Radio Solopos, SOLO — Unit metalcore asal Indonesia, Sisi Selatan, resmi membuka babak baru perjalanan musik mereka dengan memperkenalkan Phopira sebagai vokalis dalam format kolaborasi bertajuk “Sisi Selatan with Phopira”.
Kehadiran penyanyi sekaligus konten kreator asal Bandung ini membawa warna baru pada karakter vokal band yang telah berdiri sejak 2008 tersebut.
Sebagai penanda awal kolaborasi, Sisi Selatan merilis Studio Live Session untuk lagu “Dipaksa Mati”, salah satu materi ikonik dari album perdana mereka, Mengecam Ambisi (2012).
Lagu tersebut dihadirkan ulang dengan pendekatan aransemen yang lebih modern dan agresif, menyesuaikan dengan karakter vokal Phopira yang kuat, ekspresif, dan penuh intensitas.

Dalam keterangan resminya, Minggu (21/12/2025), Sisi Selatan menyatakan kolaborasi ini menjadi langkah strategis sekaligus bentuk konsistensi Sisi Selatan dalam mengeksplorasi musik keras tanpa kehilangan identitas.
Band yang dikenal dengan pengaruh metalcore ala As I Lay Dying dan Lamb of God ini kembali menunjukkan keberanian untuk bertransformasi, sekaligus merespons dinamika perjalanan panjang mereka.
Sisi Selatan sendiri telah melalui berbagai fase penting dalam kariernya. Setelah merilis Mengecam Ambisi, mereka melanjutkan eksplorasi musikal lewat album kedua Time (2015), sejumlah single seperti Silent (2019) dan Rats (2023), hingga album kolaboratif Bhavitra yang dirilis pada November 2024.
Album Bhavitra menjadi tonggak penting dengan melibatkan sejumlah musisi lintas genre, memperkaya spektrum musikal Sisi Selatan.

Memasuki tahun 2025, perubahan besar terjadi ketika vokalis lama, Ronald Hutahaean, resmi mengundurkan diri. Kehadiran Phopira di penghujung tahun ini menjadi jawaban atas fase transisi tersebut, sekaligus membuka kemungkinan eksplorasi artistik yang lebih luas ke depan.
Dalam perjalanannya, Sisi Selatan juga dikenal aktif di berbagai panggung besar seperti Hammersonic, Hellprint, Jogjarockarta, Rock in Solo, hingga tur dan kolaborasi dengan band nasional maupun internasional.
Basis penggemar mereka yang solid, Metalliar, turut menjadi saksi evolusi band dari panggung komunitas hingga festival berskala nasional.
Rilis ulang “Dipaksa Mati” bersama Phopira bukan sekadar nostalgia, melainkan pernyataan bahwa Sisi Selatan masih berdiri teguh, relevan, dan siap melaju lebih keras di fase berikutnya.
Kolaborasi ini menandai awal cerita baru yang menjanjikan, sekaligus menguatkan posisi Sisi Selatan sebagai salah satu nama penting dalam skena metalcore Indonesia.
