Radio Solopos, SOLO — Rombongan mahasiswa Himpunan Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia (Himadiksi) Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jenderal Soedirman (FIB Unsoed) Purwokerto mengunjungi kantor Solopos Media Group di Griya Solopos, Solo, Sabtu (29/11/2025).
Kunjungan ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Himadiksi Belajar (Himbel) Tour 2025 Purwokerto–Solo–Yogyakarta.
Rombongan berangkat dari FIB Unsoed pada Jumat (28/11/2025) malam dan tiba di kantor Solopos Sabtu sekitar pukul 06.30 WIB.
Setelah sambutan dan pengenalan perusahaan, peserta mengikuti sesi talkshow bertema “Disrupsi Media dan Industri Komunikasi”.
Dalam sesi tersebut, Direktur Solopos Suwarmin memaparkan bagaimana industri media saat ini menghadapi gelombang disrupsi besar yang berasal dari perubahan pola konsumsi informasi, dominasi media sosial, perkembangan teknologi digital, termasuk kecerdasan buatan (AI), serta tekanan ekonomi dalam produksi konten.
Peserta mendapatkan gambaran bahwa tantangan terbesar media bukan hanya soal persaingan dengan platform digital, tetapi juga krisis kepercayaan publik.
Data survei menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan masyarakat terhadap media terus menurun. Di Indonesia hanya sekitar 36% yang menyatakan percaya.
Banjir hoaks, judul sensasional, dan konten cepat yang mengalahkan verifikasi menjadi penyebab menurunnya kredibilitas media arus utama.
Meski menghadapi tekanan disrupsi, pemateri menegaskan bahwa media tetap relevan dan justru memiliki peluang besar untuk berkembang melalui model-model bisnis baru.
“Sejumlah inovasi kini menjadi fokus media modern yakni Trusted content curator, Event-driven revenue, Creative agency & multiplatform sponsorship, Content studio, Podcast & vertical network, Data-driven storytelling,” papar Suwarmin.
Sesi ini menggugah mahasiswa bahwa industri komunikasi tidak sedang mati, tetapi melebar ke banyak cabang baru yang bisa dimasuki talenta muda.
Seusai talkshow, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan kenang-kenangan, dokumentasi, dan tur ke berbagai ruang produksi konten Solopos, mulai dari studio Radio Solopos, newsroom, ruang kreatif multimedia, hingga area percetakan koran.
Mahasiswa melihat langsung dapur kerja jurnalis, penyiar radio, hingga tim konten digital dalam menghasilkan berita, program hiburan, dan distribusi multiplatform.
Beberapa peserta mengaku antusias karena pembelajaran yang diperoleh sangat berbeda dari materi teori di kampus.
Koordinator Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FIB Unsoed, Dr. Memet Sudaryanto, M.Pd menyampaikan bahwa kunjungan ke Solopos Media Group merupakan momen penting untuk memperluas wawasan mahasiswa tentang dunia kerja komunikasi yang semakin kompleks.
“Kegiatan ini diharapkan mampu membuka pemahaman mahasiswa tentang dinamika industri media sekaligus menumbuhkan minat untuk mengembangkan keterampilan komunikasi yang relevan di era digital,” ujarnya.
