• About Us
    • Copyright
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
  • Accor Hotels Solo helat Appreciation Night
  • Besok, Choir Competition 2018 digelar
  • Contact Us
  • Crew
    • Abu Nadzib
    • Ardi Sardjono
    • Avrilia Wahyuana
    • Damar Sri Prakosa
    • Fira Maghfirani
    • Ika Wibowo
    • Indra Saputra
    • Iwan Buwono
    • Noer Atmaja
    • Rachmad Agunanto
    • Senja Kurnia
    • Suwarmin
    • Wahyu Panji
  • Index
  • Jadwal Acara
Radio Solopos FM
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
Radio Solopos FM
No Result
View All Result
Home News

New York Bakal Punya Taman Bawah Tanah Pertama di Dunia

W W by W W
20 July 2016
in News
0
New York Bakal Punya Taman Bawah Tanah Pertama di Dunia

SoloposFM – Pada beberapa tahun mendatang, Amerika Serikat akan mempunyai sebuah taman yang dibuat di dalam tanah yang akan segaera direalisasikan di New York. Sebuah proyek bernama Lowline telah memperoleh persetujuan dari pemerintah kota pada minggu lalu untuk dapat membuat taman bawah pertama di dunia dalam kawasan terowongan bawah tanah Williamsburg bersejarah yang sudah tidak terpakai di Manhattan.

Dilansir oleh situs resmi Lowline, konsep dari proyek yang digawangi tim Raad Studio ini, adalah untuk membuat taman yang berada di permukaan bawah tanah dengan sebuah teknologi yang dirancang khusus oleh James Ramsey. Tim ini bermaksud untuk membangun sebuah ruang hijau dan ruang publik baru yang manggabungkan unsur historis dan inovasi. Mereka ingin mengekspos situs bersejarah kepada publik sekaligus menawarkan teknologi “remote skylight” yang memungkinkan tumbuhan dan pepohonan tumbuh di bawah tanah.

Ide mengenai konsep taman di bawah tanah ini muncul pada 2009 lalu. Ramsey yang tengah mendalami teknologi yang dapat menyalurkan tenaga surya ke bawah tanah untuk menumbuhkan tanaman, berdiskusi dengan rekannya Dan Barasch yang tengah memikirkan proyek instalasi seni bawah tanah di sepanjang kawasan terowongan bawah tanah. Atas diskusi keduanya munculah ide untuk mengembangkan konsep taman bawah tanah.

Pada Oktober 2015, Lowline telah membuka Lowline Lab, tempat penelitian terhadap pengembangan tanaman di bawah tanah. Sebanyak 3.500 jenis tumbuhan yang berbeda diteliti untuk memunculkan jenis tanaman terbaik yang dapat tumbuh di bawah tanah dan nantinya akan diaplikasikan pada taman bawah tanah. Lowline Lab dibuat terbuka bagi publik hingga 2017 mendatang dan telah didatangi oleh lebih dari 70 ribu orang. Lowline sendiri dipredikisikan akan rampung dan dibuka pada 2021 mendatang.

Tags: amerikalowline labtamanbawah tanah

Studio Streaming

Radio Streaming

Recent Posts

  • Wali Kota Aaf Syukuri Raihan WTP ke-11 Pekalongan dari BPK
  • UMKM Pekalongan Dituntut Adaptif, AI Jadi Peluang Tingkatkan Nilai Jual Produk
  • 100 Pecatur Muda Ikuti Wali Kota Pekalongan Cup, Jadi Ajang Seleksi Menuju Kejurprov Jateng
  • Sensus Ekonomi 2026 Mulai Digelar, 251 Petugas Sisir Pelaku Usaha di Kota Pekalongan
  • Komdigi Soroti Roblox dalam Implementasi PP Tunas, Dinilai Berisiko Tinggi bagi Anak

Category

  • Lifestyle
  • Opini
  • News
  • Program
  • Event
  • Podcast
  • Galery Foto

Site Links

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org
  • Copyright
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.