• About Us
    • Copyright
    • Pedoman Media Siber
    • Privacy Policy
  • Accor Hotels Solo helat Appreciation Night
  • Besok, Choir Competition 2018 digelar
  • Contact Us
  • Crew
    • Abu Nadzib
    • Ardi Sardjono
    • Avrilia Wahyuana
    • Damar Sri Prakosa
    • Fira Maghfirani
    • Ika Wibowo
    • Indra Saputra
    • Iwan Buwono
    • Noer Atmaja
    • Rachmad Agunanto
    • Senja Kurnia
    • Suwarmin
    • Wahyu Panji
  • Index
  • Jadwal Acara
Radio Solopos FM
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us
No Result
View All Result
Radio Solopos FM
No Result
View All Result
Home News

Dana Transfer Pusat Turun Rp1,5 Triliun, Sumanto: Pemprov Jateng Harus Kreatif Gali Potensi PAD

Mazaya Zahrah

Abu Nadzib by Abu Nadzib
8 April 2026
in News
0
Dana Transfer Pusat Turun Rp1,5 Triliun, Sumanto: Pemprov Jateng Harus Kreatif Gali Potensi PAD

Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, Sumanto, menyampaikan arahan saat Rapat Koordinasi Pendapatan Tahun 2027 di Surakarta, Senin (7/4/2026).

Radio Solopos, SOLO – Ketua DPRD Jateng Sumanto mendorong Pemprov lebih mandiri dan kreatif dalam menggali potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Upaya tersebut dianggap perlu untuk menyikapi adanya penurunan dana transfer pusat ke Jateng sebesar Rp1,522 triliun pada tahun 2026.

Hal tersebut diungkapkan Sumanto saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Pendapatan Tahun 2027 di Surakarta, Selasa (7/4/2026).

Ia menjelaskan ada kontraksi dana transfer sebagai implementasi Inpres No. 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Anggaran.

“Aturan ini telah memicu penurunan dana transfer pusat ke Jawa Tengah sebesar Rp1,522 triliun pada tahun 2026. Kondisi ini memaksa kita untuk lebih mandiri dan kreatif dalam menggali potensi pendapatan asli daerah,” katanya.

Sumanto juga meminta Pemprov menyikapi dinamika sektor otomotif. Terutama terkait tren penurunan penjualan kendaraan bermotor serta pergeseran ke kendaraan listrik yang memiliki basis pajak lebih rendah.

“Kondisi ini secara langsung menekan penerimaan PKB (Pajak Kendaraan Bermotor) dan BBNKB (Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor). Pada tahun 2025 saja, pajak daerah Jateng terkontraksi sekitar 19,5 persen,” ujar politisi PDI Perjuangan tersebut.

Evaluasi Target

Sumanto juga mendorong agar evaluasi target pendapatan tahun 2027 dilakukan secara realistis namun tetap optimis.

Ia berharap setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) penghasil, Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), serta Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tak hanya sekadar menyodorkan angka.

Namun juga strategi konkret terkait intensifikasi tunggakan pajak.

“Bagaimana mengurai tunggakan PKB yang nominalnya masih sangat besar agar tidak menjadi piutang macet yang persisten,” katanya.

Lebih lanjut Sumanto mengapresiasi kinerja retribusi daerah yang mencapai 123,05 persen pada tahun 2025.

Tren positif tersebut harus dipertahankan melalui peningkatan kualitas layanan baik BLUD dan objek jasa usaha lainnya.

“Kontribusi dividen harus tetap dijaga keseimbangannya antara setoran PAD dan kebutuhan penyertaan modal untuk penguatan usaha,” ungkapnya.

 

Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, Sumanto (kanan), berbincang dengan sejumlah pejabat saat menghadiri Rapat Koordinasi Pendapatan Tahun 2027 di Surakarta, Senin (7/4/2026).

Sumanto berharap Rakor Pendapatan 2027 tersebut menghasilkan kesepakatan target yang yang reliabel.

“Kita harus memastikan keberlanjutan fiskal agar program prioritas pembangunan mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga infrastruktur tetap berjalan lancar demi kesejahteraan rakyat Jawa Tengah,” tandasnya.

Rakor tersebut, lanjutnya, menjadi momentum untuk menyusun langkah strategis bagi Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Jawa Tengah Tahun 2027.

Sumanto mengatakan, tahun 2027 adalah momentum krusial, yakni tahun kedua pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Sumanto mengatakan, tren positif seperti pertumbuhan ekonomi 2025 yang mencapai 5,37 persen dan penurunan angka kemiskinan menjadi 9,39 persen menjadi modal awal yang kuat bagi pelaksanaan agenda pembangunan jangka menengah daerah.

Rakor Pendapatan 2027 tersebut dihadiri Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, Wagub Taj Yasin, para Wakil Ketua DPRD Jateng, Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Jateng, serta Kepala OPD, BLUD, dan BUMD terkait. (*)

Tags: Pemprov Jatengsumantopotensi jatengDPRD Jawa Tengah

Studio Streaming

Radio Streaming

Recent Posts

  • Dana Transfer Pusat Turun Rp1,5 Triliun, Sumanto: Pemprov Jateng Harus Kreatif Gali Potensi PAD
  • Fokus Kolaborasi Pemerintah Pusat–Daerah, Penanganan Rob Pekalongan Masuk Tahap Evaluasi Ulang
  • DPRD Jateng Bahas Raperda Penyelenggaraan Standardisasi Jalan dan Garis Sempadan
  • Ketersediaan Aspal dan Cuaca Jadi Tantangan, Wali Kota Pekalongan: Perbaikan Jalan Terus!
  • Lomba Mancing “Wali Kota Cup II” Dongkrak Potensi Wisata Pantai Pekalongan

Category

  • Lifestyle
  • Opini
  • News
  • Program
  • Event
  • Podcast
  • Galery Foto

Site Links

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org
  • Copyright
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Lifestyle
  • Opini
  • Program
  • Video
  • Event
  • Podcast
  • About Us

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.