Radio Solopos FM
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
Radio Solopos FM
No Result
View All Result
Home News

Selasar UMKM: Berawal dari Rumah, Begini Cara Rempeyek Mbah Uti Menembus Pasar Nasional

Resna Salsabila

Redaksi Radio Solopos by Redaksi Radio Solopos
17 April 2026
in News
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Selasar UMKM: Berawal dari Rumah, Begini Cara Rempeyek Mbah Uti Menembus Pasar Nasional

Suparno, owner Rempeyek Mbah Uti, menunjukkan produk rempeyek hasil produksinya dalam Talkshow Selasar UMKM di Radio Solopos, Senin (13/4/2026).

Radio Solopos, SOLO — Usaha mikro berbasis rumahan “Rempeyek Mbah Uti” berhasil berkembang dari sekadar camilan keluarga menjadi produk UMKM yang menjangkau pasar nasional.

Kunci keberhasilan usaha tersebut terletak pada konsistensi kualitas, keberanian berinovasi, dan pemanfaatan pemasaran digital.

Owner Rempeyek Mbah Uti, Suparno, mengatakan usaha tersebut dirintis sejak 2018 dari aktivitas sederhana sang ibu yang membuat rempeyek untuk konsumsi keluarga di rumah.

“Awalnya hanya untuk lauk dan camilan keluarga. Tapi karena rasanya berbeda, kami coba tawarkan ke lingkungan sekitar dan ternyata banyak yang suka,” ujarnya dalam Talkshow Selasar UMKM di Radio Solopos, Senin (13/4/2026).

Baca Juga

Mobilitas Kereta di Solo Meningkat, Aktivitas Penumpang Tembus 2,53 Juta

Mobilitas Kereta di Solo Meningkat, Aktivitas Penumpang Tembus 2,53 Juta

15 October 2026
Pariwisata Karanganyar : Strategi Baru Disiapkan untuk Dongkrak Kunjungan Wisatawan

Pariwisata Karanganyar : Strategi Baru Disiapkan untuk Dongkrak Kunjungan Wisatawan

14 October 2026
Semarang Keruk 38 Sungai dan Saluran untuk Antisipasi Banjir

Semarang Keruk 38 Sungai dan Saluran untuk Antisipasi Banjir

14 October 2026
Hotel Zigna Kampung Batik Rayakan Enam Tahun dengan Family Gathering

Hotel Zigna Kampung Batik Rayakan Enam Tahun dengan Family Gathering

13 October 2026

Seiring meningkatnya permintaan, produk tersebut mulai dipasarkan secara sederhana dengan menitipkan ke warung, angkringan, hingga berjualan di pinggir jalan dengan harga Rp2.000 per bungkus.

Dari metode pemasaran konvensional tersebut, penjualan berkembang melalui sistem reseller hingga menjangkau pasar yang lebih luas.

Owner Rempeyek Mbah Uti, Suparno (kiri) berbincang dengan penyiar Senja Kurnia (kanan) dalam Talkshow Selasar UMKM di Radio Solopos, Senin (13/4/2026).

Memasuki 2020, pelaku usaha mulai melakukan peningkatan kualitas usaha dengan mengikuti komunitas UMKM serta pelatihan yang difasilitasi pemerintah.

Langkah awal yang dilakukan adalah mengurus izin PIRT, kemudian dilanjutkan dengan sertifikasi halal yang berhasil diperoleh pada tahun 2023.

Selain legalitas, pengembangan usaha juga dilakukan melalui digitalisasi pemasaran.

Suparno mengaku awalnya tidak memahami penggunaan media sosial, namun terdorong untuk belajar melalui pelatihan dari pemerintah dan komunitas.

“Dari situ kami belajar membuat akun media sosial, Google Business, hingga cara membuat konten. Sekarang pemasaran tidak hanya offline, tetapi juga online,” katanya.

Pemanfaatan platform digital terbukti efektif memperluas jangkauan pasar. Produk Rempeyek Mbah Uti kini telah dikirim ke berbagai daerah seperti Bandung, Jakarta, Tangerang, hingga Banten.

Bahkan, sebagian besar pelanggan baru diperoleh dari Instagram dan Google Business.

Dari sisi produk, keunikan Rempeyek Mbah Uti terletak pada teksturnya yang renyah namun tetap mudah dikonsumsi, termasuk oleh lansia.

Menjaga Kualitas

Ciri khas tersebut muncul dari pemilihan bahan baku berkualitas serta proses produksi yang terstandar.

“Kami gunakan bahan berkualitas dan semua ditakar agar rasanya konsisten. Bahkan lansia bisa menikmati karena tidak terlalu keras,” jelasnya.

Dalam menjaga kualitas, Suparno memilih untuk tidak mengurangi komposisi bahan meskipun terjadi kenaikan harga bahan baku. Strategi yang diambil adalah melakukan penyesuaian harga secara wajar kepada konsumen.

Selain itu, sistem produksi dilakukan secara harian dengan konsep pre-order untuk menjaga kesegaran produk. Kapasitas produksi yang masih terbatas dikerjakan langsung oleh pemilik bersama keluarga di rumah produksi yang berlokasi di Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar.

Dalam pengembangan usaha, Rempeyek Mbah Uti juga membuka peluang bagi masyarakat untuk menjadi reseller tanpa syarat khusus.

Bahkan, mitra reseller diperbolehkan melakukan rebranding dengan pendampingan gratis dari pemilik usaha.

Suparno menegaskan prinsip usahanya tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga memberikan manfaat bagi orang lain.

