• About Us
    • Copyright
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
  • Accor Hotels Solo helat Appreciation Night
  • Besok, Choir Competition 2018 digelar
  • Contact Us
  • Crew
    • Abu Nadzib
    • Ardi Sardjono
    • Avrilia Wahyuana
    • Damar Sri Prakosa
    • Fira Maghfirani
    • Ika Wibowo
    • Indra Saputra
    • Iwan Buwono
    • Noer Atmaja
    • Rachmad Agunanto
    • Senja Kurnia
    • Suwarmin
    • Wahyu Panji
  • Index
  • Jadwal Acara
Radio Solopos FM
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
Radio Solopos FM
No Result
View All Result
Home News

Tembus Pasar Solo, UMKM Kue Lumpur Bakar Sumringah Andalkan Inovasi Rasa dan Strategi Digital

Mazaya Zahrah

Abu Nadzib by Abu Nadzib
10 April 2026
in News
0
Tembus Pasar Solo, UMKM Kue Lumpur Bakar Sumringah Andalkan Inovasi Rasa dan Strategi Digital

Pemilik usaha kuliner Kue Lumpur Bakar Sumringah, Eli, dalam talkshow Selasar Radio Solopos, Rabu (8/4/2026). (Radio Solopos)

Radio Solopos, SOLO — Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Solo dan sekitarnya terus menunjukkan geliat positif.

Salah satunya usaha kuliner Kue Lumpur Bakar Sumringah yang dirintis Eli, yang dalam waktu lima bulan mampu menarik minat pasar melalui inovasi produk dan pemanfaatan media sosial.

Dalam talkshow Selasar Radio Solopos, Rabu (8/4/2026), Eli mengungkapkan usaha yang dirintis berawal dari ketertarikan pribadi terhadap kue lumpur bakar khas Sidoarjo, Jawa Timur.

Ketertarikan itu kemudian berkembang menjadi ide bisnis setelah melalui proses panjang pencarian resep hingga uji coba produk secara mandiri.

“Awalnya saya coba lihat dari media sosial, lalu benar-benar datang ke Sidoarjo juga untuk memastikan rasa aslinya. Setelah itu trial and error cukup lama sampai menemukan komposisi yang pas,” ujar Eli yang membuka usaha di Kartasura, Sukoharjo.

Kue lumpur bakar yang diproduksi memiliki karakteristik berbeda dibanding kue lumpur pada umumnya.

Selain tidak berbahan dasar kentang, produk ini memiliki tekstur lebih lembut dan “klenyer”.

Eli juga melakukan inovasi dengan menghadirkan berbagai varian rasa seperti pandan, cokelat, red velvet, hingga nangka, di luar varian original dan kelapa muda yang menjadi ciri khas awal.

Meski terbilang baru, Eli mengaku produknya telah mendapat respons positif dari konsumen. Hal ini terlihat dari adanya pembelian berulang serta kerja sama dengan pelaku usaha katering.

“Alhamdulillah sudah mulai dikenal, ada repeat order juga. Selain itu kami juga bekerja sama dengan teman-teman katering,” katanya.

Kendala Produksi

Namun, perjalanan usaha tersebut tidak lepas dari tantangan. Eli mengaku menghadapi berbagai kendala di tahap awal, terutama dalam proses produksi.

Salah satu kendala utama adalah adonan yang kerap lengket saat dipanggang, yang ternyata dipengaruhi tidak hanya oleh alat, tetapi juga komposisi bahan.

“Awalnya banyak kendala di produksi, seperti adonan lengket. Ternyata bukan hanya alatnya, tapi adonan juga sangat berpengaruh,” jelasnya.

Dalam mengembangkan usaha, Eli memanfaatkan media sosial sebagai strategi utama pemasaran.

Selain itu, ia juga menggandeng influencer serta mengandalkan jejaring komunitas UMKM untuk memperluas promosi.

“Media sosial sangat penting saat ini. Selain itu, kami juga terbantu dari komunitas UMKM, bisa saling berbagi informasi dan promosi,” ujarnya.

Dari sisi legalitas, usaha Kue Lumpur Bakar Sumringah telah mengantongi Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi halal, sebagai upaya meningkatkan kepercayaan konsumen.

Saat ini, produk dipasarkan secara daring melalui platform ShopeeFood dan layanan pesan antar.

Dalam sehari, kapasitas produksi mencapai sekitar 200 porsi, dengan daya tahan produk hingga 24 jam sejak produksi pada suhu ruang.

Berlokasi di Jalan Brigjen Katamso, Kartasura, usaha ini juga mulai membuka akses pembelian langsung.

Ke depan, Eli berharap dapat memperluas pemasaran melalui partisipasi dalam berbagai bazar kuliner di Solo.

Dengan inovasi produk, strategi pemasaran digital, serta dukungan komunitas, Kue Lumpur Bakar Sumringah menjadi salah satu contoh UMKM yang mampu berkembang di tengah persaingan kuliner yang semakin ketat.

Tags: umkmumkm Solo RayaSelasar Radio Soloposkue lumpur bakar sumringah

Studio Streaming

Radio Streaming

Recent Posts

  • Pekan Depan, Senam Kartini Zaman Now di Colomadu Angkat Gaya Hidup Sehat dan Ekspresi Perempuan
  • Tembus Pasar Solo, UMKM Kue Lumpur Bakar Sumringah Andalkan Inovasi Rasa dan Strategi Digital
  • Dorong UMKM Naik Kelas, Pemkot Pekalongan Fasilitasi Sertifikasi Halal
  • Samsat Sukoharjo Perkuat Sinergi Layanan dan Genjot Kepatuhan, Targetkan 80% Warga Taat Pajak 
  • Wakil Wali Kota Pekalongan Ajak ASN Terapkan Gaya Hidup Hemat Energi

Category

  • Lifestyle
  • Opini
  • News
  • Program
  • Event
  • Podcast
  • Galery Foto

Site Links

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org
  • Copyright
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.