• About Us
    • Copyright
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
  • Accor Hotels Solo helat Appreciation Night
  • Besok, Choir Competition 2018 digelar
  • Contact Us
  • Crew
    • Abu Nadzib
    • Ardi Sardjono
    • Avrilia Wahyuana
    • Damar Sri Prakosa
    • Fira Maghfirani
    • Ika Wibowo
    • Indra Saputra
    • Iwan Buwono
    • Noer Atmaja
    • Rachmad Agunanto
    • Senja Kurnia
    • Suwarmin
    • Wahyu Panji
  • Index
  • Jadwal Acara
Radio Solopos FM
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
Radio Solopos FM
No Result
View All Result
Home News

UTP Surakarta Kukuhkan Achmad Fatchul Aziez Sebagai Guru Besar Pertamanya

Mita Kusuma by Mita Kusuma
4 July 2023
in News
0
UTP Surakarta Kukuhkan Achmad Fatchul Aziez Sebagai Guru Besar Pertamanya

(Istimewa)

Radio Solopos – Universitas Tunas Pembangunan atau UTP Surakarta belum lama ini melaksanakan kegiatan pengukuhan Guru Besar pertamanya, yaitu Prof. Dr. Ir. Achmad Fatchul Aziez, MP. yang menerima SK Guru Besar pada 6 Juni 2023. Prof. Aziez merupakan Guru Besar pertama UTP Fakutas Pertanian bidang Ilmu Tanaman.

Dalam Orasi ilmiahnya yang berjudul Peningkatan Ketahanan Pangan Nasional Melalui Pemberdayaan Lahan Sub Optimal Tadah Hujan, Prof. Aziez banyak menyoroti tentang padi sebagai makanan pokok dan menjadi sumber perekonomian bagi sebagian besar petani di pedesaan. Selain itu, dirinya juga mengemukakan pemberdayaan lahan sawah tadah hujan.

“Lahan sawah tadah hujan tersebar di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali dan Nusa Tenggara. Di Indonesia lahan sawah mencapai 3,71 juta Hektar namun luas sawah tadah hujan mencapai 45,7%. Menurut saya lahan sawah tadah hujan juga dapat dikatakan sebagai gudang beras kedua setelah lahan sawah irigasi,” ungkapnya.

Prof. Aziez juga menyampaikan bahwa produktivitas lahan tadah hujan yang cukup rendah sekitar 2,0-3,5 ton/ ha karena banyak kendala meliputi cekaman biotik seperti hama, penyakit dan gulma. Selain itu, cekaman abiotic seperti kekeringan, cekaman unsur hara dan cekaman rendaman.

Menurut Prof. Aziez, lahan sawah tadah hujan juga memiliki karakter, antara lain sering kekeringan dan banjir, kurangnya penggunaan bahan organik dan pupuk organik, kesuburan fisika, kimia, dan biologi yang cukup rendah, hama penyakit dan gulma lebih banyak.

“Meskipun produktivitas di lahan sawah tadah hujan rendah tetap ada solusinya, beberapa hal yang bisa dilakukan seperti memilih varietas yang sesuai seperti Mekongga, Cibogo, Ciherang, Situbagendit, Way apo buru, lalu pemberian bahan organik, pemberian pupuk organik, pemupukan berimbang, aplikasi kalium bikarbonat, aplikasi jamur mikoriza, aplikasi konsorsium bakteri endofit,” ujar Prof. Aziez dalam orasi ilmiahnya.

Selama mengabdi 36 tahun menjadi dosen dan peneliti di UTP, Prof. Aziez pernah menjabat sebagai ketua jurusan, wakil dekan Fakultas Pertanian, dekan Fakultas Pertanian, Kepala Perpustakaan dan saat ini menjabat sebagai Kepala Inovasi, Kerjasama, dan Kewirausahaan periode tahun 2022-2026.

Banyak juga prestasi dan penghargaan yang diraih oleh Prof. Aziez antara lain dosen teladan UTP (2000), Satya Lancana Karya Satya 20 tahun dari Presiden Republik Indonesia (2010), penghargaan meraih gelar doktor dari rektor UTP (2016), penghargaan sebagai dosen berprestasi dari Rektor UTP (2018), dan Satya Lancana Karya Satya 30 tahun dari Presiden RI (2020).

Selain itu, Prof. Aziez juga aktif menulis publikasi ilmiah baik nasional dan internasional. Terhitung hingga tahun 2023 ada sebanyak 12 artikel publikasi internasional yang sudah terpublish di jurnal internasional bereputasi terindeks scopus, baik di Amerika, Asia, dan Eropa.

Ia juga terhitung aktif mengikuti penelitian dan pengabdian dari pemerintah yang sifatnya kompetitif, mulai dari hibah dari Balitbang Provinsi Jawa Tengah, hibah Doktor tahun 2014, dan hibah yang sifatnya Penelitian Kompetitif Nasional pada tahun 2016, 2018, 2019,dan 2022. Ia juga aktif di organisasi  Persatuan Agronomi Indonesia (Persagi).

Adapun riwayat pendidikan, Prof. Aziez sendiri telah menamatkan gelar sarjananya di Universitas Sebelas Maret (UNS) jurusan Agronomi pada tahun 1986. Selanjutnya, ia mendapatkan gelar magister pertanian di Universitas Gajah Mada pada tahun 1994 di bidang Agronomi, dan gelar doktor dalam bidang ilmu pertanian pada tahun 2016 di Universitas Gajah Mada.

Tags: UTP Surakartaguru besarFakultas Pertanian

Studio Streaming

Radio Streaming

Recent Posts

  • Selasar UMKM: Konsistensi Rasa Jadi Kunci Ellia Kitchen Bertahan di Bisnis Kuliner
  • Dirut BPJS Kesehatan: Olahraga dan Pola Makan Bisa Menekan Risiko Penyakit Kronis
  • Swiss-Belhotel Solo Salurkan Daging Kurban untuk Perkuat Hubungan dengan Warga
  • Selasar UMKM: Ladzata Kembangkan Kue Bebas Gluten dari Dapur Rumahan
  • éL Hotel Yogyakarta Malioboro Hadirkan éL Corner dengan Live Musik Akhir Pekan

Category

  • Lifestyle
  • Opini
  • News
  • Program
  • Event
  • Podcast
  • Galery Foto

Site Links

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org
  • Copyright
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.