicron namun tetap harus waspada. Yang terpenting bagi Tonang adalah mewaspadai tingkat penyebaran varian Omicron. Ia

mengharapkan agar Instalasi Gawat Darurat (IGD) di RS lebih siap bila sewaktu-waktu terjadi lonjakan kasus Covid-19 akibat varian Omicron. Ia tidak ingin pasien Covid-19 terlantar seperti Juli-Agustus lalu.

Lebih lanjut, ia justru menekankan penanganan Covid-19 difokuskan pada tingkat penyebarannya. Dengan demikian, penyebaran Covid-19 tetap terjaga, jumlah kasus tidak melonjak, fasilitas kesehatan tetap sanggup menampung sampai secara alami gelombang Covid-19 menurun.

Baca juga : Peredaran Daging Anjing Di Soloraya, DMFI Solo : Pemda Harus Tegas! Segera Bikin Perda Larangan Konsumsi Daging Anjing!

 

Untuk itu, Tonang meminta agar Pemerintah memastikan kedisiplinan masyarakat melaksanakan Prokes, membantu memisahkan sumber-sumber penularan dengan isolasi, merawat orang yang mengalami gejala Covid-19, dan melakukan vaksinasi.

“Harus tetap 5 M. Biasakan terus memakai masker, mencuci tangan, dan yang tak kalah penting adalah membatasi interaksi antara Indonesia dengan negara lain,” pungkas Tonang.

 

Opini Sobat Solopos

 

Sobat Solopos dalam program Dinamika, Kamis (02/12/2021), kompak mewaspadai varian Omicron ini.

 

 

Berikut sejumlah opini mereka :

 

“Gelombang mutasi varian baru virus yang berkembang di Afrika Selatan perlu kita waspadai dan antisipasi sedini mungkin. Harus ada proteksi perjalanan khususnya yang langsung dari Afrika yang masuk ke negara kita. Ini merupakan bagian dari pencegahan agar tidak terjadi lagi gelombang pandemi episode ke 3,” papar Ahmad Sanusi.

“Ulasan dr. Tonang bagus sekali dan wajib didengarkan dan diterapkan,” ungkap Ahmad.

“Prokes jangan kendor!” tulis Adi.

 

[Diunggah oleh Avrilia Wahyuana]

Tags: coronacovid 19awas jaga jarakcegah kerumunansetop penularan covid19soloposfm lawan covid 19omicronwaspada omicron

Studio Streaming

Radio Streaming

Recent Posts

  • HUT ke-120, Pemkot Pekalongan Gelar Perayaan Sederhana dengan Kegiatan Sosial
  • Studi Tiru Dekranasda Badung Perkuat Sinergi Pengembangan Batik Pekalongan
  • Sumanto Canangkan Program Jaga Kali Merawat Bumi, Tanam Pohon Penyimpan Air di Sekitar Sungai
  • Ketua DPRD Jateng Sumanto Berharap Bedah LKPJ 2025 Hasilkan Rekomendasi Konkret dan Terukur
  • Wakil Wali Kota Solo Sosialisasikan Pembatasan Plastik Sekali Pakai di NEO Solo Grand Mall

Category

  • Lifestyle
  • Opini
  • News
  • Program
  • Event
  • Podcast
  • Galery Foto

Site Links

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org
  • Copyright
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.