• About Us
    • Copyright
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
  • Accor Hotels Solo helat Appreciation Night
  • Besok, Choir Competition 2018 digelar
  • Contact Us
  • Crew
    • Abu Nadzib
    • Ardi Sardjono
    • Avrilia Wahyuana
    • Damar Sri Prakosa
    • Fira Maghfirani
    • Ika Wibowo
    • Indra Saputra
    • Iwan Buwono
    • Noer Atmaja
    • Rachmad Agunanto
    • Senja Kurnia
    • Suwarmin
    • Wahyu Panji
  • Index
  • Jadwal Acara
Radio Solopos FM
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
Radio Solopos FM
No Result
View All Result
Home News

Selasar UMKM: Limbah Kayu Disulap Jadi Produk Bernilai, Konco 5 Mebel Kembangkan Bisnis Woodcraft

Aulia Anindyanari Lathifah

Abu Nadzib by Abu Nadzib
10 July 2026
in News
0
Selasar UMKM: Limbah Kayu Disulap Jadi Produk Bernilai, Konco 5 Mebel Kembangkan Bisnis Woodcraft

Owner Konco 5 Mebel, Stephanus Supriyadi (kiri) membahas bisnis woodcraft dalam siaran Selasar UMKM Radio Solopos, Kamis (9/7/2026). (Radio Solopos)

Radio Solopos, SOLO – Konco 5 Mebel memanfaatkan limbah potongan kayu jati menjadi berbagai produk woodcraft untuk meningkatkan nilai jual dan mengurangi sisa produksi mebel.

Langkah tersebut dilakukan sebagai strategi menghadapi menurunnya permintaan pasar furnitur.

Owner Konco 5 Mebel, Stephanus Supriyadi atau kerap dipanggil Ivan, mengatakan potongan kayu yang sebelumnya hanya menjadi limbah kini diolah menjadi beragam produk kerajinan.

Kerajinan yang dikembangkan menjadi seperti seperti mainan anak, gantungan kunci, suvenir pernikahan, plakat, hingga dekorasi dinding.

“Awalnya kami memproduksi mebel. Namun, dari proses produksi selalu ada sisa kayu yang dianggap limbah. Kami mencoba mengolahnya menjadi woodcraft sehingga memiliki nilai tambah,” ujar Ivan dalam Talkshow Selasar UMKM yang disiarkan Radio Solopos, Kamis (9/7/2026).

Ivan menyatakan bahwa usaha woodcraft harus menyesuaikan selera pasar di mana kecenderungan selera orang-orang sekarang memilih hal yang simpel dan minimalis.

Konco 5 Mebel

Ivan menjelaskan bahwa nama Konco 5 Mebel berawal dari ide teman-teman satu tongkrongan.

Usaha ini menggunakan produksi mebel berbahan kayu jati dengan memakai sistem custom made.

Sistem tersebut dipilih agar produksi dapat menyesuaikan jumlah dan jenis pesanan sehingga dapat menghindari penumpukan stok.

Jadi pembeli dapat menunjukkan desain dan jenis kerajinan mebel yang mereka inginkan untuk dibelanjakan.

Selain menggunakan media sosial untuk memasarkan produk, Konco 5 Mebel juga aktif mengikuti berbagai pameran yang diselenggarakan pemerintah.

Konco 5 Mebel juga memilih untuk bergabung dalam Solo Entrepreneur Community (Solec).

Menurut Ivan, komunitas tersebut menjadi wadah kolaborasi antarpelaku UMKM, mulai dari sektor kuliner, fesyen, sampai kerajinan.

Ivan mencontohkan, produk woodcraft dapat dipadukan dengan produk UMKM lain, seperti kotak kayu untuk hampers herbal dan suvenir pernikahan.

Kolaborasi tersebut dinilai mampu memperluas pasar dan memberi nilai tambah bagi produk masing-masing pelaku usaha.

Dalam proses produksi, Konco 5 Mebel menggunakan kayu jati sebagai bahan utama.

Penggunaan kayu jati ini dipilih karena dinilai memiliki kekuatan dan daya tahan yang baik.

Sementara limbah kayu dari proses produksi dimanfaatkan kembali sesuai karakter masing-masing jenis kayu.

Tantangan Woodcraft

Menurut Ivan, tantangan terbesar dalam mengembangkan woodcraft bukan terletak pada proses pembuatannya.

Tantangan terbesar justru timbul dari proses menentukan bentuk produk yang sesuai dengan ukuran limbah yang tersedia.

“Tantangannya adalah membayangkan limbah kayu itu akan menjadi produk apa. Kalau tidak segera dimanfaatkan, limbah hanya akan menumpuk dan akhirnya menjadi sampah atau sekadar bahan bakar,” kata Ivan.

Ivan menambahkan, pelaku usaha yang ingin terjun ke industri mebel tidak perlu takut memulai usaha.

Menurutnya, produksi dapat dilakukan secara bertahap sesuai permintaan pasar sehingga tidak harus terburu-buru menjual seluruh stok yang dimiliki.

Selain itu, calon pelaku usaha juga dapat mengikuti berbagai pelatihan yang telah difasilitasi oleh komunitas dan pemerintah untuk meningkatkan keterampilan permebelan.

Tags: Selasar UMKMKonco 5 MebelStephanus SupriyadiWoodcraftSolo Entrepreneur Community

Studio Streaming

Radio Streaming

Recent Posts

  • KB Bank Syariah Solo Perkuat Literasi Keuangan Syariah melalui Layanan Digital
  • Selasar UMKM: Limbah Kayu Disulap Jadi Produk Bernilai, Konco 5 Mebel Kembangkan Bisnis Woodcraft
  • Selasar UMKM: Arenda Beauty Siapkan Ekspansi Produk, Fokus Perkuat Merek
  • Pembinaan Warga Binaan di Pekalongan Diperkuat, Pemkot Taken MoU dengan Ditjenpas
  • Disdukcapil Solo Gandeng Gen Z Perluas Identitas Kependudukan Digital

Category

  • Lifestyle
  • Opini
  • News
  • Program
  • Event
  • Podcast
  • Galery Foto

Site Links

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org
  • Copyright
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.