• About Us
    • Copyright
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
  • Accor Hotels Solo helat Appreciation Night
  • Besok, Choir Competition 2018 digelar
  • Contact Us
  • Crew
    • Abu Nadzib
    • Ardi Sardjono
    • Avrilia Wahyuana
    • Damar Sri Prakosa
    • Fira Maghfirani
    • Ika Wibowo
    • Indra Saputra
    • Iwan Buwono
    • Noer Atmaja
    • Rachmad Agunanto
    • Senja Kurnia
    • Suwarmin
    • Wahyu Panji
  • Index
  • Jadwal Acara
Radio Solopos FM
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
Radio Solopos FM
No Result
View All Result
Home News

Melonjaknya Kasus HIV AIDS Solo, KPA Solo : Berani Sehat, Berani Periksa!

Avrilia Wahyuana by Avrilia Wahyuana
25 March 2022
in News
0
Kasus HIV AIDS Solo

The doctor holds a red ribbon, HIV awareness awareness, World AIDS Day and World Sexual Health Day (Freepik)

SoloposFM, Kasus baru HIV/AIDS di Kecematan Jebres melonjak, dari dua kasus pada 2020 menjadi 23 kasus pada 2021. Sementara itu, hibah anggaran penanganan kasus HIV/AIDS di Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Solo turun drastis dari Rp500 juta menjadi Rp200 juta tahun ini.

Berdasarkan penelusuran Solopos, Rabu (23/3/2022), melonjaknya kasus baru HIV/AIDS di Jebres itu tertulis dalam Kota Surakarta Dalam Angka 2022 yang dipublikasikan Badan Pusat Statistik (BPS) Solo. Sementara, penurunan kasus baru secara signifikan terlihat di Kecamatan Banjarsari.

BPS, mengutip sumber data Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, menulis kasus baru HIV/AIDS sebanyak 71 kasus pada 2020 di Banjarsari. Kasus baru pada 2021 di kecamatan tersebut sebanyak 27 kasus. Sementara angka kasus baru untuk Kecamatan Serengan dan Pasar Kliwon tak berubah, masing-masing lima kasus dan 10 kasus.

Sementara itu, DKK Solo menyebut kasus HIV dalam rencana strategis (Renstra) 2021-2026. Dalam renstra tersebut, DKK Solo menuliskan pelayanan deteksi dini HIV di Kota Solo ditetapkan sebesar 93,94 persen. Baru 64,04 persen penduduk terinfeksi HIV lanjut yang memiliki akses pada obat antiretroviral. Penanggulangan AIDS menjadi salah satu pembahasan dalam musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) Kota Solo di The Sunan Hotel Solo, Sabtu (19/3/2022)

Baca juga : Tips Habiskan Waktu Seru dengan Hemat Jelang Gajian

 

Warga Peduli AIDS

 

Tommy Prawoto, pengelola program Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Solo, dalam Dinamika, Jumat (25/3/2022) mengungkapkan upaya sosialisasi terus dilakukan. Diantaranya dengan pembentukan Warga Peduli AIDS (WPA) dan Forum Peduli AIDS (FPA) di masing-masing kelurahan hingga RT.

“Kami terus bersinergid engan berbagai pihak, diantaranay dengan membentuk WPA dan FPA. Jika ada orang yang dicurigai karena memiliki tanda mendekati penderita HIV, bisa melaporkan ke WPA terdekat. WPA akan mencoba mendekati secara persuasif untuk disosialisasi, diajak periksa, Harus mau berobat jika mau produktif apalagi hingga saat ini obat gratis,” ungkap Tommy.

Lebih lanjut Tommy menjelaskan, masyarakat tidak perlu takut atau malu dengan stigma. HIV AIDS sama seperti penyakit infeksius yang lain. Untuk itu jika diketahui telah terkena HIV, pengobatan harus dilakukan sedemikian rupa, agar tidak menjadi AIDS.

“Berani untuk sehat, harus berani periksa! Harus mau brobat, pola hidup sehat, serta mengubah perilaku menjadi sehat,” pungkasnya.

Baca juga :  Kupas Tuntas Keseruan Kolaborasi Antarbisnis, ShopeePay Talk Bagikan Tips Jitu Co-Branding dari Pakar dan Pebisnis

Opini Sobat Solopos

 

Dalam Dinamika, Jumat (25/3/2022) Sobat Solopos mengungkapkan sejumlah opininya. Berikut hasil poling dari opini mereka di instagram SoloposFm @SoloposFMSolo.

 

 

“Sosialisasi penjegahan HIV masih kurang digalakkan. Mestinya selalu konsisten untuk memberikan sosialisasi pencegahan HIV di kota Solo agar tidak bertambah terus,” ungkap Priyanto.

“Kasus klise yang ada dari tahun ke tahun. Ini adalah masalah  sosial dan penyakit masyarakat yang masuk dan berkembang secara masiv dipertengahan tahun 80an dan belum ada obatnya sampai sekarang. Untuk mengatasinya harus secara prepentif dan informative,” tulis Ahmad Sanusi.

 

Tags: hivaidsKasus HIV AIDS Solokpa solo

Studio Streaming

Radio Streaming

Recent Posts

  • HUT ke-120, Pemkot Pekalongan Gelar Perayaan Sederhana dengan Kegiatan Sosial
  • Studi Tiru Dekranasda Badung Perkuat Sinergi Pengembangan Batik Pekalongan
  • Sumanto Canangkan Program Jaga Kali Merawat Bumi, Tanam Pohon Penyimpan Air di Sekitar Sungai
  • Ketua DPRD Jateng Sumanto Berharap Bedah LKPJ 2025 Hasilkan Rekomendasi Konkret dan Terukur
  • Wakil Wali Kota Solo Sosialisasikan Pembatasan Plastik Sekali Pakai di NEO Solo Grand Mall

Category

  • Lifestyle
  • Opini
  • News
  • Program
  • Event
  • Podcast
  • Galery Foto

Site Links

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org
  • Copyright
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.