Radio Solopos, SOLO — Perumda Air Minum Tirta Ampera Boyolali menjadikan tahun 2026 sebagai momentum penguatan layanan air bersih melalui percepatan respons keluhan pelanggan dan transformasi digital.
Upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan kepuasan pelanggan sekaligus memperluas cakupan layanan yang saat ini masih di bawah 20 persen.
Direktur Utama Perumda Tirta Ampera Boyolali, Iwan Marwanto, mengatakan orientasi utama perusahaan daerah tersebut bukan pada keuntungan melainkan pelayanan kepada masyarakat.
“Semakin baik pelayanan yang kami berikan, semakin besar manfaat yang dirasakan masyarakat. Itu menjadi capaian utama kami,” ujarnya dalam Talkshow Selasar di Radio Solopos, Selasa (7/4/2026).
Ia menjelaskan, salah satu langkah strategis yang dilakukan pada 2026 adalah penerapan service level agreement (SLA) dalam penanganan gangguan layanan.
Melalui sistem ini, setiap perbaikan memiliki batas waktu penyelesaian yang jelas, berbeda dengan sebelumnya yang tanpa kepastian durasi.
“Sekarang kalau ada kebocoran, misalnya mulai pukul 08.00, kami sudah tentukan estimasi selesai, misalnya pukul 10.00. Ini bentuk komitmen kami agar pelanggan mendapat kepastian layanan,” katanya.
Rampung 2026
Selain itu, Perumda Tirta Ampera juga tengah mengembangkan aplikasi layanan pelanggan bernama Tirta Amperaku yang ditargetkan rampung pada 2026.
Aplikasi ini menghadirkan layanan terpadu mulai dari pembayaran, pengaduan, hingga pengajuan pemasangan baru.
Melalui aplikasi tersebut, pelanggan dapat melakukan pembayaran dengan biaya administrasi lebih rendah, yakni Rp500 untuk virtual account dan gratis untuk QRIS.
Sebelumnya, biaya administrasi pembayaran berkisar Rp2.500 hingga Rp5.000.
Tak hanya itu, sistem pengaduan dalam aplikasi akan terintegrasi dengan lokasi pelanggan sehingga laporan dapat langsung diteruskan ke petugas terdekat.
“Konsepnya seperti layanan transportasi daring. Begitu ada aduan, langsung terdeteksi lokasi dan petugas terdekat bisa segera menangani,” jelasnya.
Selama ini, keluhan pelanggan didominasi oleh masalah air tidak mengalir, kebocoran, dan kualitas air.
Dengan sistem digital dan SLA, perusahaan menargetkan penanganan keluhan menjadi lebih cepat dan terukur.
Air Siap Minum
Di sisi lain, Perumda Tirta Ampera juga mulai mengembangkan inovasi layanan publik berupa penyediaan air siap minum gratis di sejumlah titik.
Saat ini, fasilitas tersebut telah diuji coba di depan kantor pusat dan Masjid Taman Sari, serta direncanakan diperluas ke lokasi lain seperti Masjid Agung Boyolali.
Iwan menambahkan, tantangan terbesar ke depan adalah perluasan cakupan layanan. Saat ini, sebagian besar wilayah di Boyolali masih belum terlayani air bersih perpipaan.
“Masih ada sekitar 80 persen lebih masyarakat yang belum terlayani. Ini yang menjadi fokus pengembangan kami ke depan,” ujarnya.
Untuk mendukung peningkatan layanan, Perumda juga menyiapkan program apresiasi pelanggan berbasis loyalitas, seperti undian hadiah bagi pelanggan yang tertib membayar.
Program ini sebelumnya telah dilaksanakan pada 2025 melalui kegiatan Pesta Pelanggan dengan hadiah utama mobil.
Di tengah transformasi tersebut, Perumda Tirta Ampera tetap mempertahankan layanan pengaduan yang sudah ada, seperti “Mbak Tata” (Tirta Ampera Tanya dan Aduan), sebagai bentuk adaptasi bertahap menuju sistem digital penuh.
Ke depan, perusahaan juga membuka peluang kemudahan pemasangan baru melalui skema cicilan hingga 10 tahun tanpa uang muka guna memperluas akses masyarakat terhadap layanan air bersih.
Dengan berbagai inovasi tersebut, Perumda Tirta Ampera Boyolali menargetkan peningkatan kualitas layanan sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap penyediaan air bersih di daerah.
