Radio Solopos, SURAKARTA — Kebiasaan minum kopi semakin lekat dengan gaya hidup anak muda. Selain menjadi teman saat belajar atau bekerja, kedai kopi juga kerap menjadi tempat berkumpul dan menghabiskan waktu bersama teman. Namun, konsumsi kopi perlu diperhatikan agar tidak menimbulkan dampak bagi kesehatan.
Diberitakan ANTARA, Sabtu (26/9/2026), kopi mengandung antioksidan dan kafein yang dapat membantu meningkatkan kewaspadaan serta konsentrasi. Sejumlah penelitian juga menunjukkan adanya kaitan antara konsumsi kopi secara teratur dan risiko lebih rendah terhadap beberapa penyakit, termasuk diabetes tipe 2 dan penyakit hati.
Meski demikian, manfaat tersebut tidak berarti kopi aman dikonsumsi tanpa batas. Kandungan kafein yang berlebihan dapat memicu jantung berdebar, gangguan pencernaan, kecemasan, serta kesulitan tidur. Dampaknya dapat berbeda pada setiap orang, bergantung pada sensitivitas terhadap kafein dan jumlah yang dikonsumsi.
Risiko lain dapat muncul dari minuman kopi kekinian. Kopi susu dengan tambahan sirup, gula, atau krimer dapat mengandung gula dan kalori dalam jumlah tinggi. Jika terlalu sering dikonsumsi, minuman dengan kandungan gula berlebih dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan.
Karena itu, anak muda perlu memperhatikan jenis minuman dan kebiasaan konsumsinya. Memilih minuman dengan sedikit gula serta menghindari kopi menjelang waktu tidur dapat membantu mengurangi risiko gangguan tidur. Respons tubuh terhadap kafein juga perlu diperhatikan, terutama jika muncul keluhan setelah mengonsumsinya.
Pada akhirnya, kopi tidak hanya perlu dilihat sebagai bagian dari tren gaya hidup, tetapi juga sebagai minuman yang konsumsinya perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi tubuh. Memahami kandungan kafein serta gula menjadi langkah penting agar kebiasaan menikmati kopi tetap sejalan dengan upaya menjaga kesehatan.














