• About Us
    • Copyright
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
  • Accor Hotels Solo helat Appreciation Night
  • Besok, Choir Competition 2018 digelar
  • Contact Us
  • Crew
    • Abu Nadzib
    • Ardi Sardjono
    • Avrilia Wahyuana
    • Damar Sri Prakosa
    • Fira Maghfirani
    • Ika Wibowo
    • Indra Saputra
    • Iwan Buwono
    • Noer Atmaja
    • Rachmad Agunanto
    • Senja Kurnia
    • Suwarmin
    • Wahyu Panji
  • Index
  • Jadwal Acara
Radio Solopos FM
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
Radio Solopos FM
No Result
View All Result
Home News

Kronologi Polemik Publikasi Makanan Nonhalal di Warung Bakso Remaja Gading Solo

Abu Nadzib by Abu Nadzib
4 November 2025
in News
0
bakso remaja gading non halal

Warung Bakso Remaja Gading di Solo. (Instagram@solofoodie)

Radio Solopos, SOLO — Beberapa waktu terakhir publik, khususnya Kota Solo, dihebohkan dengan publikasi makanan nonhalal di Warung Bakso Remaja Gading di Jl Veteran.

Kasus ini menuai polemik karena sang pemilik mengklaim semua bahan untuk memproduksi bakso dan mi ayam dibuat dari produk halal.

Dikutip dari Espos.id (Grup Radio Solopos), Selasa (4/11/2025), polemik label non-halal pada produk Bakso Remaja Gading Solo berawal dari berita acara Tim Monitoring Unit Usaha Kuliner Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surakarta pada Kamis (9/10/2025) yang viral di media sosial.

Dalam laporan resmi DKPP, Senin (3/11/2025) usaha kuliner bernama Bakso Remaja Gading yang berlokasi di kawasan Jl. Veteran, Joyosuran, Pasar Kliwon, Solo, tertulis menjual produk pangan jenis bakso mie ayam.

Hasil pemeriksaan menunjukkan produk tersebut dikategorikan nonhalal dan belum memiliki izin usaha maupun sertifikat halal.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Solo, Wahyu Kristina, menjelaskan berita acara itu dibuat berdasarkan self declare atau pernyataan mandiri oleh pelaku usaha tentang status kehalalan produknya.

Tim monitoring menyampaikan pertanyaan kepada pelaku usaha dengan jawaban sesuai hasil berita acara, salah satunya produk yang dijual nonhalal.

“Jadi, pertanyaan mengaku bahwa mengandung bahan non-halal. Nah, tetapi kan kami ada uji sampel dan sekarang belum jadi, hasilnya pekan ini keluar. Mudah-mudahan sudah keluar,” kata dia kepada wartawan di kompleks Keraton Solo, Senin (3/11/2025).

Guna menanggulangi keresahan warga, Pemkot Solo menutup sementara Warung Bakso Remaja Gading di Jl Veteran yang dilakukan Satpol PP mulai hari ini.

Sebelum ditutup, petugas Satpol PP Kota Solo menempelkan stiker nonhalal pada warung Bakso Remaja Gading sebagai tindaklanjut dari temuan monitoring.

Miskomunikasi

Sementara itu, anak pemilik Warung Bakso Remaja Gading Solo, Thirthania Laura Damayanthie, 22, menjelaskan, tempat milik keluarganya ditutup sampai pihaknya mengantongi sertifikasi halal dan hasil uji laboratorium dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Solo keluar.

Dia menjelaskan, cap non-halal itu muncul karena miskomunikasi antara sang ayah dengan petugas monitoring dari Pemkot Solo.

“Bapak saya waktu ditanya petugas salah ngomong. Bapak tuh enggak tahu bedanya halal sama nonhalal. Kondisi bapak lagi sakit, habis libur sepekan. Jadi kayak masih ngebleng-ngebleng gitu loh. Terus setelah itu bapak menjawabnya nonhalal. Padahal sebenarnya bahan-bahan yang kami pakai itu tuh halal semua. Benar-benar dari sapi semua, enggak ada B2-nya [daging babi]” jelasnya.

Menurutnya, tim dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Solo sudah mengambil sampel produk untuk diuji di laboratorium. Namun, dia tidak mengetahui pasti kapan sampel itu diambil. Dan sampai hari ini, hasil uji sampel itu belum dirilis.

Thirthania berharap masalah ini cepat selesai dengan keluarnya hasil uji laboratorium dan sertifikat yang menyatakan produk bakso dan mi ayam di warung Bakso Remaja Gading Solo dipastikan halal.

“Sedih, sedihlah pasti, sedih banget. Saya tuh takutnya ini loh. Kan karena warung saya tuh sudah dari dulu ya, sudah puluhan tahun. Pasti kan banyak pelanggan-pelanggan yang setia. Sampai pelanggannya punya cucu masih ke warung saya,” tandasnya.

Sertifikat Halal

Pemilik warung Bakso Remaja Gading di Jl Veteran, Solo, juga mengaku sudah mengurus sertifikat halal seiring dengan polemik cap non-halal pada produk yang dijual.

Thirthania mengaku pihaknya sedang mengurus sertifikasi halal sejak beberapa waktu lalu, namun belum keluar sampai sekarang.

“Sebenarnya kan kami sudah mengurus sertifikasi halal itu. Kami ke KUA buat, bikin baru lagi hari ini. Siapa tahu lebih cepat gitu keluarnya. Nah, nanti kalau sudah keluar kami bakal klarifikasi ke media,” jelasnya.

Sertifikat halal itu dibuat untuk menjaga kepercayaan pelanggan, menyusul beredarnya polemik yang menyebut produk di warung Bakso Remaja Gading Solo mengandung bahan pangan non-halal.

Tags: makanan nonhalalbakso remaja gading

Studio Streaming

Radio Streaming

Recent Posts

  • Podcast Pustaka Berbicara: LKKS Hadir, Kenali, Pahami, dan Kolaborasi
  • 120 Tahun Kota Pekalongan: Momentum Bertahan, Berbenah, dan Berkelanjutan
  • Ada Keterbasan Anggaran hingga Bencana, Pemkot Pekalongan Fokus Pelayanan dan Inovasi
  • HUT ke-120, Pemkot Pekalongan Gelar Perayaan Sederhana dengan Kegiatan Sosial
  • Studi Tiru Dekranasda Badung Perkuat Sinergi Pengembangan Batik Pekalongan

Category

  • Lifestyle
  • Opini
  • News
  • Program
  • Event
  • Podcast
  • Galery Foto

Site Links

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org
  • Copyright
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.