Radio Solopos, SOLO — Bisnis kuliner dengan target pasar mahasiswa masih dinilai menjanjikan di Kota Solo.
Peluang itu dimanfaatkan Flavfour Hot Spicy Chicken dengan menghadirkan konsep makanan cepat saji bercita rasa pedas yang menyasar mahasiswa di kawasan kampus Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dan Universitas Sebelas Maret (UNS).
General Manager Flavfour Hot Spicy Chicken, Arsyad Alawiansyah, mengatakan usaha tersebut lahir dari semangat kewirausahaan yang sudah ditanamkan keluarga sejak kecil.
Meski orang tuanya berlatar belakang pendidikan, keluarganya juga menjalankan usaha retail minimarket.
“Dari kecil kami memang diajarkan bekerja keras dan berwirausaha. Waktu kuliah juga sudah mencoba banyak usaha, mulai dari jualan makanan sampai sablon kaus,” ujarnya dalam talkshow Selasar UMKM di Radio Solopos, belum lama ini.
Arsyad yang merupakan alumni Fakultas Peternakan Universitas Sebelas Maret itu mengaku memilih bidang food and beverage (F&B) karena memiliki perputaran bisnis yang cepat dengan pasar yang terus beregenerasi.
“Target kami mahasiswa. Selama kampus masih berkembang, pasar akan terus ada,” katanya.
Menurut Arsyad, pemilihan lokasi menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan usaha kuliner berbasis mahasiswa. Saat ini Flavfour memiliki dua outlet yang berada di kawasan dekat kampus UMS dan UNS.
“Posisi menentukan prestasi. Kami survei dulu titik kumpul mahasiswa, jalur lalu-lalang, sampai area yang potensial untuk usaha,” ujarnya.
Konsep Ayam Pedas
Flavfour mengusung konsep ayam pedas dengan racikan bumbu khas sebagai identitas utama.
Seluruh menu ayam disajikan dengan cita rasa pedas, namun pelanggan tetap dapat menyesuaikan tingkat kepedasan melalui berbagai pilihan saus seperti sambal bawang, lava, barbeque, hingga saus korea.
Selain mengandalkan menu pedas, Flavfour juga menawarkan konsep harga terjangkau bagi mahasiswa. Salah satu daya tarik yang dikenal pelanggan adalah konsep “free es teh nasi tiga”.
“Kalau mahasiswa ingatnya itu free es teh, nasi tiga. Itu menjadi salah satu nilai yang melekat di Flavfour,” katanya.
Meski menyasar pasar mahasiswa dengan harga terjangkau, Arsyad menegaskan kualitas produk tetap menjadi perhatian utama.
Untuk menjaga keberlangsungan usaha, Flavfour menerapkan empat pilar bisnis yakni keuangan, sumber daya manusia, operasional, serta pemasaran dan riset pengembangan.
Menurutnya, pengelolaan keuangan menjadi fondasi penting agar usaha tetap sehat dan mampu menjaga kualitas produk.
“Bisnis harus menguntungkan. Maka laporan keuangan, stok, bahan baku, sampai pemborosan harus benar-benar dipantau,” ujarnya.
Selain itu, Flavfour juga aktif memanfaatkan media sosial sebagai strategi pemasaran untuk menjangkau generasi muda.
Menurut Arsyad, tren digital sangat memengaruhi perilaku konsumsi mahasiswa dalam memilih makanan.
“Anak muda sekarang hampir semuanya mencari referensi makanan dari media sosial. Karena itu pemasaran digital penting sekali,” katanya.
Tak hanya melalui media sosial, Flavfour juga menyediakan layanan pesan antar melalui aplikasi daring dan layanan internal bernama Fladel atau Flavfour Delivery untuk menjangkau pelanggan di sekitar kawasan kampus.
Dalam pengembangan bisnis, Arsyad menilai inovasi menu dan pelayanan menjadi tantangan utama dalam industri F&B yang menyasar anak muda.
Berubah Cepat
Menurut dia, tren kuliner di kalangan generasi muda berubah sangat cepat sehingga pelaku usaha harus mampu beradaptasi.
“Kami harus terus belajar, mengikuti tren, dan menjaga pelayanan supaya tetap relevan dengan kebutuhan pelanggan,” ujarnya.
Di akhir talkshow, Arsyad juga membagikan tips bagi anak muda yang ingin memulai usaha, khususnya di bidang kuliner. Ia menilai calon pengusaha harus memiliki visi yang jelas, memahami target pasar, serta cepat menangkap peluang.
“Anak muda harus terus belajar dan berani mengambil peluang. Kecepatan membaca peluang itu penting dalam bisnis,” katanya.
