• About Us
    • Copyright
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
  • Accor Hotels Solo helat Appreciation Night
  • Besok, Choir Competition 2018 digelar
  • Contact Us
  • Crew
    • Abu Nadzib
    • Ardi Sardjono
    • Avrilia Wahyuana
    • Damar Sri Prakosa
    • Fira Maghfirani
    • Ika Wibowo
    • Indra Saputra
    • Iwan Buwono
    • Noer Atmaja
    • Rachmad Agunanto
    • Senja Kurnia
    • Suwarmin
    • Wahyu Panji
  • Index
  • Jadwal Acara
Radio Solopos FM
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
Radio Solopos FM
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Pohon Natal dan Makna Hiasannya

Ornamen lonceng di pohon Natal yang menghasilkan suara lembut melambangkan pemberi kabar baik dan sukacita atas kelahiran Yesus Kristus.

Avrilia Wahyuana by Avrilia Wahyuana
24 December 2024
in Lifestyle
0
Pohon Natal dan dekorasinya

Pohon Natal dan dekorasinya

Radio Solopos –  Perayaan hari kelahiran Yesus Kristus atau Natal yang diselenggarakan setiap tanggal 25 Desember menjadi salah satu momen yang dinantikan oleh umat kristiani di seluruh dunia. Perayaan ini selalu identik dengan sukacita dan hiasan pernak-pernik yang turut meramaikan suasana, tak terkecuali pohon cemara.

Melansir Britannica, tradisi pohon Natal dipercaya berasal dari Jerman sejak tahun 723. Pada awalnya, seorang misionaris Inggris St. Bonifasius berjumpa dengan orang-orang kafir yang mempersiapkan pengorbanan kepada dewa Thor (Donar) di pohon ek. Dia pun menebangnya, dan hal tak terduga terjadi, pohon cemara justru tumbuh di lokasi pohon ek ditebang.

Terlepas dari benar atau tidaknya kepercayaan itu, pohon cemara kemudian menjadi bagian dari ritual agama Kristen di Jerman. Hingga pada Abad Pertengahan, jenis tumbuhan yang dianggap sebagai “pohon surga” tersebut mulai bermunculan. Bertujuan untuk mewakili Taman Eden, pohon cemara digantungi apel dan dipajang di rumah-rumah saat hari raya keagamaan Adam dan Hawa pada 24 Desember.

Martin Luther dilaporkan pertama kali menggantung lilin yang menyala di pohon surga pada abad ke-16. Pada akhirnya, pohon cemara tersebut berevolusi menjadi pohon Natal. Pada abad ke-19, pohon Natal telah menjadi tradisi yang terus berlangsung di Jerman.

Kemudian, ketika orang-orang Jerman bermigrasi ke negara lain, terutama Inggris, istri Raja George III, Charlotte mulai menghias pohon untuk hari raya umat kristiani pada 1790-an. Namun, pangeran kelahiran Jerman, Francis Albert Augustus Charles Emmanuel dan istrinya, Ratu Victoria dari Inggris yang mempopulerkan tradisi pohon Natal di kalangan orang Inggris.

Pohon Natal Pengganti Pohon Cemara

Di Amerika Serikat dan Eropa, spesies tumbuhan yang umum digunakan sebagai pohon Natal, di antaranya pinus putih, pinus Skotlandia, pinus Virginia, dan cemara. Kemudian, cemara balsam, cemara Fraser, cemara mulia, cemara putih, cemara Norwegia, cemara biru, hingga cedar.

Tradisi pohon Natal yang menyebar di seluruh dunia, ternyata berdampak buruk pada hutan, terutama di Jerman. Akibatnya, orang Jerman mulai membuat pohon bulu angsa buatan pada 1880-an. Pada 1930-an, seorang produsen sikat toilet juga diduga menggunakan produk surplus untuk membuat pohon Natal buatan.

Pohon cemara dari bahan-bahan buatan semakin populer, mulai dari versi bulu, aluminium, hingga plastik. Menurut data dari American Christmas Tree Association, sekitar 84 persen pohon Natal yang dipajang di rumah-rumah di Amerika Serikat pada 2021 adalah buatan, sedangkan sisanya sebesar 16 persen merupakan pohon cemara asli.

Makna Hiasan Pohon Natal

Melansir Artisan Ornaments, pohon cemara yang melambangkan dekorasi Natal mempunyai makna yang mendalam. Ranting-ranting hijau yang tetap berwarna cerah tanpa memandang musim menunjukkan bahwa kekuatan kehidupan yang terlahir kembali, vitalitas, dan harapan akan musim semi yang segera tiba.

Lampu-lampu di pohon cemara melambangkan kekuatan Kristus untuk mengusir kegelapan dan dosa. Rantai dan karangan bunga yang melilit pohon menggambarkan ikatan kekeluargaan. Simbol malaikat melambangkan penjagaan rumah serta membangkitkan kepedulian dan rasa kasih sayang.

Ornamen lonceng di pohon Natal yang menghasilkan suara lembut melambangkan pemberi kabar baik dan sukacita atas kelahiran Yesus Kristus. Buah apel yang berwarna merah dipercaya sebagai sumber pengetahuan, cinta, hingga lambang kesehatan dan kesuburan. Sementara bintang di atas pohon Natal mengingatkan pada Bintang Betlehem yang menuntun Tiga Raja, yang merupakan simbol harapan, bimbingan, dan cahaya dalam kegelapan.

Tags: Pohon Natal dan Makna HiasannyaSejarah Pohon Natal

Studio Streaming

Radio Streaming

Recent Posts

  • 66% Lulusan Terserap Kerja, Politeknik Assalaam Mantap Menuju Universitas di 2027
  • Hadiri Halal Bihalal Pasbata, Gubernur Jateng Ingatkan Soal Bijak Memilih Informasi
  • Korban Meninggal dalam Tragedi Kecelakaan KA di Bekasi Bertambah Jadi Tujuh Orang
  • Rekonsiliasi Data JKN Digenjot, Keaktifan Peserta di Soloraya Masih Jadi Sorotan
  • Mas Wali Apresiasi Festival Durian NEO Solo Grand Mall, Ingatkan Warga Soal Pengelolaan Sampah

Category

  • Lifestyle
  • Opini
  • News
  • Program
  • Event
  • Podcast
  • Galery Foto

Site Links

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org
  • Copyright
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.