• About Us
    • Copyright
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Crew
    • Ardi Sardjono
    • Fira Maghfirani
    • Hadiyawan Arto Buwono
    • Ika Wibowo
    • Indra Saputra
    • Noer Atmaja
    • Rachmad Agunanto
    • Senja Kurnia
    • Wahyu Panji
  • Index
  • Jadwal Acara
Radio Solopos FM
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
Radio Solopos FM
No Result
View All Result
Home News

Lokananta Rawat Arsip, Hidupkan Musik Indonesia

Fitriana Afifaturahmah

Redaksi Radio Solopos by Redaksi Radio Solopos
11 August 2026
in News
0
Lokananta Rawat Arsip, Hidupkan Musik Indonesia

Operations Manager Lokananta, In Magma (kiri), menjelaskan peran Lokananta sebagai destinasi cagar budaya musik Indonesia sekaligus ruang kolaborasi bagi musisi dan komunitas kreatif dalam Talkshow Selasar Radio Solopos, Rabu (29/7/2026). (Radio Solopos)

Radio Solopos, SOLO — Revitalisasi Lokananta tidak hanya mengubah wajah kawasan menjadi lebih tertata, tetapi juga memperkuat fungsinya sebagai pusat pelestarian musik Indonesia sekaligus ruang kreatif bagi masyarakat.

Operations Manager Lokananta, In Magma, mengatakan bahwa perubahan terbesar pascarevitalisasi tidak sekadar pada aspek fisik bangunan.

Lokananta kini menghadirkan pengalaman baru bagi pengunjung melalui sistem museum, pemandu wisata, hingga berbagai program publik.

“Orang datang ke Lokananta dari banyak pintu. Ada yang ingin belajar sejarah, ada yang datang karena acara, ada juga yang hanya ingin nongkrong. Pada akhirnya, kami ingin mereka mengenal musik dan sejarah Lokananta,” ujarnya dalam Talkshow Selasar Radio Solopos, Rabu (29/7/2026).

Ia mengakui, sebelum direvitalisasi, Lokananta lebih dikenal sebatas lokasi pertunjukan musik dan tempat penyimpanan koleksi piringan hitam yang pengelolaannya masih berjalan konvensional.

Kini, museum tersebut dilengkapi sistem tur yang dirancang agar pengunjung tidak hanya melihat koleksi, tetapi juga memahami cerita di balik setiap ruang dan arsip.

Sebagai informasi, Lokananta merupakan studio musik milik pemerintah tertua di Indonesia yang berdiri pada 1956.

Saat awal didirikan, Lokananta bertugas memproduksi piringan hitam guna mendistribusikan siaran Radio Republik Indonesia (RRI) ke berbagai daerah.

Arsip Musik

In Magma menilai warisan terbesar Lokananta bukan semata bangunan bersejarahnya, melainkan puluhan ribu arsip musik yang tersimpan di dalamnya.

Menurutnya, arsip musik mampu merekam perjalanan sosial, budaya, hingga kondisi ekonomi Indonesia pada setiap zaman.

“Musik bisa menceritakan kondisi ekonomi, geopolitik, hingga sosial masyarakat pada masa itu. Lokananta punya puluhan ribu arsip yang menceritakan Indonesia sejak era 1950-an,” katanya.

Oleh karena itu, Lokananta terus memperkuat upaya pengarsipan dan pendokumentasian setiap kegiatan agar dapat menjadi catatan sejarah di masa mendatang.

Ruang Kreatif

Selain menjaga koleksi lama, Lokananta memberi ruang bagi lahirnya karya-karya baru, salah satunya melalui program Bintang Muda Lokananta.

In Magma mengatakan antusiasme program ini terus meningkat, terlihat dari jumlah peserta yang melonjak dari 188 peserta pada tahun pertama menjadi 256 peserta pada tahun kedua.

Dari proses kurasi tersebut, dipilih lima musisi setiap tahunnya untuk masuk ke dalam album kompilasi.

Lokananta juga aktif membuka ruang kolaborasi dengan komunitas dan pelaku ekonomi kreatif.

Berbagai agenda seperti konser, diskusi publik, pameran, hingga program komunitas rutin digelar untuk memperluas manfaat kawasan.

In Magma menyebutkan bahwa hampir 70 persen musisi yang tampil di Lokananta merupakan talenta lokal.

Aktivitas kreatif di kawasan ini bahkan berlangsung hampir dua hari sekali sehingga turut menggairahkan roda ekonomi kreatif setempat.

“Hal ini tentu memberikan dampak nyata. Kami membuka peluang dan platform baru bagi musisi lokal maupun komunitas untuk berkarya,” tegasnya.

Ia menambahkan, Lokananta sangat terbuka terhadap berbagai gagasan baru.

Setiap komunitas dipersilakan mengajukan konsep kegiatan yang nantinya dikurasi berdasarkan kualitas program, sasaran, serta manfaatnya bagi publik.

Melalui pendekatan tersebut, Lokananta berkomitmen untuk terus menjadi hub budaya berbasis musik yang tidak hanya merawat sejarah, tetapi juga terus melahirkan karya baru bersama masyarakat.

Tags: arsip musik indonesiawisata soloCagar BudayalokanantaSelasar Radio Solopos

Studio Streaming

Radio Streaming

Recent Posts

  • Mangkunegaran Gelar Dhaup Ageng Gusti Sura pada November
  • Pernikahan di Jogja Menurun, Kemenag Tegaskan Biaya Nikah Sesuai Ketentuan
  • Pemkot Magelang Perkuat Pengelolaan Data Kependudukan
  • Menatap Layar Terlalu Lama, Mata Bisa Lelah hingga Sakit Kepala
  • Mercure Solo Gelar Workshop Upcycling Batik dan Yoga Berkain

Category

  • Lifestyle
  • Opini
  • News
  • Program
  • Event
  • Podcast
  • Galery Foto

Site Links

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org
  • Copyright
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.