Radio Solopos, KARANGANYAR — Banyaknya bencana banjir dan longsor akibat serapan air tanah berkurang karena banyaknya penggundulan hutan menjadi keprihatinan tersendiri bagi Ketua DPRD Jawa Tengah, Sumanto.
Politikus PDIP itu mencanangkan Gerakan Penanaman Pohon Jaga Kali Merawat Bumi di Kabupaten Karanganyar.
Aksi tersebut digelar dengan menanam bibit pohon penyimpan air di sekitar sungai.
Ratusan orang dari kelompok tani dan Relawan Jaga Kali memulai gerakan tersebut pada Sabtu (11/4/2026).
Mereka menanam 100 bibit pohon preh, bulu, dan beringin di sekitar Sungai Ndelok, Desa Suruh, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar.
Sumanto mengatakan gerakan tersebut dicanangkan untuk menjaga lingkungan, salah satunya di daerah sekitar sungai.
Ia berharap penanaman pohon dapat memunculkan sumber-sumber air baru yang dibutuhkan para petani untuk mengairi sawah.
“Gerakan ini untuk merawat bumi, salah satunya melalui sungai. Dahulu, di desa banyak yang disebut belik atau sumber air kecil, sekarang sudah tidak ada. Oleh karena itu, kini ditanami pohon-pohon yang dapat menampung air saat musim kemarau,” ujar Sumanto.
Minim Penghijauan
Sumanto mengungkapkan kondisi bantaran sungai yang minim penghijauan kerap menyebabkan debit air menurun saat musim kemarau.
Dengan adanya penanaman pohon, ia berharap air dapat tersimpan dan erosi dapat dicegah.
“Dengan banyaknya pohon yang dapat menyimpan air, harapannya lima hingga sepuluh tahun ke depan akan muncul sumber-sumber air baru. Ini yang nantinya dinikmati anak cucu kita,” ungkapnya.

Gerakan Jaga Kali Merawat Bumi tersebut rencananya akan digelar setiap Sabtu di Kabupaten Karanganyar, terutama di lokasi-lokasi yang minim pohon.
Para relawan Jaga Kali telah terbentuk di setiap desa untuk merawat bibit-bibit pohon yang telah ditanam tersebut.
“Para relawan nanti akan berkeliling mengecek pohon-pohon yang sudah ditanam, memastikan pohon hidup dan terawat. Jika ada yang mati, akan diganti dengan yang baru,” katanya.
Cegah Banjir
Kepala Desa Suruh, Gunowo, berharap penanaman bibit pohon tersebut dapat memperbaiki kondisi lingkungan sehingga bermanfaat bagi warga. Selain itu, juga mencegah terjadinya bencana banjir dan tanah longsor.
“Dahulu di sini banyak pohon trembesi dan beringin yang dapat menyimpan air, tetapi sekarang sudah banyak yang hilang. Dengan penanaman ini, harapannya dapat menghijaukan kembali lingkungan,” katanya.
Ketua Kelompok Tani Maju Desa Suruh, Sumarno, mengaku senang dengan kepedulian Sumanto untuk merawat dan menghijaukan sungai.
Menurutnya, penanaman pohon tersebut akan sangat berguna saat musim kemarau. Selama ini, para petani kesulitan mendapatkan air saat kemarau.
Akibatnya, mereka harus menyewa sumur yang membutuhkan biaya cukup tinggi.
“Saat kemarau, petani selalu menjerit. Kami harus menyewa sumur untuk mengairi sawah. Satu musim tanam membutuhkan 20 hingga 25 kali pengairan. Setiap menyewa harus mengeluarkan biaya Rp100.000 sehingga membutuhkan modal besar,” katanya.
Ia mendukung penuh program tersebut karena jika air tersedia sepanjang tahun, para petani dapat menghemat biaya yang dikeluarkan saat musim tanam.
“Kalau air tersedia sepanjang tahun, petani tidak akan kebingungan. Kami mendukung program ini terus berlanjut dan semoga berjalan dengan baik dan lancar,” ujarnya. (NA/*)