“Prinsip kami, usaha ini harus bermanfaat. Jadi kami permudah siapa saja yang ingin menjadi reseller,” katanya.

Dengan kombinasi inovasi produk, legalitas usaha, serta pemanfaatan teknologi digital, Rempeyek Mbah Uti menunjukkan bahwa usaha berbasis rumah tangga tetap memiliki peluang berkembang secara luas jika dikelola secara adaptif dan konsisten.

Tags: kuliner tradisionalSelasar UMKMUMKM SoloRempeyek Mbah UtiDigitalisasi UMKM

Related Posts

Tak Hanya Pernikahan, Harmoni WO & Catering Perluas Layanan ke Berbagai Segmen

Tak Hanya Pernikahan, Harmoni WO & Catering Perluas Layanan ke Berbagai Segmen

by Redaksi Radio Solopos
12 August 2026
0

Radio Solopos, SOLO – Harmoni WO & Catering mengembangkan layanan pengelolaan acara dan katering untuk memenuhi kebutuhan masyarakat....

Nasi Kebuli Den Ayu Andalkan Rempah Nusantara untuk Perluas Pasar Kuliner Solo

Nasi Kebuli Den Ayu Andalkan Rempah Nusantara untuk Perluas Pasar Kuliner Solo

by Redaksi Radio Solopos
12 August 2026
0

Radio Solopos, SOLO – Nasi Kebuli Den Ayu mengandalkan perpaduan rempah Nusantara dan cita rasa khas Timur Tengah...

Nava Hotel Tawangmangu Hadirkan Rasa Nusantara dengan Sentuhan Elegan

Nava Hotel Tawangmangu Hadirkan Rasa Nusantara dengan Sentuhan Elegan

by Redaksi Radio Solopos
11 August 2026
0

Radio Solopos, KARANGANYAR – Nava Hotel Tawangmangu menghadirkan konsep kuliner terbaru berjudul 'Sajian Rasa Nusantara' di Pine Restaurant....

Dari Kostum Anak, Ndalem AW Berkembang Jadi Brand Busana Pageant

Dari Kostum Anak, Ndalem AW Berkembang Jadi Brand Busana Pageant

by Redaksi Radio Solopos
11 August 2026
0

Radio Solopos, SOLO - Kebutuhan kostum untuk kompetisi modeling sang anak menjadi cikal bakal berdirinya brand busana pageant,...

UMKM Tembus Pasar Ekspor Lewat Jalur Legal, Ivan Dorong Pelaku Usaha Lengkapi Legalitas

UMKM Tembus Pasar Ekspor Lewat Jalur Legal, Ivan Dorong Pelaku Usaha Lengkapi Legalitas

by Redaksi Radio Solopos
11 August 2026
0

Radio Solopos, SOLO – Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) didorong mulai memanfaatkan jalur ekspor-impor legal. Dengan...

Cireng Endud Andalkan Kualitas Produk untuk Mulai Kembangkan Pasar di Solo

Cireng Endud Andalkan Kualitas Produk untuk Mulai Kembangkan Pasar di Solo

by Redaksi Radio Solopos
6 August 2026
0

Radio Solopos, SOLO – UMKM kuliner Cireng Endud mengandalkan kualitas produk sebagai strategi utama memperluas pasar di Kota...

Kupis Cookies Hadirkan Nilai Baru dari Limbah Kulit Pisang

Kupis Cookies Hadirkan Nilai Baru dari Limbah Kulit Pisang

by Redaksi Radio Solopos
6 August 2026
0

Radio Solopos, SOLO - Limbah kulit pisang yang selama ini hanya dimanfaatkan sebagai pakan ternak kini disulap menjadi...

VaniLa’s Kitchen Kembangkan Usaha Kuliner dari Hobi Masak

VaniLa’s Kitchen Kembangkan Usaha Kuliner dari Hobi Masak

by Redaksi Radio Solopos
31 July 2026
0

Radio Solopos, SOLO – VaniLa's Kitchen membuktikan hobi memasak dapat berkembang menjadi usaha kuliner yang bertahan hingga satu...

Filcof Coffee Dorong UMKM Kelola Keuangan Digital Lewat Kolaborasi dengan Bank Raya

Filcof Coffee Dorong UMKM Kelola Keuangan Digital Lewat Kolaborasi dengan Bank Raya

by Redaksi Radio Solopos
29 July 2026
0

Radio Solopos, SOLO – Filcof Coffee mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memanfaatkan layanan keuangan digital...

Inovasi dan Kualitas : Pukis Badran Bertahan hingga 9 Tahun

Inovasi dan Kualitas : Pukis Badran Bertahan hingga 9 Tahun

by Redaksi Radio Solopos
20 July 2026
0

Radio Solopos, SOLO — Berawal dari usaha rumahan pada 2017, Pukis Badran kini berkembang menjadi salah satu oleh-oleh...

Load More

Studio Streaming

Radio Streaming

Recent Posts

  • Earphone Kabel Kembali Tren di Kalangan Gen Z, Ini 5 Alasannya
  • Mobilitas Kereta di Solo Meningkat, Aktivitas Penumpang Tembus 2,53 Juta
  • Pariwisata Karanganyar : Strategi Baru Disiapkan untuk Dongkrak Kunjungan Wisatawan
  • Semarang Keruk 38 Sungai dan Saluran untuk Antisipasi Banjir
  • Makeup saat Olahraga Boleh, Pemilihan Produk Tetap Penting
Radio Solopos FM

© 2025 Radio Solopos.

Navigate Site

  • Copyright
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • About Us

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us

© 2025 Radio Solopos.