Radio Solopos, SOLO — Makanan ringan tradisional untir-untir sering identik dengan tekstur yang keras dan pasar yang terbatas pada orang tua.
Namun stigma itu dipatahkan oleh Rita Francicilia, pemilik Agathalia Snack, yang menyulap camilan jadul ini menjadi produk modern yang digemari lintas generasi, mulai dari balita hingga lansia.
Dalam program “Ruang UMKM” di Radio Solopos, Rabu (4/2/2026), Rita mengungkapkan misinya mendirikan Agathalia Snack adalah untuk melestarikan camilan tradisional agar tidak tergerus oleh jajanan kekinian.
“Untir-untir zaman dulu kan tahunya keras, anak sekarang tidak tahu. Saya mencoba bikin untir-untir kekinian tapi tetap melestarikan makanan khas jadul. Kuncinya ada di kerenyahan, bahkan lansia yang sudah ompong dan balita pun bisa menikmatinya,” ujar Rita dalam siaran tersebut, seperti dikutip radio.solopos.com.
Inovasi Rasa
Resmi mengurus legalitas usaha sejak Januari 2025, Agathalia Snack kini menawarkan empat varian rasa unggulan yakni original, bawang, keju, dan cokelat.
Rita menekankan penggunaan bahan-bahan asli dan premium, seperti bawang yang diolah sendiri dan keju berkualitas tinggi untuk mendapatkan rasa yang pas.
“Awalnya orang bingung dengan rasa bawang. Tapi setelah dicoba ternyata rasanya unik dan renyah. Bahkan untuk pasar luar pulau seperti Sulawesi dan Kalimantan, rasa bawang ini jadi favorit dan sering dipesan secara kiloan,” tambahnya.
Selain rasa, Rita juga menyoroti pentingnya kemasan (packaging) untuk menaikkan kelas produk UMKM.
Bermula dari kemasan plastik sederhana, kini produknya tampil dengan desain modern lengkap dengan maskot karakter untuk menarik minat generasi Z.
“Anak muda zaman sekarang (Gen Z) itu melihat visual dulu. Kalau dipandang mata menarik, baru mereka coba rasanya. Jadi kemasan itu berperan sangat penting,” jelas Rita.
Pemasaran Digital
Meski terlihat sederhana, proses produksi untir-untir membutuhkan ketelatenan tinggi. Rita mengakui suasana hati (mood) pembuat sangat mempengaruhi hasil akhir.
“Kalau bikin roti atau untir-untir itu tidak boleh buru-buru atau sedang marah. Kalau suasana hati tidak enak, saat digoreng bisa pecah semua,” ungkapnya sambil tertawa.
Untuk pemasaran, Agathalia Snack memaksimalkan platform digital seperti Instagram dan TikTok (@snackagathalia).
Rita melibatkan putrinya untuk memproduksi konten video kreatif guna menjangkau pasar anak muda secara efektif.
Menutup perbincangan, Rita mengajak para pelaku UMKM di Solo untuk tidak ragu memanfaatkan fasilitas pemerintah dan bergabung dengan komunitas.
Ia menegaskan pengurusan legalitas seperti NIB, P-IRT, dan sertifikasi halal di Kota Solo kini sangat mudah dan gratis.
“Jangan takut dipersulit. Pemerintah Kota Solo sangat memfasilitasi UMKM untuk naik kelas, mulai dari perizinan hingga pelatihan, semuanya gratis. Yang penting kita mau belajar dan bertanya kepada mentor,” pungkasnya.
Bagi masyarakat yang ingin mencoba atau menjadi reseller, produk Agathalia Snack dapat dipesan melalui WhatsApp di nomor 0822-2787-8780.
