• About Us
    • Copyright
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
  • Accor Hotels Solo helat Appreciation Night
  • Besok, Choir Competition 2018 digelar
  • Contact Us
  • Crew
    • Abu Nadzib
    • Ardi Sardjono
    • Avrilia Wahyuana
    • Damar Sri Prakosa
    • Fira Maghfirani
    • Ika Wibowo
    • Indra Saputra
    • Iwan Buwono
    • Noer Atmaja
    • Rachmad Agunanto
    • Senja Kurnia
    • Suwarmin
    • Wahyu Panji
  • Index
  • Jadwal Acara
Radio Solopos FM
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
Radio Solopos FM
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Bertahan 10 Tahun, eSAJe Sikop Kelola 800 Kostum Tematik dan Layani Pesanan hingga ke Luar Kota

Mazaya Zahrah

Abu Nadzib by Abu Nadzib
7 April 2026
in Lifestyle, News, Event
0
Bertahan 10 Tahun, eSAJe Sikop Kelola 800 Kostum Tematik dan Layani Pesanan hingga ke Luar Kota

Pelaku UMKM Esaje Sikop, Anitasari (kiri), membahas peluang dan tantangan dalam mengembangkan usaha berbasis lokal

Radio Solopos, SOLO — Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di bidang persewaan kostum tematik di Kota Solo, eSAJe Sikop, mampu bertahan hingga satu dekade dengan koleksi mencapai sekitar 800 kostum.

Usaha tersebut melayani penyewaan hingga luar kota dan berbagai kebutuhan acara, mulai dari perlombaan hingga fashion show.

Owner eSAJe Sikop, Anitasari, mengatakan usaha tersebut bermula dari kebutuhan pribadi ketika anaknya yang berprofesi sebagai model memiliki banyak kostum yang tidak terpakai.

“Untuk awalnya dulu itu kebetulan anak saya salah satunya kan model. Jadi baju itu kan numpuk-numpuk terus kan ada teman yang pinjam-pinjam, kenapa tidak disewakan. Akhirnya ya mulai disewakan, membesar, banyak ide-ide yang saya ingin bikin sendiri. Jadi banyak untuk perlombaan seperti itu terus membesar-membesar yang tidak terasa dari hobi dijalani ya malah jadinya bisa menghasilkan. Tanpa disadari malah udah 10 tahun juga,” jelasnya dalam talkshow Selasar UMKM Radio Solopos, Senin (6/3/2026).

Dibuat Mandiri

Seiring waktu, usaha tersebut berkembang dari sekadar penyewaan menjadi produksi kostum tematik yang dibuat secara mandiri.

Anita mengaku seluruh proses, mulai dari desain hingga jahit, dikerjakan sendiri sejak awal merintis usaha.

Ia menjelaskan, kostum yang disediakan memiliki konsep tematik dan bersifat terbatas (limited), sehingga setiap model dibuat berbeda.

“Kebanyakan kostum tematik dan tidak ada yang sama. Jadi memang mengedepankan kreativitas,” katanya, belum lama ini.

Saat ini, koleksi kostum eSAJe Sikop mencakup berbagai tema, seperti budaya dan karnaval.

Salah satu koleksi yang menonjol adalah kostum Imlek yang jumlahnya mencapai sekitar 50 set. Selain itu, tersedia pula kostum adat, pesta, hingga kebutuhan wedding.

Dalam perjalanannya, Anita pernah mengerjakan pesanan untuk ajang Solo Batik Carnival dengan tema jambu mete dari Wonogiri.

Proses pembuatan kostum tersebut memakan waktu hampir satu bulan, terutama karena kesulitan mencari bahan batik yang sesuai tema.

“Kesulitannya di bentuk dan bahan. Mencari batik dengan tema jambu mete itu tidak mudah,” ujarnya.

Tak hanya itu, ia juga pernah membuat kostum bertema Natal dengan tambahan lampu (lighting) yang memerlukan pengujian teknis berhari-hari.

Kostum tersebut merupakan kostum pertama yang menggunakan inovasi lighting se-Jawa Tengah.

Dari sisi pemasaran, eSAJe Sikop melayani penyewaan hingga luar daerah, seperti Tangerang, Surabaya, dan Pacitan.

Pelanggan umumnya berasal dari kebutuhan lomba modeling, pertunjukan, hingga acara komunitas.

Untuk tarif, Anita menyebut harga sewa kostum berkisar mulai Rp175.000 hingga lebih dari Rp1.000.000, tergantung jenis dan tingkat kerumitan.

Layanan tambahan seperti sepatu dan rias (make up artist/MUA) juga tersedia dengan biaya terpisah.

Dalam menjaga kualitas, setiap kostum yang selesai digunakan langsung melalui proses pencucian dan penyimpanan khusus.

Namun, tantangan tetap ada, terutama pada perawatan aksesoris seperti sepatu yang rentan rusak akibat faktor cuaca.

Jadi Inspirasi

Selain itu, Anita mengakui tantangan lain datang dari sisi kreativitas dan potensi peniruan desain.

Ia bahkan tengah mengupayakan perlindungan hak kekayaan intelektual (HAKI) untuk karyanya.

“Kadang ada desain yang mirip di lomba. Di satu sisi senang jadi inspirasi, tapi juga jadi tantangan untuk terus kreatif,” katanya.

eSAJe Sikop berlokasi di Jalan Tejonoto 3, Kelurahan Danukusuman, Kecamatan Serengan, Solo. Usaha ini melayani pelanggan dari berbagai usia, mulai anak-anak usia tiga tahun hingga dewasa.

Dalam waktu dekat, eSAJe Sikop akan terlibat dalam acara Kartinian di salah satu pusat perbelanjaan di Solo tepatnya di The Park Mall Solo sebagai bagian dari kegiatan fashion show.

Anita menambahkan, ide desain kerap muncul menjelang tenggat waktu produksi, karena menyesuaikan tema acara yang bersifat musiman, seperti Imlek, Valentine, hingga peringatan Hari Kemerdekaan.

“Biasanya ide justru muncul saat mendekati waktu pelaksanaan. Tapi itu yang memacu kreativitas,” ujarnya.

Tags: kostum batikUMKM Solopenyewaan kostumeSAJe sikopkostum tematik

Category

  • Lifestyle
  • Opini
  • News
  • Program
  • Event
  • Podcast
  • Galery Foto

Site Links

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org
  • Copyright
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.