Radio Solopos, SOLO — Produk olahan bandeng “Bandeng Patera” yang dirintis sejak 2014 berhasil berkembang menjadi salah satu pilihan kuliner sekaligus oleh-oleh di Kota Solo.
Usaha yang digagas Anik Ristiyani Amiroh kini juga diperkuat dengan kehadiran deManyung Resto sebagai etalase sekaligus pengembangan bisnis kuliner berbasis olahan ikan.
Anik mengungkapkan usaha Bandeng Patera lahir lebih dulu sebelum merambah ke sektor restoran.
“Awalnya Bandeng Patera dulu yang berdiri, baru kemudian berkembang dan kami hadirkan juga di deManyung Resto,” ujarnya dalam talkshow Selasar, Selasa (28/4/2026).
Anik memulai usahanya pada 2014. Ia merupakan warga asli Juwana, Kabupaten Pati yang dikenal sebagai sentra tambak bandeng. Ia melihat potensi besar ikan bandeng khas Juwana yang terkenal tidak berbau lumpur untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tambah.
“Di Juwana itu memang penghasil bandeng. Ciri khasnya tidak bau lumpur, sehingga punya keunggulan tersendiri. Dari situ saya ingin mengenalkan olahan bandeng ke pasar yang lebih luas, termasuk Solo,” katanya.
Seiring waktu, Bandeng Patera tidak hanya dipasarkan sebagai produk olahan, tetapi juga diintegrasikan ke dalam menu restoran melalui deManyung Resto.
Konsep ini memungkinkan konsumen menikmati olahan bandeng secara langsung maupun membelinya sebagai buah tangan.
Menurut Anik, strategi tersebut dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara penjualan produk oleh-oleh dan pengalaman kuliner di tempat.
“Di resto kami sajikan sebagai menu, tapi juga tetap tersedia untuk oleh-oleh. Jadi saling mendukung,” jelasnya.
Perjalanan usaha selama lebih dari satu dekade itu tidak lepas dari tantangan, terutama dalam memperkenalkan produk khas daerah ke pasar baru. Namun, konsistensi menjaga kualitas dan cita rasa menjadi kunci utama dalam mempertahankan pelanggan.
Kini, menjelang lebih dari 10 tahun berdiri, Bandeng Patera terus berupaya memperluas jangkauan pasar sekaligus memperkuat identitas sebagai produk olahan bandeng khas dengan cita rasa unggulan.
Ia berharap produk bandeng khas Juwana dapat semakin dikenal dan menjangkau pasar yang lebih luas.
