• About Us
    • Copyright
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
  • Accor Hotels Solo helat Appreciation Night
  • Besok, Choir Competition 2018 digelar
  • Contact Us
  • Crew
    • Abu Nadzib
    • Ardi Sardjono
    • Avrilia Wahyuana
    • Damar Sri Prakosa
    • Fira Maghfirani
    • Ika Wibowo
    • Indra Saputra
    • Iwan Buwono
    • Noer Atmaja
    • Rachmad Agunanto
    • Senja Kurnia
    • Suwarmin
    • Wahyu Panji
  • Index
  • Jadwal Acara
Radio Solopos FM
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
Radio Solopos FM
No Result
View All Result
Home News

Buntut Adu Mulut saat Penggeledahan, DPR akan Panggil Pimpinan KPK

aan by aan
18 January 2016
in News
0
Buntut Adu Mulut saat Penggeledahan, DPR akan Panggil Pimpinan KPK

Solopos.com, JAKARTA — Ketua DPR Ade Komarudin mengatakan bahwa DPR akan mengundang Kapolri dan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Keputusan ini hanya beberapa hari setelah penyidik KPK menggeledah beberapa ruang anggota DPR yang diwarnai protes Wakil Ketua DPR dari Fraksi PKS, Fahri Hamzah.

Undangan tersebut merupakan salah satu hasil rapat internal antara pimpinan DPR dengan seluruh pimpinan dan sekretaris fraksi di DPR pada Senin (18/1/2016). Disamping itu, adanya undangan tersebut juga berkaitan erat dengan insiden adu mulut antara wakil pimpinan DPR Fahri Hamzah dengan ketua tim penyidik KPK AKBP HM Christian.

Ade mengatakan DPR akan mengundang pihak—pihak tersebut pekan depan untuk mengklarifikasi proses penggeledahan terhadap ruang kerja anggota DPR yang dilakukan oleh tim penyidik KPK. Ade juga menambahkan, DPR akan mengundang panglima TNI beserta kepala Badan Intelijen Negara (BIN) dan Kapolri untuk membicarakan standar pengamanan kompleks MPR, DPR dan DPD sebagai obyek vital negara.

Di hadapan awak media, politikus Golkar tersebut sangat menyayangkan tindakan aparat KPK. Saat melaksakan penggeledahan terhadap ruang kerja anggota DPR, kata dia, tim penyidik KPK menggunakan aparat keamanan yang dilengkapi dengan senjata laras panjang tanpa menghiraukan peraturan perundang-undangan dan etika hubungan antarlembaga.

Ade beralasan bahwa kompleks parlemen Ini merupakan kantor para wakil rakyat, yang mana terdiri dari 560 orang yang dipilih oleh rakyat Indonesia. Ade juga menambahkan bahwa kompleks parlemen merupakan simbol demokrasi di Indonesia yang berjalan dengan baik, oleh karenanya tidak boleh dicorengi oleh senjata laras panjang yang menjadi ornamen kepolisian.

Pendapat berbeda diungkapkan anggota PAW Fraksi PDIP< Eva Kusuma Sundari. Eva menganggap bahwa tindakan penyidik KPK yang membawa sekelompok personel Brimob bersenjatakan laras panjang terkesan mengada-ada. Tapi dia meminta agar DPR tidak resiten dan mau bekerja sama baik dengan KPK. Menurutnya, harus ada kesepahaman antara KPK yang telah memiliki SOP dan juga DPR yang memiliki peraturan tersendiri. “Saya juga setuju bahwa Brimob membawa laras panjang masuk dalam kompleks parlemen itu seperti mengada-ada, tapi DPR juga perlu bekerja sama jangan kemudian resisten. Kalau memang mereka bertugas melakukan penggeledahan ya mungkin komprominya boleh silakan, tapi Brimobnya keluar dan penggeledahan berlangsung. Enggak perlu lah mengusir yang membuat tim penyidik KPK tidak bisa melaksanakan tugas karena ditolak,” ujar Eva. KPK menggeledah ruangan milik tiga anggota DPR, yakni Damayanti Wisnu Putranti anggota Komisi V Fraksi PDIP, Budi Supriyanto dari Fraksi Golkar, dan Yudi Widhiana dari Fraksi PKS di Gedung DPR, Jumat (15/1/2016). Penggeledahan ini dilakukan untuk menelusuri dugaan suap yang melibatkan anggota DPR dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK sebelumnya. Pelaksana Harian Kabiro Humas KPK, Yuyuk Andriati Iskak, mengatakan dari hasil penelusuran tersebut pihaknya berhasil memgamankan sejumlah dokumen yang diduga terkait dengan kasus suap tersebut.

Tags: operasi tangkap tangankpk vs dprpenggeledahan kpkade komarudin

Studio Streaming

Radio Streaming

Recent Posts

  • Dorong UMKM Naik Kelas, Pemkot Pekalongan Fasilitasi Sertifikasi Halal
  • Samsat Sukoharjo Perkuat Sinergi Layanan dan Genjot Kepatuhan, Targetkan 80% Warga Taat Pajak 
  • Wakil Wali Kota Pekalongan Ajak ASN Terapkan Gaya Hidup Hemat Energi
  • LCCM 2026 Solo Hadir dengan Sistem Baru, Tekankan Uji Mental dan Kecepatan Siswa
  • 49 CPNS Resmi Jadi PNS, Wali Kota Pekalongan: Kinerja Harus Bagus!

Category

  • Lifestyle
  • Opini
  • News
  • Program
  • Event
  • Podcast
  • Galery Foto

Site Links

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org
  • Copyright
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.