Radio Solopos, SOLO — Rangkaian pelatihan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk guru-guru SMPN 9 Surakarta berlanjut dengan sesi praktik intensif bersama Damar Sri Prakoso, praktisi media sekaligus Business Manager Radio Solopos, Kamis (20/11/2025).
Pada sesi ini, para guru diajak untuk menerapkan langsung penggunaan ChatGPT dan Canva AI untuk membuat modul ajar, poster edukasi, infografik, serta media pembelajaran lainnya yang lebih kreatif dan interaktif.
Pelatihan dengan materi “Optimalisasi AI untuk Media Literasi” ini menjadi kelanjutan dari pengenalan dasar AI yang sebelumnya dipandu Master Trainer AI Ready ASEAN, Noer Atmaja.
Bila sesi sebelumnya fokus pada pemahaman konsep AI, maka sesi bersama Damar lebih menekankan praktik langsung dan produksi konten pembelajaran.
Dalam paparannya, Damar menjelaskan bahwa AI saat ini tidak hanya berperan sebagai alat otomatisasi, tetapi juga sebagai mesin kreativitas yang mampu membantu guru menyusun ide, membuat naskah pembelajaran, hingga memvisualisasikan materi dengan cepat.
“Guru tidak lagi memulai dari kertas kosong. Dengan ChatGPT, ide bisa dirumuskan dalam hitungan detik, dan dengan Canva AI visualnya langsung jadi. Waktu yang dulu habis untuk teknis, sekarang bisa dipakai untuk fokus pada pedagogi,” jelasnya.
Para guru diperkenalkan pada cara memberi prompt yang efektif di ChatGPT untuk menghasilkan konten seperti naskah penjelasan materi, struktur modul ajar, ringkasan konsep, hingga draf kuis atau lembar kerja siswa.

Setelah menghasilkan konten dari ChatGPT, para guru diarahkan untuk memindahkannya ke Canva AI. Damar menunjukkan cara memanfaatkan fitur desain otomatis agar materi tampak profesional.
Melalui Canva AI, guru dapat membuat poster visualisasi materi pembelajaran sesuai mata pelajaran yang diampu, infografik, slide presentasi, maupun konten literasi digital untuk variasi pembelajaran siswa.
“AI bukan menggantikan kreativitas guru. AI justru mempercepat proses kreatif, sehingga guru bisa menghasilkan materi menarik dengan effort yang jauh lebih ringan,” tambah Damar.
Di akhir sesi, setiap peserta difasilitasi untuk menyelesaikan minimal satu produk media literasi berbasis AI. Ini menjadi indikator kompetensi yang ingin dicapai sekolah dari rangkaian pelatihan.
“Dengan memahami media literasi berbasis AI, guru bisa membuka ruang pembelajaran yang lebih relevan dengan dunia siswa. Pendidikan harus bergerak mengikuti perubahan zaman,” ungkap Damar.
Kepala SMPN 9 Surakarta, Siti Latifah, menambahkan pelatihan ini menjadi bagian dari upaya SMPN 9 Surakarta dalam memperkuat transformasi digital dan meningkatkan kapasitas pendidik agar siap menghadapi perkembangan teknologi pembelajaran yang semakin cepat.
“Semua guru merasa senang, dapat pengalaman baru, dapat ilmu baru. Bahkan guru-guru yang senior pun antusias banget untuk belajar AI,” ujar Siti Latifah.
