Wali Kota Pekalongan, Afzan Arslan Djunaid, menegaskan kegiatan ini ke depan akan terus dikembangkan sebagai agenda tahunan berskala lebih besar.
Menurutnya, event tersebut memiliki potensi untuk menarik wisatawan dari luar daerah.
“Ke depan kita dorong agar bisa menjadi agenda nasional. Sehingga event di Pekalongan bisa lebih terjadwal dan menarik lebih banyak peserta dari berbagai daerah,” ujarnya saat membuka kegiatan.
Ia menilai tingginya partisipasi, yang mencapai lebih dari 1.000 peserta, menjadi indikator kuat bahwa kegiatan berbasis komunitas seperti lomba mancing mampu menjadi daya tarik wisata alternatif.
Selain itu, perubahan waktu pelaksanaan dari malam ke pagi hingga siang hari juga menjadi bagian dari evaluasi untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung.
Dampak Positif
Ketua Panitia, Seno Aji Wicaksono, menyebutkan kegiatan ini turut berdampak pada meningkatnya kunjungan ke kawasan Pantai Cemoro Sewu.
Kehadiran peserta dan pengunjung secara tidak langsung menghidupkan sektor usaha kecil di sekitar lokasi.
“Peserta yang datang tidak hanya mengikuti lomba, tetapi juga menikmati suasana pantai. Ini tentu memberi dampak positif bagi pelaku usaha di sekitar,” jelasnya.
Selain menghadirkan kompetisi dengan hadiah utama sepeda motor dan uang tunai, kegiatan ini juga dirancang sebagai hiburan bagi masyarakat.
Panitia menyediakan berbagai doorprize untuk menambah daya tarik sekaligus memperluas partisipasi publik.
Dengan sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat, Lomba Mancing Wali Kota Cup II diharapkan terus berkembang sebagai event unggulan yang mampu mengangkat potensi wisata bahari sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal di Kota Pekalongan. (NA/*)