• About Us
    • Copyright
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
  • Accor Hotels Solo helat Appreciation Night
  • Besok, Choir Competition 2018 digelar
  • Contact Us
  • Crew
    • Abu Nadzib
    • Ardi Sardjono
    • Avrilia Wahyuana
    • Damar Sri Prakosa
    • Fira Maghfirani
    • Ika Wibowo
    • Indra Saputra
    • Iwan Buwono
    • Noer Atmaja
    • Rachmad Agunanto
    • Senja Kurnia
    • Suwarmin
    • Wahyu Panji
  • Index
  • Jadwal Acara
Radio Solopos FM
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
Radio Solopos FM
No Result
View All Result
Home News

Warga Karanganyar jadi Korban Tragedi Pesawat ATR di Maros, Keluarga Menunggu Kabar

Abu Nadzib by Abu Nadzib
20 January 2026
in News
0
Warga Karanganyar jadi Korban Tragedi Pesawat ATR di Maros, Keluarga Menunggu Kabar

Suasana rumah korban pesawat ATR 42-500 di Puri Kahuripan 3 Jetis, Kecamatan Jaten, Karanganyar, Senin (19/1/2026). (Solopos/Indah Septiyaning Wardani)

Radio Solopos, KARANGANYAR — Seorang warga Karanganyar, Jawa Tengah bernama Hariyadi, 46, menjadi salah satu penumpang dalam Pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Kawasan Taman Nasional Bantimurung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Hariyadi beralamat di Perumahan Puri Kahuripan 3, Desa Jati, Kecamatan Jaten, Karanganyar.

Hariyadi bekerja sebagai Flight Operation Officer (FOO) di maskapai penerbangan milik Indonesia Air Transport tersebut.

Hingga Selasa (20/1/2026), keluarga masih menunggu kabar terbaru terkait kondisi Hariyadi. Rumah korban tampak didatangi kerabat dan tetangga untuk memberikan dukungan moril. Istri korban masih shock.

Ayah korban, Supardi, mengaku kali pertama menerima kabar mengenai insiden pesawat tersebut pada Sabtu (17/1/2026) sore. Informasi itu disampaikan kerabat dan warga sekitar. Namun hingga kini, keluarga belum memperoleh informasi lanjutan mengenai kondisi Hariyadi.

“Terakhir komunikasi dengan anak saya malam Kamis lewat telepon. Ngobrol biasa saja, tidak ada firasat apa pun,” ujar Supardi saat ditemui Espos (grup radio.solopos.com) di kediaman Hariyadi.

Hariyadi merupakan anak pertama dari keluarga Supardi dan telah menikah.

Adik ipar korban, Hary Muliana, mengatakan informasi awal yang diterima keluarga berasal dari perusahaan tempat korban bekerja.

Menurutnya, keluarga diberi tahu bahwa pesawat yang ditumpangi korban mengalami lost contact pada Sabtu.

“Informasi awalnya hanya lost contact. Untuk update selanjutnya kami masih menunggu info resmi dari maskapai karena proses masih pencarian,” jelasnya.

Sampel DNA

Haryadi telah bekerja di maskapai Indonesia Air Transport selama lebih dari lima tahun dan bertugas sebagai FOO.

Ia diketahui terakhir kali berkomunikasi dengan istrinya melalui video call sekitar pukul 07.00 WIB, satu jam sebelum pesawat lepas landas pada rute Yogyakarta–Makassar.

“Memang kebiasaan almarhum sebelum terbang selalu video call istri. Isinya hanya pamit dan memberi tahu mau terbang ke mana,” imbuhnya.

Ia mengatakan pada Minggu (18/1/2026) sekitar pukul 13.00 WIB, Polda Jawa Tengah melalui Tim Disaster Victim Identification (DVI) melakukan pengambilan sampel DNA dan data antemortem terhadap ayah korban.

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto, dalam keterangan tertulisnya, mengatakan pengambilan sampel dilakukan terhadap ayah korban berinisial berupa darah dan buccal swab, serta adik kandung korban dengan jenis sampel yang sama.

Selain itu, data antemortem juga dikumpulkan dari istri korban, yang meliputi informasi medis dan ciri-ciri khusus.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari prosedur standar dalam proses identifikasi korban kecelakaan transportasi udara,” kata Artanto di Mapolda Jateng, Senin (19/1/2026).

Ia menegaskan Polda Jateng akan terus berkoordinasi dengan tim DVI dan instansi terkait guna mempercepat proses identifikasi korban, sekaligus memberikan pendampingan kepada keluarga.

“Kami mengimbau masyarakat untuk menunggu informasi resmi dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya,” ujarnya.

Tags: kecelakaan pesawatIndonesia Air Transportpesawat ATR

Studio Streaming

Radio Streaming

Recent Posts

  • 66% Lulusan Terserap Kerja, Politeknik Assalaam Mantap Menuju Universitas di 2027
  • Hadiri Halal Bihalal Pasbata, Gubernur Jateng Ingatkan Soal Bijak Memilih Informasi
  • Korban Meninggal dalam Tragedi Kecelakaan KA di Bekasi Bertambah Jadi Tujuh Orang
  • Rekonsiliasi Data JKN Digenjot, Keaktifan Peserta di Soloraya Masih Jadi Sorotan
  • Mas Wali Apresiasi Festival Durian NEO Solo Grand Mall, Ingatkan Warga Soal Pengelolaan Sampah

Category

  • Lifestyle
  • Opini
  • News
  • Program
  • Event
  • Podcast
  • Galery Foto

Site Links

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org
  • Copyright
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.