• About Us
    • Copyright
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Crew
    • Ardi Sardjono
    • Fira Maghfirani
    • Hadiyawan Arto Buwono
    • Ika Wibowo
    • Indra Saputra
    • Noer Atmaja
    • Rachmad Agunanto
    • Senja Kurnia
    • Wahyu Panji
  • Index
  • Jadwal Acara
Radio Solopos FM
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
Radio Solopos FM
No Result
View All Result
Home News

Asal Mula Es Gempol Pleret Khas Sukoharjo, Terkenal sampai Jepara dan Semarang

Avrilia Wahyuana by Avrilia Wahyuana
1 April 2022
in News
0
Asal Mula Es Gempol Pleret Khas Sukoharjo, Terkenal sampai Jepara dan Semarang

Segarnya Es Gempol Pleret (masakapahariini.com)

SoloposFM, Warga Solo Raya pasti akrab dengan jajanan pinggir jalan yang satu ini. Yups, es gempol pleret. Tapi Sobat Solopos tahu nggak? Minuman ini berasal dari mana? Ada yang menyebut es gempol pleret ini khas Sukoharjo, tetapi ada juga yang bilang minuman ini berasal dari Jepara loh.

Es gempol pleret biasanya disajikan di dalam mangkuk. Selain kuah santan yang diberi tambahan es batu nan segar, kamu bisa menemukan gula halus di bagian dasar, beberapa butir gempol dan pleret. Dua isian khas minuman ini yang membuatnya terkenal dan disukai banyak orang.

Baca juga: Persoalan Parkir Kota Solo, Dishub Solo : Tarif Parkir Bukan Seperti Sembako, Tak Boleh Naik Kala Lebaran!

Pembuatan Gempol dan Pleret

Mengutip dari Tradisinesia, gempol dan pleret terbuat dari tepung beras. Gempol memiliki bentuk bulat sementara pleret memiliki bentuk pipih dengan warna merah muda atau hijau muda. Keduanya memiliki rasa hambar sehingga sebaiknya kamu memakannya dengan kuah santan yang gurih dan manis.

Macam-macam isian es gempol pleret (Foodnesia)

Untuk membuat gempol, tepung beras direndam dan kemudian dibentuk menjadi bulatan kecil. Barulah bulatan ini kemudian dikukus ya, Sob.

“Gempol itu diambil dari kata jempol, karena pembuatannya pakai jari-jari tangan,” ungkap penjual es gempol pleret di Laweyan, Solo, Jawa Tengah, Suharto.

Sementara itu, pleret dibuat dengan cara yang berbeda meski sama-sama dibuat dari tepung beras. Soalnya, adonannya diberi tambahan pewarna makanan. Adonan berbentuk bulatan yang sudah dikukus kemudian dipelintir sehingga bentuknya menjadi seperti kelopak bunga.

Asal dari Sukoharjo atau Jepara?

Warga Jepara mengklaim es gempol pleret berasal dari wilayahnya. Di sini, Sobat Solopos bisa menemukan penjual es gempol dengan mudah di pinggir jalan, di pasar, atau bahkan di sentra-sentra kuliner Jepara. Rasanya yang segar cocok dinikmati di kabupaten yang terkenal panas karena lokasinya berbatasan langsung dengan Laut Jawa.

Namun Sob, ada yang menyebut minuman ini berasal dari wilayah Solo Raya, tepatnya dari Sukoharjo. Hal ini diungkap Kepala Desa Karangwuni, Kecamatan Polokarto, Sukoharjo, Ateng Hartono. Dia menjelaskan kalau pada 1970-an, banyak warga Desa Karangwuni merantau ke Semarang untuk berdagang es gempol pleret.

Baca juga: Intip Surga Bawah Laut Milik Pulau Wangi-Wangi Yuk, Sob!

“Awalnya itu jualan di desa. Lalu ada yang merantau hingga ke Semarang dan jualan di sana,” ujar Ateng (21/3/2022).

Kini Sob, ada 9 keluarga di Desa Karangwuni yang jadi produsen gempol pleret yang jadi rebutan para penjual minuman ini. Salah satunya adalah Widodo yang mewarisi pabrik dari kakek buyutnya.

“Es gempol pleret itu ya minuman asli Solo Raya, bukan dari Semarang,” ucap Widodo dengan penuh keyakinan.

Dari mana pun asalnya, Sobat Solopos pasti suka dengan es gempol pleret yang memanjakan lidah ini kan?

Tags: solo rayaJEPARAsemarangsukoharjoEs Gempol Pleret

Studio Streaming

Radio Streaming

Recent Posts

  • Mangkunegaran Gelar Dhaup Ageng Gusti Sura pada November
  • Pernikahan di Jogja Menurun, Kemenag Tegaskan Biaya Nikah Sesuai Ketentuan
  • Pemkot Magelang Perkuat Pengelolaan Data Kependudukan
  • Menatap Layar Terlalu Lama, Mata Bisa Lelah hingga Sakit Kepala
  • Mercure Solo Gelar Workshop Upcycling Batik dan Yoga Berkain

Category

  • Lifestyle
  • Opini
  • News
  • Program
  • Event
  • Podcast
  • Galery Foto

Site Links

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org
  • Copyright
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.