Radio Solopos, SOLO — Lomba Cerdas Cermat Museum (LCCM) 2026 yang diselenggarakan UPTD Museum Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta mendapat respons tinggi dari sekolah.
Meski pendaftaran masih dibuka hingga 24 April 2026, kuota peserta sudah hampir terpenuhi dengan 48 pendaftar dari kuota 50 sekolah.
Sesuai aturan, setiap sekolah hanya bisa mendaftarkan satu tim.
Kepala UPTD Museum Kota Surakarta, Bonita Rintyowati, mengatakan tingginya minat tersebut menunjukkan antusiasme pelajar terhadap edukasi museum sekaligus menjadi momentum memperkuat peran museum sebagai pusat pembelajaran.
“Kuota kami batasi 50 sekolah. Saat ini tinggal empat slot, padahal waktu pendaftaran masih cukup panjang,” ujarnya dalam talkshow Selasar di Radio Solopos, Rabu (8/4/2026).
Menurut Bonita, LCCM tahun ini mengusung tema Cerdas, Tangkas, dan Berbudaya dengan sejumlah pembaruan signifikan, terutama pada sistem seleksi.
Jika sebelumnya tahap penyisihan dilakukan melalui pengerjaan soal tertulis, kini seluruh tahapan menggunakan sistem cerdas cermat secara langsung.
Melatih Kecepatan
Perubahan ini bertujuan melatih kecepatan berpikir sekaligus mental peserta dalam menjawab soal di bawah tekanan.
“Evaluasi tahun lalu menunjukkan siswa kita unggul secara pengetahuan, tetapi kalah dalam kecepatan dan mental saat di tingkat provinsi. Karena itu, tahun ini sistemnya kami ubah agar lebih kompetitif,” katanya.
Pelaksanaan LCCM 2026 dijadwalkan berlangsung pada 12–13 Mei 2026. Tahap penyisihan akan dibagi menjadi dua grup, kemudian dilanjutkan babak final pada hari kedua.
Selain itu, panitia juga menambahkan kategori supporter terbaik untuk meningkatkan partisipasi dan semangat tim.
Dari sisi materi, komposisi soal disesuaikan dengan standar kompetisi tingkat provinsi dan nasional.
Sebanyak 40% materi berkaitan dengan permuseuman, 30% kebudayaan, dan 30% sejarah.
Materi yang diujikan pun beragam, mulai dari undang-undang museum, koleksi museum, hingga pengetahuan budaya seperti lagu daerah, makanan tradisional, dan rumah adat.
Bonita menambahkan, kisi-kisi soal telah dibagikan sejak Maret melalui Dinas Pendidikan agar sekolah memiliki waktu cukup untuk mempersiapkan peserta.
Persiapan tersebut juga melibatkan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) IPS untuk menyelaraskan materi dengan kurikulum sekolah.
Citra Museum
Selain mendorong prestasi siswa, LCCM menjadi bagian dari strategi UPTD Museum dalam mengubah citra museum yang selama ini dianggap membosankan.
Museum kini didorong menjadi ruang edukasi, ekonomi, sekaligus hiburan yang menarik bagi generasi muda.
“Harapannya siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kecintaan terhadap budaya. Dari situ, mereka bisa menjadi generasi yang memahami dan menjaga warisan budaya,” ujar Bonita.
Pemenang LCCM tingkat kota akan mewakili Surakarta ke tingkat provinsi, dengan peluang melaju ke tingkat nasional.
Dengan persiapan yang lebih matang dan sistem seleksi baru, UPTD Museum menargetkan wakil Solo mampu bersaing lebih kuat pada kompetisi tahun ini.
