Radio Solopos, SOLO — Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kuliner berbasis frozen food di Solo terus berkembang seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap makanan praktis.
Salah satunya adalah usaha Dimsum dan Roti Maryam Azzahra yang kini mampu memproduksi hingga sekitar 1.000 potong roti maryam setiap hari.
Owner Dimsum dan Roti Maryam Azzahra, Atika Asti, mengatakan usaha tersebut mulai dirintis pada tahun 2020 dan mulai berkembang secara bertahap sejak tahun 2021.
Pada awalnya, usaha ini dijalankan secara sederhana dari rumah dengan memanfaatkan dapur rumah tangga dan melibatkan anggota keluarga.
“Awalnya kami hanya mencoba membuat makanan praktis untuk bekal anak. Ternyata banyak yang suka, lalu mulai dijual ke tetangga dan berkembang sampai ada reseller, ” ujar Atika dalam talkshow Selasar UMKM di Radio Solopos , Rabu (11/3/2026).
Produk roti maryam yang dipasarkan sebagian besar dijual dalam bentuk frozen food sehingga lebih praktis bagi konsumen.
Roti tersebut dapat disimpan dalam freezer dan cukup dipanaskan sebelum disajikan.
Dalam satu hari, produksi roti maryam dapat mencapai sekitar 100 kemasan atau sekitar 1.000 potong.
Setiap kemasan berisi 10 potong roti yang dipasarkan dengan harga mulai Rp15.000 hingga Rp23.000, tergantung varian rasa.
6 Varian Rasa
Roti Maryam Azzahra memiliki enam varian rasa, yakni original, cokelat, keju, cokelat pandan, stroberi, dan blueberry . Dari berbagai varian tersebut, rasa cokelat dan original menjadi yang paling diminati konsumen.
Selain dipasarkan dalam bentuk beku , roti maryam juga dijual dalam keadaan matang pada berbagai kegiatan bazar maupun saat Car Free Day .
Produk yang dijual matang biasanya dilengkapi berbagai topping seperti meses, keju, maupun saus manis.
“Kalau dijual matang di Car Free Day biasanya sekitar Rp5.000 per potong dengan tambahan topping,” jelasnya.

Tak hanya roti maryam, Atika juga memproduksi dimsum dengan dua varian, yaitu ayam dan udang. Produk tersebut juga dipasarkan kepada konsumen rumah tangga maupun melalui reseller.
Seluruh proses produksi masih dilakukan secara rumahan dengan melibatkan empat orang tenaga kerja.
Bahan yang digunakan antara lain tepung terigu, mentega, gula, garam, susu, telur, serta baking powder . Produk tersebut juga dibuat tanpa bahan pengawet.
Menurut Atika, roti maryam dalam kondisi suhu ruang dapat bertahan hingga tiga hari, sedangkan jika disimpan dalam freezer dapat bertahan hingga tiga bulan.
Produk Roti Maryam Azzahra kini dipasarkan langsung dari rumah serta dipasarkan di beberapa toko di wilayah Laweyan dan Pasar Kliwon.
Permintaan juga datang dari para reseller yang menjual kembali produk tersebut secara berani maupun sebagai menu takjil.
Bagi Atika, menjaga kualitas rasa menjadi kunci agar usaha tetap mempercayai konsumen.
Berawal dari dapur rumah dengan skala kecil, usaha tersebut kini terus berkembang dan menjadi bukti bahwa konsistensi menjaga kualitas mampu membuka peluang usaha yang lebih luas.
