• About Us
    • Copyright
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
  • Accor Hotels Solo helat Appreciation Night
  • Besok, Choir Competition 2018 digelar
  • Contact Us
  • Crew
    • Abu Nadzib
    • Ardi Sardjono
    • Avrilia Wahyuana
    • Damar Sri Prakosa
    • Fira Maghfirani
    • Ika Wibowo
    • Indra Saputra
    • Iwan Buwono
    • Noer Atmaja
    • Rachmad Agunanto
    • Senja Kurnia
    • Suwarmin
    • Wahyu Panji
  • Index
  • Jadwal Acara
Radio Solopos FM
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
Radio Solopos FM
No Result
View All Result
Home Program

Suap Lagi, Korupsi Lagi, Lalu Apa Lagi?

W W by W W
5 April 2016
in Program
0
Suap Lagi, Korupsi Lagi, Lalu Apa Lagi?

Sudah lumayan banyak anggota DPR maupun pejabat publik dan pengusaha yang jadi pesakitan akibat berurusan dengan KPK. Ya, mereka kalau tidak kedapatan menyuap, pasti ya korupsi. Sekalinya berurusan dengan KPK, jeruji besi sudah pasti akan menanti.

Tapi semakin banyak pejabat maupun pengusaha yang tertangkap KPK, hingga dijebloskan ke penjara atau bahkan sampai ada yang dimiskinkan, nyatanya hal itu tak membuat jera yang lainnya.

Parktik suap menyuap dan korupsi di negeri ini nyatanya masih hidup dan tumbuh subur di berbagai lini kehidupan. Bahkan penampilan dan tutur bahasa yang manis juga tak menjamin bebas dari perilaku korupsi dan suap menyuap.

Lihat saja kasus yang kini membelit M Sanusi. Ketua Komisi lima DPRD DKI ini telah menyandang status tersangka atas kasus dugaan suap terkait rancangan Peraturan Daerah atau raperda tentang reklamasi Teluk Jakarta. Selain Sanusi, KPK juga telah menetapkan tersangka lainnya, Presiden Direktur PT Agung Podomoro Land, Ariesman Widjaja serta Trinanda Prihantoro selaku Personal Assistant di PT Agung Podomoro Land. Sedangkan duit suap yang berhasil disita sebesar Rp 1,140 miliar.

Pejabat publik yang juga wakil rakyat yang terhormat serta pengusaha dengan jabatan tinggi, ternyata sama-sama bermental korup. Mungkin, jumlah tersangka juga akan bertambah seiring dugaan kuat dari Tim penyidik KPK yang mencium adanya keterlibatan pihak-pihak lain di kasus ini. Jadi, kita lihat saja nanti.

Tapi satu PR bersama buat kita semua. Inilah faktanya. Semakin kencang KPK berlari memberantas korupsi, semakin nyata terlihat budaya korupsi dan suap di negeri ini. Dan ironisnya, seperti pepatah “mati satu tumbuh seribu”. Hilang koruptor satu, muncul lagi koruptor seribu. Entah dengan cara apa lagi supaya korupsi dan budaya suap bisa hilang di negeri ini.

http://radio.solopos.com/assets/dokumen//2016/04/EDITORIAL-SPFM-04-APRL-2016.mp3
Tags: editorialkorupsisuap

Studio Streaming

Radio Streaming

Recent Posts

  • Dana Transfer Pusat Turun Rp1,5 Triliun, Sumanto: Pemprov Jateng Harus Kreatif Gali Potensi PAD
  • Fokus Kolaborasi Pemerintah Pusat–Daerah, Penanganan Rob Pekalongan Masuk Tahap Evaluasi Ulang
  • DPRD Jateng Bahas Raperda Penyelenggaraan Standardisasi Jalan dan Garis Sempadan
  • Ketersediaan Aspal dan Cuaca Jadi Tantangan, Wali Kota Pekalongan: Perbaikan Jalan Terus!
  • Lomba Mancing “Wali Kota Cup II” Dongkrak Potensi Wisata Pantai Pekalongan

Category

  • Lifestyle
  • Opini
  • News
  • Program
  • Event
  • Podcast
  • Galery Foto

Site Links

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org
  • Copyright
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.